Yap Thiam Hien si Advokat Pemberani
Februari 17, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Masih dalam suasana perayaan Imlek, Pamflet ingin mengenalkan seorang tokoh keturunan Tionghoa yang banyak membela masyarakat dan bekerja dengan integritas yang tinggi.  Namanya adalah Yap Thiam Hien. Apakah kamu sudah pernah mendengar nama itu sebelumnya? Sebagai seorang advokat, Yap tak segan-segan menghadapi pihak yang lebih berkuasa demi menegakkan keadilan. Berikut ini adalah fakta-fakta menarik yang perlu kamu tahu tentang pembela hak asasi manusia ini. Mengadvokasi orang miskin secara pro bono Yap sering mendampingi masyarakat yang tidak memiliki uang untuk membayar advokat. Ia menangani kasus mereka di pengadilan tanpa bayaran alias pro bono. Beberapa kasus yang ditanganinya termasuk membela pedagang di Pasar Senen yang mengalami penggusuran dari pemilik gedung serta seorang pedagang kecap yang mengalami penganiayaan oleh polisi. Pernah ditahan tanpa proses hukum Pada Peristiwa Malapetaka Lima Belas Januari 1974 atau yang lebih dikenal dengan sebutan Peristiwa Malari, Yap Thiam Hien turut ditangkap karena membela mahasiswa yang mengadakan demonstrasi besar-besaran. Ia dituduh menghasut mahasiswa melakukan tindakan melawan pemerintah. Penahanan tersebut tidak disertai proses pengadilan. Membela tahanan politik kasus G30S dan Tanjung Priok Selain membela masyarakat miskin, Yap tidak pernah takut berhadapan dengan kekuasaan. Ia berani membela klien yang ditolak advokat lain karena memiliki pandangan ideologi yang berbeda. Meski dikenal sebagai seorang […]

Read More
Imlek di Indonesia
Februari 16, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Siapa saja yang merayakan Imlek? Tahu gak, sih, kalau Imlek dulu pernah dilarang di Indonesia? Masa, sih? Jadi gini begini ceritanya. Pada masa pemerintahan Soeharto dikeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) No.14 tahun 1967 yang berisi larangan berbagai yang berkaitan dengan masyarakat Tionghoa, termasuk perayaan Imlek. Hal ini berlangsung selama 1968-1999. Atau dengan kata lain, selama 31 tahun warga negara Indonesia yang keturunan Tionghoa tidak boleh merayakan Imlek. Uwow! Nah, kemudian pada tahun 2000 Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres tersebut. Ia juga mengeluarkan Keputusan Presiden No.19/2001 meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif, yang artinya hanya berlaku bagi yang merayakan. Lalu, pada tahun 2002 Presiden Megawati menetapkan mulai 2003 Imlek menjadi hari libur nasional. Yeah! Eits, tapi ini bukan sekadar persoalan hari libur dan bisa nonton barongsai yah. Ini berkaitan banget dengan pembatasan kebebasan berekspresi di Indonesia. Coba kita berandai-andai dengan bertukar posisi, misalkan Idul Fitri dilarang dirayakan di Indonesia, coba gimana, tuh? Marah, sedih dan terpinggirkan, kan? Sebenarnya gak cuma larangan Imlek saja, namun perayaan-perayaan kebudayan Tionghoa lainnya juga dilarang, sehingga kebudayaan tersebut perlahan-lahan terpinggirkan dan luntur. Selain itu, penggunaan istilah ‘Tionghoa’ juga dilarang. Jadi, dari tahun 1968-1999 orang yang punya nama Tionghoa harus punya nama Indonesia. Lalu proses pembuatan KTP pun […]

Read More
Film Alternatif untuk Melewati Hari Valentine
Februari 14, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Hari Valentine, seperti beberapa peringatan lain di Indonesia, selalu menimbulkan perdebatan. Ada yang menolak karena menganggapnya haram, ada juga yang merayakannya untuk menunjukan kasih sayang antar sesama. Perdebatan ini terus terjadi setiap tahun. Sayangnya, tidak pernah ada hasil yang mencerahkan. Tidak berbeda dengan perdebatan setiap 11 April tentang penting atau tidaknya merayakan Hari Kartini menggunakan kebaya. Nah, dari pada ikut-ikutan memanaskan linimasa, yang semakin panas menjelang tahun politik. Lebih baik kamu melewati hari kasih sayang dengan menonton film dengan tema cinta yang tidak biasa. Pamflet punya daftar film menarik, yang tidak hanya bisa membuat kamu tertawa, tapi juga merenung dan menitikan air mata. Mau tahu? Langsung saja!   Tanda Tanya (2011) “Manusia tidak hidup sendirian di dunia ini, tapi hidup di jalan setapaknya masing-masing. Semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama. Mencari suatu hal yang sama, dengan tujuan yang sama. Yaitu: TUHAN” – Rika Film ini bercerita tentang konflik sosial yang kerap terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Gesekan antar masyarakat lokal dengan keturunan China, perbedaan pandangan penganut agama, serta perasaan paling benar sendiri adalah akar dari segala persoalan. Meskipun terdapat beragam konflik, tapi tenang saja, film ini bukan tipe film yang sok mengajarkan kamu tentang bagaimana hidup […]

