Film Alternatif untuk Melewati Hari Valentine

Februari 14, 2018 by admin in Rubrik Artikel
Film Alternatif untuk Melewati Hari Valentine

Hari Valentine, seperti beberapa peringatan lain di Indonesia, selalu menimbulkan perdebatan. Ada yang menolak karena menganggapnya haram, ada juga yang merayakannya untuk menunjukan kasih sayang antar sesama. Perdebatan ini terus terjadi setiap tahun. Sayangnya, tidak pernah ada hasil yang mencerahkan. Tidak berbeda dengan perdebatan setiap 11 April tentang penting atau tidaknya merayakan Hari Kartini menggunakan kebaya.

Nah, dari pada ikut-ikutan memanaskan linimasa, yang semakin panas menjelang tahun politik. Lebih baik kamu melewati hari kasih sayang dengan menonton film dengan tema cinta yang tidak biasa. Pamflet punya daftar film menarik, yang tidak hanya bisa membuat kamu tertawa, tapi juga merenung dan menitikan air mata. Mau tahu? Langsung saja!

 

Tanda Tanya (2011)

“Manusia tidak hidup sendirian di dunia ini, tapi hidup di jalan setapaknya masing-masing. Semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama. Mencari suatu hal yang sama, dengan tujuan yang sama. Yaitu: TUHAN” – Rika

Film ini bercerita tentang konflik sosial yang kerap terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Gesekan antar masyarakat lokal dengan keturunan China, perbedaan pandangan penganut agama, serta perasaan paling benar sendiri adalah akar dari segala persoalan.

Meskipun terdapat beragam konflik, tapi tenang saja, film ini bukan tipe film yang sok mengajarkan kamu tentang bagaimana hidup bertoleransi. Film ini hanya menggambarkan kondisi masyarakat Indonesia yang sebenarnya, yang akan membuat kamu merenung dan memikirkan kembali hakikat cinta sesama umat manusia.

 

The Lobster (2015)

“You can be alone here as long as you like, there is no time limit. Any romantic or sexual relationship are punished” – Loner Leader

Film ini berlatarkan dunia distopia, di mana seorang jomblo (Loner) akan digiring menuju sebuah hotel dan diwajibkan mendapatkan pasangan dalam waktu 45 hari. Seorang jomblo diberikan dua pilihan bebas dalam menentukan orientasi seksualnya, yaitu masuk ke pintu heteroseksual atau homoseksual.

Sampai sini masih biasa aja? Yang membuat tidak biasa adalah, jika seorang loner gagal mendapat pasangan, maka ia akan diubah mejadi seekor hewan, jenisnya bebas. Ia boleh menentukan sendiri akan diubah menjadi hewan apa.

Ironi adalah kekuatan utama dari The Lobster, di satu sisi pemerintah ingin membuktikan bahwa orang tak bisa hidup sendiri, sementara jomblo ingin membuktikan sebaliknya. Perbedaan pandangan ini bahkan sampai membuat pemerintah, yang direpresentasikan pengelola hotel, memburu jomblo yang bebas, menembak dengan peluru bius dan memaksa jomblo untuk tunduk pada sistem yang ada.

Analogi dunia nyata yang diceritakan dengan satir, memuat film ini berbeda dengan kebanyakan film bertema cinta lainnya. Selain akan mengocok perut kita, film ini juga menyentil pemahaman kita terkait tuntutan kehidupan hari ini, di mana kesendirian selalu diasosiasikan dengan perasaan nestapa dan menderita.

 

Her (2013)

“I think anybody who falls in love is a freak. It’s a crazy thing to do. It’s kind of like a form of socially acceptable insanity” – Amy

Film ini bercerita tentang hubungan antara manusia dengan artificial intelligence (AI), sebuah sistem operasi komputer mutakhir. Mengambil setting masa depan, dengan teknologi yang sangat pesat, film ini berfokus pada hidup seorang pembuat surat cinta yang ahli merangkai kata, namun gagal dalam percintaan yang dibangun dengan wanita masa kecilnya.

Kegagalan tersebut membuatnya bertemu dengan sebuah operating system yang sanggup merespon, mendengarkan, dan berinteraksi layaknya manusia, hingga membuatnya jatuh cinta. Hubungan percintaan inilah yang akhirnya menimbulkan konflik, baik di antara mereka, ataupun di kalangan masyarakat.

Her secara sukses memberikan gambaran terhadap kisah cinta antara mausia dengan sebuah benda. Mungkin kamu akan berpikir film ini aneh, tapi perlu kamu ketahui, bukankah sekarang banyak orang yang juga jatuh cinta dengan benda mati? Sehingga apa yang disajikan oleh film ini sebenarnya sangat dekat dan nyata dengan kehidupan sehari-hari kita.

Leave a Comment!

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top