Utopia Anak Muda Sehat dan Bahagia
April 7, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Sungguh sulit bagi penulis untuk menjawab pertanyaan “Apa sih yang kamu cari di hidup ini?” Terkadang, sudah terlanjur pusing untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan tersebut. Satu pernyataan yang cukup sering kita dengar untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah “Mencari kebahagiaan”. Terkadang pula, pertanyaan lanjutan yang membuat sakit perut adalah “Apa yang membuat kamu bahagia?” dan “Bagaimana kamu bisa bahagia?” Standar bahagia setiap orang pun akhirnya berbeda-beda sesuai dengan keadaan hidup masing-masing. Konsep abstrak ini kemudian bertahun-tahun mengalami perkembangan hingga dapat diukur dengan berbagai macam indikator sebagai tolok ukur tingkat kebahagiaan setiap negara. Lho, bagaimana caranya? Bahagia memang tidak selalu berkaitan dengan kekayaan seseorang. Mengutip pengertian bahagia menurut OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development), bahagia didefinisikan sebagai tingkat keadaan seseorang terhadap pengalaman hidup dan bagaimana orang tersebut mengevaluasi hidupnya secara keseluruhan. Memang cukup sulit untuk dimengerti karena mengukur kebahagiaan seseorang tentu memerlukan banyak indikator, lebih lanjut lagi ketika kebahagiaan tiap negara yang diukur. Dimulai tahun 2012, indeks kebahagiaan dunia diukur dengan memerhatikan indikator GDP (Produk Domestik Bruto) per kapita, dukungan sosial, ekspektasi hidup sehat, kebebasan mengambil keputusan hidup, kemurah-hatian, dan persepsi korupsi. Secara sederhana, tingkat kebahagiaan seseorang diukur dari seberapa puas ia dengan hidupnya dan bagaimana lingkungannya mendukung terhadap kepuasan hidup […]

Read More
Calalai in-Betweenness: Menyambung Rantai Budaya Indonesia

Kiki Febriyanti membutuhkan waktu empat bulan, bersama timnya, melakukan riset untuk film dokumenter berjudul Calalai in-Betweenness. Film yang diproduksi bersama Hivos SEA, Ardhanary Instititute, dan Rumah Pohon ini berkisah tentang eksistensi perempuan dengan ekspresi gender maskulin di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Pangkep. Film ini memberikan gambaran tentang pemahaman masyarakat Bugis mengenai konsep gender. Pemahaman ini berlandaskan pada naskah I Lagaligo yang menyatakan bahwa terdapat lima gender di dalam kehidupan manusia, yaitu Uruane (laki-laki), Makunrai (perempuan), Calalai (perempuan yang maskulin), Calabai (laki-laki yang feminin), dan Bissu (orang suci yang melampaui laki-laki dan perempuan). Kelima gender di Bugis menurut Guru Besar Universitas Hasanuddin Makassar, Prof. Dr. Nurhayati Rahman, merupakan ajaran dalam I Lagaligo yang membagi kehidupan menjadi tiga dunia, yaitu Botti Langi’ sebagai perlambangan maskulinitas, Buri’ Liu sebagai perlambangan feminitas, dan dunia di tengahnya yang merupakan perkawinan dari dua dunia tersebut, yang melambangkan keseimbangan. Melalui film ini Kiki menyajikan kepada penontonnya kekayaan dan kedalaman toleransi dalam masyarakat Bugis yang penting untuk diterapkan di Indonesia. Untuk lebih mendalami tentang film Calalai in-Betweenness, Pamflet mewawancarai Kiki untuk mencari tahu gagasan apa yang ingin disampaikan dan tujuan apa yang ingin digapai.   Pamflet: Kenapa fokus mengangkat tentang Calalai? Padahal yang banyak diangkat oleh akademisi […]