Read More
Menghalalkan Kekerasan untuk Membunuh Ideologi
Februari 7, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Entah hingga berapa tahun lagi peristiwa Talangsari terus diperingati tanpa ada penjelasan penyelesaiannya. Meskipun bukan sebuah peristiwa besar seperti tragedi Mei, penghilangan paksa, konflik Ambon, peristiwa ini meninggalkan bekas yang tidak mudah dilupakan, terutama oleh korban yang menderita akibat kejahatan yang dialaminya sejak 7 Februari 1989. Peristiwa Talangsari yang terjadi di Dusun Talangsari, Lampung merupakan peristiwa berdarah yang terjadi pada masa Orde Baru. Diduga penyerangan dilakukan oleh aparat militer ke sebuah pesantren di Dusun Talangsari yang bernama Pesantren Warsidi. Penyerangan ini sendiri dipimpin oleh Danrem Garuda Hitam 043, Kolonel A.M. Hendropriyono. Penyerangan terjadi atas dugaan makar yang hendak dilakukan oleh jamaah pengajian Talangsari pimpinan Warsidi dengan menggantikan Pancasila dengan Al Qur’an dan Hadits. Kasus Talangsari hinggi kini dianggap sebagai salah satu potret ketakutan rezim Orde Baru terhadap kelompok-kelompok Islam yang pada saat itu menentang pemerintahan berkuasa seperti korban-korban pada kejadian sebelumnya yaitu peristiwa Tanjung Priok. Akibat penyerangan tersebut, 246 orang jamaah hingga kini dinyatakan hilang, perkampungan habis dibakar dan ditutup untuk umum. Korban-korban dan keluarganya juga masih menghadapi stigma negatif sebagai teroris atau anti nasionalis. Pembantaian di Talangsari seringkali ‘dibenarkan’ oleh beberapa pihak terutama aparat militer dengan menyebut bahwa kelompok Warsidi memang perlu dihabisi dengan alasan kelompok tersebut dituding sebagai […]

Read More
Apa sih 16HAKTP?
November 28, 2017 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

25 November menandakan dimulainya 16 HAKTP atau 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, adalah kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Gerakan ini dimulai sejak tahun 1991, digagas oleh Women’s Global Leadership Institute dan didukung oleh Center for Women’s Global Leadership. Sedangkan Komnas Perempuan sebagai institusi nasional di Indonesia yang menjadi inisiator kegiatan di Indonesia.   Kenapa 16 Hari? Setiap tahunnya kampanye ini dimulai dari tanggal 25 November yang bertepatan dengan Hari Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan Sedunia dan berakhir pada 10 Desember yang merupakan Hari Hak Asasi Manusia Internasional. Dipilihnya rentang waktu tersebut adalah dalam rangka menghubungkan secara simbolik antara kekerasan terhadap perempuan dan HAM serta menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM.   Lalu apa yang bisa kamu lakukan jika ingin terlibat dalam mengkampanyekan 16HAKTP ini? Bagi kalian yang masih baru dengan isu ini, kalian bisa mulai dari hal kecil seperti kampanye media sosial untuk meningkatkan awareness. Tingkat kesadaran masyarakat akan adanya kekerasan terhadap perempuan masih sangat minim. Memanfaatkan teknologi untuk mengkampanyekan 16HAKTP merupakan langkah awal namun besar dalam membantu kampanye ini menjangkau seluruh masyarakat. Langkah selanjutnya bisa dibilang lebih menantang, yaitu tanya kepada diri kita sendiri “Apakah selama ini saya turut berkontribusi […]

Read More
Tokoh-tokoh “Non-Jawa” di Pecahan Uang Rupiah Baru
November 10, 2017 by Despasya Yonada in Rubrik-Artikel 0 Comments

Seringkali, kita merasa ada ketimpangan antara pulau Jawa dan pulau lainnya di Indonesia. Salah satunya adalah, kurangnya pengenalan tokoh-tokoh pahlawan yang berasal dari luar Pulau Jawa. Ada hal yang menarik di pecahan uang Rupiah edisi terbaru, yakni pemerintah yang mencoba untuk memperkenalkan beberapa tokoh yang kurang dikenal masyarakat, dengan mengeluarkan cetakan uang baru dengan gambar para pahlawan “Non-Jawa” ini. Banyak dari kita yang mungkin belum mengenal tokoh-tokoh pahlawan yang berasal dari luar Pulau Jawa, padahal jasa mereka sangat besar untuk Indonesia. Yuk, kita simak profil singkat mereka!

Read More
Apa Artinya Boleh Mengisi Kolom Agama di KTP?

