Bullying, Pelajar, dan Cerita Suka Ria Remaja

Maret 8, 2018 by admin in Rubrik Artikel
Bullying, Pelajar, dan Cerita Suka Ria Remaja

Hingga hari ini mungkin tidak banyak orang yang bisa membedakan candaan dan bullying. Ketidaktahuan akan tindakan bullying yang dilakukan oleh seseorang akhirnya membuat kasus bully di Indonesia terus terjadi. Berdasarkan riset Komunitas anti-bullying Sudah Dong[1], 90 persen pelajar kelas IV SD sampai VIII SMP pernah menjadi korban bullying dan 10 persen siswa keluar atau pindah sekolah karena menghindari bullying. Bahkan, sebanyak 40 persen anak-anak di Indonesia melakukan bunuh diri akibat dibully.[2]

Selain ketidaktahuan, tindakan bullying juga terjadi karena seseorang ingin menunjukan kekuasaan atau mendominasi orang lain atau kelompok. Dominasi terhadap korban ini akan berdampak pada status sosial pelaku yang ingin diakui lebih hebat, kuat, dan memiliki pengaruh di lingkungannya. Hal ini terekam dalam salah satu cerpen karya Dewina, siswi SMKN 1 Sindang Indramayu, yang dipublikasikan Pamflet dalam buku Cerita Suka Ria Remaja.

Cerpen berjudul Sekolah dan Kisah di Dalamnya bercerita tentang seorang pelajar bernama Vlerisa Amanda yang memiliki kepribadian periang dan pemberani. Hingga satu ketika Vlerisa menolak memberikan tugas sekolahnuntuk disalin oleh teman kelasnya yang bernama Sabrina. Penolakan itu berbuah tindakan agresif dari Sabrina, dibantu oleh kakak kelas yang memang terkenal akan tindakan negatifnya.

Ketika jam pelajaran usai, Vlerisa diseret ke kamar mandi sekolah. Vlerisa diancam, didorong, dijatukan, dan diinjak-injak. Tentu saja kejadian ini membuat Vlerisa trauma dan berdampak pada kepribadiannya. Semenjak itu Vlerisa berubah menjadi pemurung dan penakut, bahkan Vlerisa tidak lagi berani untuk mengemukakan pendapatnya di dalam kelas dan membantah semua keinginan Sabrina..

Apa yang terjadi pada tokoh utama cerpen tersebut merupakan bagian kecil dari dampak yang bisa terjadi pada korban bully. Dampak lain yang bisa terjadi pada korban bully yaitu, perasaan bersalah atau merasa telah berbuat salah, merasa putus asa, kesepian, depresi, malu, tidak aman, dan bingung hingga stress memikirkan penyebab dari situasi yang dihadapi.

Hal yang berbeda terjadi pada pelaku, yang mana akan merasa superior, dominan, berhak melakukan apa saja, hingga tidak segan melakukan sesuatu yang lebih ekstrim dari yang dilakukan sebelumnya. Potret tindakan ekstrim ini dapat dilihat pada cerpen berjudul Suara Kesunyian, karya Mohammad Faisal Chaniago, siswa SMAN 1 Indramayu dalam buku yang sama.

Faisal menggambarkan tokoh utama yang merupakan pelaku bully melakukan tidakan yang lebih ekstrim dari yang sebelumnya pernah dilakukannya karena merasa apa yang dilakukan tidak berdampak buruk kepada korban. Digerakan oleh perasaan itu akhirnya tokoh utama yang bernama Rizal terus melakukan tindakan bullying. Rizal baru merasa bersalah ketika mengetahui tindakannya berdampak sangat negatif terhadap kepribadian korabnnya.

Tindakan bullying yang digambarkan dalam dua cerpen karya pelajar ini memberikan pemahaman bahwa pelaku melakukan bullying digerakan oleh berbagai faktor. Penting untuk kita memahami bahwa faktor-faktor tersebut untuk meminimalisir tindakan bullying yang terjadi di Indonesia. Tentu saja itu bukan hal yang mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Tinggal bagaimana kita berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk terus memberikan pemahaman kepada kaum muda, terutama pelajar bahaya dari tindakan bullying.

 

[1] https://news.okezone.com/read/2015/12/14/65/1267026/90-persen-siswa-melapor-di-bully, diakses pada 6 Maret 2018

[2] http://news.liputan6.com/read/2361551/mensos-bunuh-diri-anak-indonesia-40-persen-karena-bullying, diakses pada 6 Maret 2018

Leave a Comment!

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top