Read More
Anak Muda dan Hari Kebenaran di Indonesia
Maret 28, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Hingga hari ini masih banyak kasus pelanggaran berat  HAM yang belum dituntaskan oleh negara. Mulai dari jutaan korban pembantaian dan penahanan pasca 65, korban jiwa di kerusuhan Malari dan Tanjung Priok, belasan aktivis mahasiswa yang diculik dan dihilangkan paksa, hingga kriminalisasi terhadap masyarakat yang memperjuangkan haknya. Masih banyak korban dan keluarga korban yang memperjuangkan haknya sebagai warga, namun sayang negara tetap abai dan menutup mata. Negara tidak menganggap pengungkapan kebenaran menjadi hal yang penting. Negara tidak menganggap perlu untuk mengangkat martabat korban pelanggaran berat HAM yang selama ini hidup penuh stigma dan diskriminasi. Hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang berulangkali berjanji akan menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. Dalam upaya pemenuhan janji tersebut, bahkan presiden memasukannya dalam rumusan Nawa Cita visi misi pemerintahan Indonesia. Akan tetapi fakta menunjukan hal berbeda, pemerintah malah ingkar atas janjinya untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu, bahkan pengingkaran ini diwarnai dengan agresivitas institusi keamanan, seperti pelarangan dan pembubaran paksa berbagai inisiatif pengungkapan kebenaran yang diinisiasi secara mandiri oleh komunitas korban dan organisasi masyarakat sipil. Padahal permasalahan pengungkapan kebenaran dan mengangkat martabat korban pelanggaran berat HAM sudah menjadi fokus komunitas internasional, melalui pembentukan Hari Kebenaran Internasional atau International Day for […]

Read More
4 Puisi Pilihan Pamflet
Maret 25, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Mengarang itu gampang, tapi tidak untuk menyembunyikan perasaan. Maka berpuisilah, agar kamu dapat mengerti akan segala arti dari ungkapan. Sembilan belas tahun sudah seisi dunia mengakui bahwa puisi memiliki peran penting untuk kehidupan, kemanusiaan, dan perasaan. Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB atau UNESCO menetapkan tanggal 21 Maret di setiap tahunnya sebagai Hari Puisi Dunia atau World Poetry Day bukan untuk selebrasi biasa. Namun untuk menegaskan kembali makna kemanusiaan melalui ragam linguistik dengan ekspresi yang puitis. Tentunya perayaan ini juga tak terlepas dari sejarah lahirnya puisi dari masa sebelum masehi yang melibatkan seni dan musik. Kali ini, mari kita rayakan Hari Puisi Dunia dengan menikmati puisi-puisi menarik nan unik pilihan personil Pamflet.   Puisi pilihan Akbar Restu, Tim Program Pamflet Sajak Sebatang Lisong – W. S. Rendra Menurut Akbar, ini puisi pertama yang mampu membuat ia bergetar. Perasaan campur aduk antara marah, malu, dan merasa bodoh, ketika mendengar seniornya membacakan puisi ini di masa orientasi mahasiswa. Hingga sekarang pun, ketika ia membaca ulang puisi tersebut, getaran itu masih ada. Adapun penggalan yang masih sangat ia ingat adalah: “Inilah sajakku Pamplet masa darurat. Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan.” Sekarang kamu […]

Read More
Ironi Demokrasi Digital
Maret 22, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Kita marah saat ruang bermain kita diusik. Kita kesal saat orang lain merasa paling tahu atas diri kita sendiri.   Era digital hari ini sangat membantu kita untuk mengekspresikan segala bentuk perasaan, seperti dua contoh di atas. Dengan segala bentuk konten kreatif seperti komik, meme, video, atau bahkan tulisan yang dirangkai ke dalam microblog, kita bisa mengetahui isi hati dan pikiran orang lain hanya dari layar kaca alat elektronik yang kita miliki. Namun yang sangat membantu kita ketika perkembangan zaman dengan segala kemajuan teknologinya tidak disikapi dengan bijak. Sejak tahun 2014 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di negara demokrasi ini memberangus ratusan situs yang disinyalir bermuatan konten negatif. Pada tahun 2014 terdapat total 761.126 situs dan 2015 dengan angka 766.394 situs yang telah diblokir oleh pemerintah.[1] Dua tahun belakangan, jejaring sosial Tumblr menjadi perhatian lebih pemerintah. Terdapat muatan pornografi yang menurut Menteri Rudiantara dan para penjaga moral bangsa khawatir berdampak buruk pada masa depan anak bangsa. Karena alasan tersebut Tumblr pun diblokir dari jangkauan pengguna di Indonesia. Seketika itu pula banyak pengguna media sosial tersebut dengan gerak cepat memainkan jari jemarinya untuk mengekspresikan segala emosi, baik dengan tanggapan setuju maupun tidak setuju. Belum genap 24 jam netizen mengutarakan buah pikirnya […]

Read More
Kekerasan dan Perempuan: 1998 dan Kenapa Kita Jangan Sampai Lupa
Maret 12, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