Baru-baru ini sidang putusan Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa penganut agama di luar enam agama resmi dapat mencantumkan kepercayaannya di kolom Kartu Tanda Penduduk (KTP). Lalu seberapa penting keputusan ini bagi para pemeluk agama yang selama ini tidak diakui negara? Memiliki agama menjadi penting di Indonesia setelah Pancasila digunakan sebagai pedoman negara. Apalagi, setelah Penetapan Presiden Nomor 1 tahun 1965 diresmikan pada zaman Orde Baru. Undang-undang ini mengatur tentang agama-agama apa saja yang dianut penduduk Indonesia dan diakui pemerintah. Sayangnya, karena peraturan tersebut sejumlah pemeluk agama tidak diakui keberadaannya dan tidak difasilitasi oleh negara. Contohnya, seperti Sunda Wiwitan, Kaharingan, Parmalim, dan lain sebagainya yang jumlahnya menurut catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2017 ada sekitar 187 kepercayaan di Indonesia[1] dengan jumlah total pengikut lebih dari 12 juta orang[2]. Apakah kalian pernah mendengar nama-nama agama ini sebelumnya?

Read More
Ibu Kota Kita Tidak Aman bagi Perempuan

Saya sudah tidak heran ketika mendengar Jakarta adalah salah satu megacity yang paling tidak aman bagi perempuan di dunia[1]. Tepatnya, Jakarta berada di urutan ke-sembilan dari sembilan belas kota yang berpopulasi lebih dari sepuluh juta jiwa. Survei yang dilansir oleh Yayasan Thompson Reuters ini terdiri atas empat kategori penilaian; pertama, tingkat terjadinya pelecehan seksual; kedua, akses ke fasilitas kesehatan; ketiga, praktik budaya; dan keempat, kesempatan ekonomi bagi perempuan. Komunitas perEMPUan, yang berfokus untuk memberikan informasi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di tempat dan kendaraan umum, menemukan beberapa bentuk kekerasan seksual yang sering dialami perempuan. Di salah satu sekolah yang mereka datangi untuk workshop program Safe Transport(a)ction, ada murid yang menceritakan kejadian pelecehan yang dilihatnya; seorang pengendara motor laki-laki tiba-tiba berhenti dan menunjukkan kelaminnya ke orang sekitar di dekat area sekolah. Tentunya, hal ini sangat mengkhawatirkan. Dalam beberapa surveinya, perEMPUan juga menemukan responden yang jadi korban pelecehan saat menggunakan jasa taksi online. Bentuk pelecehannya yaitu saat dalam perjalanan, korban diajak ngobrol, dan dipaksa mendengar kegiatan seksual si sopir. Beberapa responden juga mengatakan sangat tidak nyaman saat bagian tubuhnya dipandangi dalam waktu lama oleh penumpang laki-laki saat naik kendaraan umum, seperti kereta Commuter Line dan TransJakarta. Meskipun pemerintah sudah melakukan tindakan […]

Read More
Beragam Cara Memaknai ‘Sumpah Pemuda’
Oktober 29, 2017 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

89 tahun lalu, pemuda dari berbagai daerah berkumpul untuk mengikuti Kongres Pemuda II yang menghasilkan putusan kongres, bukan Sumpah Pemuda yang selama ini kita kenal. Kata Sumpah Pemuda justru muncul pertama kali 29 tahun setelah Kongres Pemuda II dilaksanakan. Saat itu, Soekarno melaksanakan peringatan Sumpah Pemuda dalam skala yang cukup besar. Sumpah Pemuda kemudian dimanfaatkan menjadi alat kampanye Soekarno untuk meredam berbagai pemberontakan di daerah.

Read More
Hoax yang Baik
Oktober 26, 2017 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

“No pic hoax!” Kalimat di atas bisa jadi merupakan salah satu kalimat yang paling sering kita dengar di berbagai forum online. Namun sesunggunya, apakah hoax itu? Apa bedanya dengan kebohongan? Ketika sebuah berita yang menyiarkan bahwa akan ada bom di sebuah mall ditemukan bohong, maka berita tersebut biasa dibilang merupakan sebuah hoax. Hoax sering digunakan dengan tujuan lelucon, mempermalukan, atau memprovokasi sebuah isu sosial dan politik. Meski kerap disamakan dengan prank (jahil), namun menurut penulis cerita rakyat Jan Harold Brunvand, hoax cenderung berupa kebohongan yang dibuat dalam skala besar dan kompleks, sebuah muslihat yang lebih dari sekadar lelucon dan “bisa menyebabkan kerugian bagi sasarannya”. Lalu, apa bedanya hoax dan penipuan? Menurut Alex Boese, pembuat website Museum of Hoaxes, perbedaannya berada pada reaksi masyarakat. Sebuah penipuan dapat disebut hoax jika berdampak pada masyarakat atau mampu menyabotase imajinasi massa. Sementara menurut ahli bahasa Inggris Robert Nares, istilah hoax pertama kali dicetuskan ada akhir abad ke-18 sebagai singkatan dari kata kerja ‘hocus’ yang artinya ‘menipu’, ‘memaksakan sesuatu’ atau ‘membingungkan dengan biusan minuman keras’. Sementara ‘hocus’ juga kependekan dari sebuah mantra magis, ‘hocus pocus’.

Read More

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top