Ketika Ketabuan Itu Sangat Dekat

Maret 8, 2018 by admin in Rubrik Artikel
Ketika Ketabuan Itu Sangat Dekat

Kabar gembira dari sebuah survei yang dilakukan organisasi Inggris Varkey Foundation menyatakan, skor umum 90 persen orang muda di Indonesia termasuk yang paling bahagia di dunia[1]. Pernyataan ini berbanding lurus dengan apa yang dikatakan oleh salah satu guru Bimbingan Konseling (BK) yang akrab dipanggil Ibu Wiwiek dari SMK Negeri 1 Sindang Indramayu saat pertemuan Forum Berbagi dan Belajar Suka Ria Remaja bersama Pamflet.

Ibu Wiwiek menyatakan bahwa siswa siswi di sekolahnya turut bahagia serta tertawa ketika mendapatkan bully dari teman-temannya. Pernyataan Ibu Wiwiek merespon diskusi tentang jangka panjang akibat bully yang menjadi pembahasan di forum pada hari itu. Lebih lanjut lagi, hasil survei Varkey Foundation dapat menjadi pendukung pernyataan Ibu Wiwiek, yang menyatakan 40 persen orang muda Indonesia tidak terlalu memikirkan masalah atau tidak merasa cemas ketika di-bully, atau tidak dicintai[2]. Apakah angka tersebut mewakili perasaan orang muda di Indramayu?

Berasal dari nama seorang perempuan yaitu Nyi Endang Darma, yang turut berjasa membangun pedukuhan, Kabupaten Indramayu sebelumnya diberi nama Darma Ayu. Daerah ini merupakan salah satu bagian dari Provinsi Jawa Barat yang memiliki jargon REMAJA atau Religius, Maju, Mandiri, dan Sejahtera. Namun sayangnya, kesepakatan tersebut tidak berbanding lurus dengan keadaan masyarakat setempat.

Di sana, banyak fenomena sosial yang sudah menjadi rahasia umum seperti halnya tindak kekerasan bully yang tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa ke anak tetapi juga antar orang muda yang dapat berujung pada keinginan untuk bunuh diri. Memang bully tidak menjadi satu-satunya faktor penyebab dari bunuh diri, namun bully bisa menjadi pemicu seseorang kepada bunuh diri[3]. Mungkin hal ini terdengar sangat jauh dari pikiran kita, bahkan banyak dari kita yang menganggap hal tersebut tidak mungkin terjadi. Namun fakta berkata lain. Seperti yang pernah dilansir Republika pada Januari 2018 lalu, satu orang muda berusia 18 tahun tidak tahan karena selalu diminta mengerjakan pekerjaan rumah teman-teman sekolahnya dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kamar[4]. Pernahkah kamu mendengar berita ini?

Bunuh diri merupakan masalah serius yang sangat dekat dengan kehidupan orang muda. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, bunuh diri merupakan penyebab kematian ketiga bagi orang muda yang berusia antara 10-24 tahun dan setiap tahunnya terdapat 4.600 nyawa yang hilang. Banyak faktor yang dapat memicu orang muda melakukan bunuh diri meskipun faktor tersebut tidak selalu membuat orang muda untuk bunuh diri, salah satunya hubungan sosial yang tidak sehat[5]. Perbincangan terkait bunuh diri adalah suatu hal yang tabu untuk dibicarakan di kalangan masyarakat maupun keluarga. Hal ini menunjukan bahwa belum adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental. Kejadian bunuh yang dijelaskan di atas adalah satu dari ratusan kasus di Indonesia yang dilaporkan dan terjadi akibat hubungan sosial yang tidak sehat.

Hubungan sosial yang tidak sehat hari ini, salah satunya adalah tindakan bully, tidak hanya dilakukan secara berkelompok, namun juga semakin berkembang seiring perkembangan zaman melalui dunia maya. Media sosial memang memiliki sisi positif yang sangat menguntungkan banyak orang. Namun, bukan berarti keberuntungan tersebut terpapar ke semua orang, alih-alih melayangkan kehidupan seseorang. Kejahatan di media sosial tidak jarang memakan korban akibat hujatan-hujatan dari pengguna lain atau yang dikenal dengan cyberbullying. Kalau pada 2013 Facebook dinobatkan sebagai wadah cyberbullying pertama oleh lembaga donasi anti-bullying, Ditch The Label, pertukaran posisi terjadi pada tahun 2017 kepada Instagram menjadi media sosial yang paling umum untuk melakukan perisakan (cyberbully).

Kita pasti merasa miris dan mengambil nafas panjang ketika mendengar berita AT dari Kanada pada tahun 2012 lalu bunuh diri karena cyberbullying, kita mungkin bertanya pada diri sendiri tentang mengapa orang lain tega memberikan caci maki kepada orang lain yang gagal akan suatu hal seperti yang menimpa YC asal Yogyakarta, atau kita mungkin bisa tak menyangka pertemanan mahasiswi di Kota Bandung dapat berujung tindak kekerasan saling memukul karena terpicu dari saling bully di media sosial. Yang jelas, permasalahan ini sangat dekat pada hidup kita sebagai orang muda. Baik saya maupun kamu menjadi orang yang memiliki risiko terhadap kejadian ini.

 

Sumber:

[1]Generation Z: Global Citizenship Survey: https://www.varkeyfoundation.org/generation-z-global-citizenship-survey

[2]Generation Z: Global Citizenship Survey: https://www.varkeyfoundation.org/generation-z-global-citizenship-survey

[3]Seperti yang dikatakan Benny Prawira dari Into the Light saat menjadi narasumber di Forum Berbagi dan Belajar Suka Ria Remaja “Beda itu Biasa”.

[4]http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/01/14/p2jm75299-korban-bullying-di-bandung-nekat-gantung-diri

[5]Suicide Among Youth https://www.cdc.gov/healthcommunication/toolstemplates/entertainmented/tips/SuicideYouth.html

Leave a Comment!

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top