Apa sih 16HAKTP?
November 28, 2017 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

25 November menandakan dimulainya 16 HAKTP atau 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, adalah kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Gerakan ini dimulai sejak tahun 1991, digagas oleh Women’s Global Leadership Institute dan didukung oleh Center for Women’s Global Leadership. Sedangkan Komnas Perempuan sebagai institusi nasional di Indonesia yang menjadi inisiator kegiatan di Indonesia.   Kenapa 16 Hari? Setiap tahunnya kampanye ini dimulai dari tanggal 25 November yang bertepatan dengan Hari Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan Sedunia dan berakhir pada 10 Desember yang merupakan Hari Hak Asasi Manusia Internasional. Dipilihnya rentang waktu tersebut adalah dalam rangka menghubungkan secara simbolik antara kekerasan terhadap perempuan dan HAM serta menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM.   Lalu apa yang bisa kamu lakukan jika ingin terlibat dalam mengkampanyekan 16HAKTP ini? Bagi kalian yang masih baru dengan isu ini, kalian bisa mulai dari hal kecil seperti kampanye media sosial untuk meningkatkan awareness. Tingkat kesadaran masyarakat akan adanya kekerasan terhadap perempuan masih sangat minim. Memanfaatkan teknologi untuk mengkampanyekan 16HAKTP merupakan langkah awal namun besar dalam membantu kampanye ini menjangkau seluruh masyarakat. Langkah selanjutnya bisa dibilang lebih menantang, yaitu tanya kepada diri kita sendiri “Apakah selama ini saya turut berkontribusi […]

Read More
Tokoh-tokoh “Non-Jawa” di Pecahan Uang Rupiah Baru
November 10, 2017 by Despasya Yonada in Rubrik-Artikel 0 Comments

Seringkali, kita merasa ada ketimpangan antara pulau Jawa dan pulau lainnya di Indonesia. Salah satunya adalah, kurangnya pengenalan tokoh-tokoh pahlawan yang berasal dari luar Pulau Jawa. Ada hal yang menarik di pecahan uang Rupiah edisi terbaru, yakni pemerintah yang mencoba untuk memperkenalkan beberapa tokoh yang kurang dikenal masyarakat, dengan mengeluarkan cetakan uang baru dengan gambar para pahlawan “Non-Jawa” ini. Banyak dari kita yang mungkin belum mengenal tokoh-tokoh pahlawan yang berasal dari luar Pulau Jawa, padahal jasa mereka sangat besar untuk Indonesia. Yuk, kita simak profil singkat mereka!

Read More
Apa Artinya Boleh Mengisi Kolom Agama di KTP?

Baru-baru ini sidang putusan Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa penganut agama di luar enam agama resmi dapat mencantumkan kepercayaannya di kolom Kartu Tanda Penduduk (KTP). Lalu seberapa penting keputusan ini bagi para pemeluk agama yang selama ini tidak diakui negara? Memiliki agama menjadi penting di Indonesia setelah Pancasila digunakan sebagai pedoman negara. Apalagi, setelah Penetapan Presiden Nomor 1 tahun 1965 diresmikan pada zaman Orde Baru. Undang-undang ini mengatur tentang agama-agama apa saja yang dianut penduduk Indonesia dan diakui pemerintah. Sayangnya, karena peraturan tersebut sejumlah pemeluk agama tidak diakui keberadaannya dan tidak difasilitasi oleh negara. Contohnya, seperti Sunda Wiwitan, Kaharingan, Parmalim, dan lain sebagainya yang jumlahnya menurut catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2017 ada sekitar 187 kepercayaan di Indonesia[1] dengan jumlah total pengikut lebih dari 12 juta orang[2]. Apakah kalian pernah mendengar nama-nama agama ini sebelumnya? Beberapa agama tersebut tumbuh dan berkembang sebelum agama yang dianggap resmi seperti Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu masuk ke Indonesia. Sunda Wiwitan, misalnya, sudah ada di tanah Sunda, Banten dan Jawa Barat, sebelum Islam berkembang di sana. Sedangkan Aluk Todolo sudah dianut oleh penduduk Tana Toraja sebelum agama Kristen tersebar di wilayah itu[3]. Karena tidak ditetapkan sebagai agama resmi, agama lokal justru jadi […]