“Tetapi saya mengatakan bahwa korban itu ada, saya menangani tiga orang dan salah satunya adalah anak berumur 14 tahun. Dan salah satu akibat dari perkosaan itu adalah ketiga-tiganya agak – seakan-akan—pikirannya hilang, tetapi yang paling nyata adalah anak yang berumur 14 tahun ini menjadi gila, agak gila..” [1] Bisa jadi kita adalah anak-anak muda yang merasakan sendiri bagaimana di dalam sekolah, bangunan pengetahuan dan ingatan kita seputar tragedi 1998 berkisar di antara frasa-frasa seperti “Turunnya Soeharto”, “demonstrasi mahasiswa”, atau “krisis ekonomi”. Kita belajar dan menghapal nama-nama mahasiswa yang ditembak aparat, tempat-tempat kerusuhan meledak, sampai apa persisnya kata-kata Soeharto ketika ia memutuskan berhenti menjadi presiden. Namun kita sering lupa membahas lagi siapa sebenarnya kelompok yang karena mereka kita kini memiliki semacam jaminan dan perlindungan untuk bebas dari kekerasan: perempuan. Pada bulan Agustus 1998, sebuah artikel berjudul “Siapa Dalang Perkosaan Massal?” dicabut dan batal terbit dari majalah Jakarta, Jakarta nomor 610. Artikel tersebut berisi wawancara bersama narasumber Romo I Sandyawan Sumardi S.J., atau Romo Sandy*), yang saat itu bekerja sebagai Sekretaris Tim Relawan untuk Kemanusiaan. Beberapa di antara pekerjaan yang dilakukan Romo Sandy adalah menemui keluarga korban tragedi 1998, termasuk juga para perempuan korban perkosaan dan kekerasan seksual. Lima tahun kemudian, artikel […]

Read More
Ketika Ketabuan Itu Sangat Dekat
Maret 8, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Kabar gembira dari sebuah survei yang dilakukan organisasi Inggris Varkey Foundation menyatakan, skor umum 90 persen orang muda di Indonesia termasuk yang paling bahagia di dunia[1]. Pernyataan ini berbanding lurus dengan apa yang dikatakan oleh salah satu guru Bimbingan Konseling (BK) yang akrab dipanggil Ibu Wiwiek dari SMK Negeri 1 Sindang Indramayu saat pertemuan Forum Berbagi dan Belajar Suka Ria Remaja bersama Pamflet. Ibu Wiwiek menyatakan bahwa siswa siswi di sekolahnya turut bahagia serta tertawa ketika mendapatkan bully dari teman-temannya. Pernyataan Ibu Wiwiek merespon diskusi tentang jangka panjang akibat bully yang menjadi pembahasan di forum pada hari itu. Lebih lanjut lagi, hasil survei Varkey Foundation dapat menjadi pendukung pernyataan Ibu Wiwiek, yang menyatakan 40 persen orang muda Indonesia tidak terlalu memikirkan masalah atau tidak merasa cemas ketika di-bully, atau tidak dicintai[2]. Apakah angka tersebut mewakili perasaan orang muda di Indramayu? Berasal dari nama seorang perempuan yaitu Nyi Endang Darma, yang turut berjasa membangun pedukuhan, Kabupaten Indramayu sebelumnya diberi nama Darma Ayu. Daerah ini merupakan salah satu bagian dari Provinsi Jawa Barat yang memiliki jargon REMAJA atau Religius, Maju, Mandiri, dan Sejahtera. Namun sayangnya, kesepakatan tersebut tidak berbanding lurus dengan keadaan masyarakat setempat. Di sana, banyak fenomena sosial yang sudah menjadi […]

Read More
Mengapa Hari Perempuan Diperingati?
Maret 8, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Kami ingin mengucapkan Selamat Hari Perempuan Internasional untuk semua perempuan tangguh yang tidak takut mengejar mimpi! Hari Perempuan Internasional diperingati di berbagai negara untuk merayakan pencapaian perempuan di bidang sosial, ekonomi, kebudayaan, dan politik. Peringatan ini juga mengajak perempuan dan laki-laki untuk bersama-sama merayakan dan menyatakan kesetaraan dalam tindakannya sehari-hari. Tentu saja, karena kesetaraan hak penting untuk diperjuangkan tidak hanya perempuan tetapi juga laki-kali. Menurut sejarahnya, Hari Perempuan Internasional terinsiprasi dari aksi damai (long march) yang dilakukan lebih dari seabad yang lalu. Tepatnya pada Februari 1909 di sepanjang jalan kota New York. Sekitar 15.000 perempuan menuntut kenaikan gaji, pengurangan waktu kerja, dan hak untuk memilih dalam pemilu. Kemudian, pada 1975, Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan Hari Perempuan Internasional dirayakan pada 8 Maret setiap tahunnya. Berpuluh-puluh tahun kemudian, perjuangan perempuan masih sangat relevan. Tahun lalu perempuan dari berbagai daerah di Amerika Serikat berbondong-bondong menuju Ibu Kota Washington D.C. untuk menyuarakan kegelisahannya atas kebijakan pemerintah seperti pengusiran imigran serta pernyataan presiden Donald Trump yang diskriminatif dan seksis. Tak hanya itu, mereka juga menginginkan persamaan ras, pengendalian senjata api, dan penghentian beberapa operasi pemerintah. Aksi damai itu dinamai Women’s March. Untuk memperingati Hari Perempuan Internasional, perempuan di Jakarta juga melakukan pawai yang disebut Women’s March […]