Read More
Ibu Kota Kita Tidak Aman bagi Perempuan

Saya sudah tidak heran ketika mendengar Jakarta adalah salah satu megacity yang paling tidak aman bagi perempuan di dunia[1]. Tepatnya, Jakarta berada di urutan ke-sembilan dari sembilan belas kota yang berpopulasi lebih dari sepuluh juta jiwa. Survei yang dilansir oleh Yayasan Thompson Reuters ini terdiri atas empat kategori penilaian; pertama, tingkat terjadinya pelecehan seksual; kedua, akses ke fasilitas kesehatan; ketiga, praktik budaya; dan keempat, kesempatan ekonomi bagi perempuan. Komunitas perEMPUan, yang berfokus untuk memberikan informasi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di tempat dan kendaraan umum, menemukan beberapa bentuk kekerasan seksual yang sering dialami perempuan. Di salah satu sekolah yang mereka datangi untuk workshop program Safe Transport(a)ction, ada murid yang menceritakan kejadian pelecehan yang dilihatnya; seorang pengendara motor laki-laki tiba-tiba berhenti dan menunjukkan kelaminnya ke orang sekitar di dekat area sekolah. Tentunya, hal ini sangat mengkhawatirkan. Dalam beberapa surveinya, perEMPUan juga menemukan responden yang jadi korban pelecehan saat menggunakan jasa taksi online. Bentuk pelecehannya yaitu saat dalam perjalanan, korban diajak ngobrol, dan dipaksa mendengar kegiatan seksual si sopir. Beberapa responden juga mengatakan sangat tidak nyaman saat bagian tubuhnya dipandangi dalam waktu lama oleh penumpang laki-laki saat naik kendaraan umum, seperti kereta Commuter Line dan TransJakarta. Meskipun pemerintah sudah melakukan tindakan […]

Read More
Beragam Cara Memaknai ‘Sumpah Pemuda’
Oktober 29, 2017 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

89 tahun lalu, pemuda dari berbagai daerah berkumpul untuk mengikuti Kongres Pemuda II yang menghasilkan putusan kongres, bukan Sumpah Pemuda yang selama ini kita kenal. Kata Sumpah Pemuda justru muncul pertama kali 29 tahun setelah Kongres Pemuda II dilaksanakan. Saat itu, Soekarno melaksanakan peringatan Sumpah Pemuda dalam skala yang cukup besar. Sumpah Pemuda kemudian dimanfaatkan menjadi alat kampanye Soekarno untuk meredam berbagai pemberontakan di daerah.

Read More
Hoax yang Baik
Oktober 26, 2017 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

“No pic hoax!” Kalimat di atas bisa jadi merupakan salah satu kalimat yang paling sering kita dengar di berbagai forum online. Namun sesunggunya, apakah hoax itu? Apa bedanya dengan kebohongan? Ketika sebuah berita yang menyiarkan bahwa akan ada bom di sebuah mall ditemukan bohong, maka berita tersebut biasa dibilang merupakan sebuah hoax. Hoax sering digunakan dengan tujuan lelucon, mempermalukan, atau memprovokasi sebuah isu sosial dan politik. Meski kerap disamakan dengan prank (jahil), namun menurut penulis cerita rakyat Jan Harold Brunvand, hoax cenderung berupa kebohongan yang dibuat dalam skala besar dan kompleks, sebuah muslihat yang lebih dari sekadar lelucon dan “bisa menyebabkan kerugian bagi sasarannya”. Lalu, apa bedanya hoax dan penipuan? Menurut Alex Boese, pembuat website Museum of Hoaxes, perbedaannya berada pada reaksi masyarakat. Sebuah penipuan dapat disebut hoax jika berdampak pada masyarakat atau mampu menyabotase imajinasi massa. Sementara menurut ahli bahasa Inggris Robert Nares, istilah hoax pertama kali dicetuskan ada akhir abad ke-18 sebagai singkatan dari kata kerja ‘hocus’ yang artinya ‘menipu’, ‘memaksakan sesuatu’ atau ‘membingungkan dengan biusan minuman keras’. Sementara ‘hocus’ juga kependekan dari sebuah mantra magis, ‘hocus pocus’.

Read More
6 Film Alternatif tentang Peristiwa 1965
Oktober 20, 2017 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Akhir September lalu Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memerintahkan jajarannya dan mengimbau masyarakat untuk menyetel kembali film Pengkhianatan G-30 S/PKI. Alasannya, supaya generasi muda belajar sejarah bangsanya. Sebetulnya, film yang disponsori oleh pemerintahan Orde Baru itu bukanlah sumber tunggal untuk mengetahui lapisan-lapisan kebenaran tentang kejadian sejarah di masa 1965 dan setelahnya, lho. Pamflet punya daftar film terkait kejadian itu yang bisa kalian tonton sebagai sarana memahami sejarah. Kalau ingin tahu lebih lanjut, baca daftar film di bawah ini yuk.   Shadow Play: Indonesia’s Year of Living Dangerously (2003) Sudut pandang penyintas dan keluarga penyintas penangkapan dan pembunuhan setelah kejadian 1965 ditampilkan di Shadow Play. Termasuk seorang dokter bernama dr. Sumiyarsi, mantan tahanan politik, dan Joyo Santoso, adik kandung Ibnoe Santoro yang dieksekusi dan dibuang ke sebuah lubang di Klaten karena ikut organisasi perhimpunan sarjana. Berbeda dengan Pengkhianatan G-30 S/PKI yang berpusat pada pembunuhan jenderal yang dinilai sebagai upaya kudeta, Shadow Play memasukkan unsur geopolitik masa itu, yakni situasi perang dingin yang melibatkan blok barat dan blok timur. Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat diduga mengetahui secara penuh adanya pembantaian massal di Indonesia setelah Gerakan 30 September 1965 pecah. Namun karena diduga memiliki kepentingan dalam kejatuhan rezim Soekarno, Amerika Serikat tidak berbicara […]