Read More
Meredam Api yang Tersembunyi
Maret 8, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Sekitar sebulan yang lalu, Pamflet mengunjungi Kota Palu untuk bertemu dengan orang tua, guru, dan juga siswa sekolah menengah. Kami berdiskusi seputar intoleransi yang ada di Kota Palu. Tentu hal ini sangat sering kita dengar di berbagai media, bahwa intoleransi di Indonesia sudah cukup mengkhawatirkan. Bahkan, meski Palu menempati peringkat kedelapan sebagai kota toleran pada tahun 2017 (berdasarkan Indeks Kota Toleran Setara Institute, 2017), ternyata permasalahan ini juga tetap menjadi ancaman di kota ini. Apa sebenarnya yang terjadi?   Intoleransi yang Meningkat Bulan Januari 2018 lalu, ada sebuah artikel terbit berjudul “Indonesia: Kegagalan Menghadapi Intoleransi”. Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Human Rights Watch, sebuah lembaga penelitian dan advokasi internasional non pemerintah untuk hak asasi manusia. Agaknya judul tersebut cukup tepat untuk menggambarkan keadaan di Indonesia saat-saat ini. Beberapa ahli juga sudah memprediksi hal tersebut setelah kasus penistaan agama yang menimpa Basuki Tjahaja Purnama – Ahok (mantan Gubernur Jakarta) pada tahun lalu. Mereka menyebutnya “The Ahok Effect” – Efek Ahok. Efek Ahok digambarkan sebagai sebuah fenomena main hakim sendiri pada orang yang dinilai menghina agama atau ulama di media sosial. Data dari SAFENET (South East Asia Freedom of Expression Network) mencatat terdapat 59 tindakan persekusi yang telah terjadi hingga Juni […]

Read More
Bullying, Pelajar, dan Cerita Suka Ria Remaja
Maret 8, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Hingga hari ini mungkin tidak banyak orang yang bisa membedakan candaan dan bullying. Ketidaktahuan akan tindakan bullying yang dilakukan oleh seseorang akhirnya membuat kasus bully di Indonesia terus terjadi. Berdasarkan riset Komunitas anti-bullying Sudah Dong[1], 90 persen pelajar kelas IV SD sampai VIII SMP pernah menjadi korban bullying dan 10 persen siswa keluar atau pindah sekolah karena menghindari bullying. Bahkan, sebanyak 40 persen anak-anak di Indonesia melakukan bunuh diri akibat dibully.[2] Selain ketidaktahuan, tindakan bullying juga terjadi karena seseorang ingin menunjukan kekuasaan atau mendominasi orang lain atau kelompok. Dominasi terhadap korban ini akan berdampak pada status sosial pelaku yang ingin diakui lebih hebat, kuat, dan memiliki pengaruh di lingkungannya. Hal ini terekam dalam salah satu cerpen karya Dewina, siswi SMKN 1 Sindang Indramayu, yang dipublikasikan Pamflet dalam buku Cerita Suka Ria Remaja. Cerpen berjudul Sekolah dan Kisah di Dalamnya bercerita tentang seorang pelajar bernama Vlerisa Amanda yang memiliki kepribadian periang dan pemberani. Hingga satu ketika Vlerisa menolak memberikan tugas sekolahnuntuk disalin oleh teman kelasnya yang bernama Sabrina. Penolakan itu berbuah tindakan agresif dari Sabrina, dibantu oleh kakak kelas yang memang terkenal akan tindakan negatifnya. Ketika jam pelajaran usai, Vlerisa diseret ke kamar mandi sekolah. Vlerisa diancam, didorong, dijatukan, dan diinjak-injak. […]

Read More

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top