Read More
Dalam Penjara Tetap Ada Asa
Oktober 3, 2017 by Firman Suryani in Rubrik-Artikel 0 Comments

Oleh: Rosa Vania Setowati. Ada narasi yang tidak diketahui banyak orang saat membicarakan tragedi 1965. Biasanya yang ada di benak orang adalah peristiwa pembunuhan enam jenderal dan seorang perwira yang terjadi di penghujung bulan September. Tapi, banyak orang yang lupa bahwa setelah kejadian tersebut ada tragedi lebih besar yang terjadi hampir di seluruh Indonesia. Pemerintah dan militer lewat tangan-tangan warga sipil juga paramiliter menangkapi, menghilangkan, memenjarakan tanpa peradilan serta membunuh jutaan orang yang diduga berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Di sebuah sore beberapa minggu yang lalu, saya dan beberapa teman bertemu dengan penyintas 65 dan keluarga korban pelanggaran HAM lainnya. Saya berkesempatan mengobrol dengan Utati Koesalah, istri dari Koesalah Subagyo Toer. Ia adalah salah satu korban penangkapan dan pemenjaraan tanpa pengadilan yang terjadi setelah peristiwa G30S. Di usianya yang sudah menginjak 73 tahun ia terlihat masih bersemangat mengikuti pertemuan dengan para penyintas 1965/66 lain. Padahal dari rumahnya yang berada di luar Jakarta, ia harus naik kereta kemudian disambung dengan metromini. Ia menyebut diri masuk dalam kategori 3N. Waktu saya tanya apa kepanjangannya, ia menjawab “nenek-nenek nekat,” sambil tersenyum. Utati pindah dari daerah kelahirannya Purworejo dan pergi ke Jakarta karena ingin mengejar keinginannya untuk berkesenian. Jika anak muda generasi sekarang […]

Read More
Tidak Ada September Ceria di Indonesia
September 29, 2017 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Oleh: Akbar Restu Fauzi. Sebelum saya menginjakan kaki di perguruan tinggi, bulan September selalu saya asosiasikan dengan bulan penuh kecerian, sesuai lagu Vina Panduwinata yang berjudul September Ceria. Tapi setelah saya berkuliah dan membaca banyak buku, pikiran saya berubah. Meskipun saya tetap mengidolakan Mbak Vina, tapi saya tidak lagi sepakat dengan judul lagunya. Mungkin kalo judul lagu itu diubah bulannya saya masih bisa bersepakat, tapi tidak dengan bulan September. Bagaimana mungkin bulan yang banyak menjadi saksi bisu tragedi kemanusiaan bisa di anggap penuh dengan keceriaan? Berdasarkan laman masihingat.kontras.org, setidaknya ada empat tragedi kemanusiaan yang terjadi pada bulan September. Bahkan, sungguh disayangkan hingga hari ini keempat tragedi tersebut belum menemui titik terang terkait siapa dalang dibaliknya. Pertama, kasus pembunuhan Munir Said Thalib, aktivis HAM dan salah satu pendiri Kontras. Ia meninggal diracun oleh pilot Garuda Indonesia yang sedang dalam masa cuti, Pollycarpus. Kejadian itu berlangsung ketika Cak Munir dalam perjalanan pesawat menuju Amsterdam, 7 September 2004 silam. Pollycarpus memang sudah dihukum penjara, namun siapa dalang dibalik pembunuhan Cak Munir masih menjadi tanda tanya besar. Sungguh ironis apabila melihat berkas-berkas yang dikumpulkan untuk mengungkap kasus ini mangkrak begitu saja di Mahkamah Agung. Kedua, tragedi Tanjung Priok yang terjadi pada tahun 1984. Tragedi […]

Read More
5 Hal yang Nggak Boleh Dilakukan Saat Orde Baru
Juli 11, 2017 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Pernahkah kamu melihat meme Jenderal Soeharto sambil tersenyum bilang: “Piye Kabare? Masih Enak Zamanku toh?” Nah, kamu salah banget kalau mengira era Orde Baru lebih enak dibandingkan saat ini, terutama dalam kebebasan berekspresi bagi anak muda. Karena, ada banyak hal yang seru dan asik yang justru nggak boleh dilakukan anak muda di era itu. Apa saja misalnya?

Read More

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top