Novel Pulang, Kasusnya Belum Terang

Februari 22, 2018 by admin in Rubrik Artikel
Novel Pulang, Kasusnya Belum Terang

Hari ini Novel Baswedan kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani pengobatan mata di Singapura akibat disiram air keras. Saat itu ia sedang menangani kasus dugaan mega korupsi e-KTP yang merugikan negara hingga Rp 2,4 triliun. Sudah mendekati satu tahun kasus ini belum juga terang. Tim Gabungan Pencari Fakta yang diharapkan dapat menyelidiki kejanggalan kasus ini pun belum dibentuk.

Selama menjadi penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel memang kerap menangani kasus-kasus besar. Termasuk menyelidiki dugaan korupsi pengadaan simulator berkendara di Korps Lalu Lintas (Korlantas) dan kasus suap kepala daerah Buol sebagai ganti izin perusahaan untuk merusak 4.500 hektar hutan lokal.

Melihat kasus Novel, kita menemui lagi contoh sulitnya menjadi pengungkap kebenaran. Dengan berbagai cara usaha-usaha membongkar ketidakadilan dan korupsi dihabisi agar tidak tampak di muka publik dan pelaku dapat lolos dari jeratan hukum. Dalam catatan Historia, setidaknya ada empat penegak hukum yang dicelakakan karena memberantas korupsi.

Pertama, jaksa agung pertama Republik Indonesia Gatot Tarunamihardja. Selama menjabat sebagai jaksa agung, Gatot berusaha untuk membongkar kasus penyelundupan dan barter di Teluk Sinabung, Sumatera Utara yang melibatkan tentara. Karena usahanya tersebut, ia pernah ditangkap. Tak hanya itu, Gatot juga mengalami percobaan pembunuhan oleh tentara dengan cara ditabrak sehingga kakinya buntung.

Ada pula Sukarton Marmosudjono, jaksa agung pada masa Soeharto yang meninggal mendadak setelah melakukan terobosan baru dalam penegakan hukum. Ia menayangkan wajah koruptor di televisi (TVRI) melalui program Dunia Dalam Berita. Usaha itu dilakukannya agar masyarakat dapat mengetahui pelaku korupsi dan menjadi sanksi moral.

Ketiga, mantan menteri kehakiman dan jaksa agung semasa pemerintahan Gus Dur Baharudin Lopa. Ia pernah menyeret pengusaha bernama Tony Gozal yang diduga memanipulasi dana reboisasi. Waktu itu, Tony dikenal dekat dengan pejabat negara sehingga sulit dihukum. Lopa meninggal mendadak beberapa saat setelah berusaha mengungkap kasus-kasus korupsi besar.

Terakhir, ada Syafiuddin Kartasasmita, seorang hakim agung yang meninggal ditembak empat orang tak dikenal setelah menyeret Tommy Soeharto (Hutomo Mandala Putera) ke penjara atas kasus tukar guling PT Goro Batara Sakti dan Bulog. Pelaku penembakan Syafiuddin mengaku bahwa mereka disuruh oleh Tommy.

Ancaman-ancaman semacam itu juga dialami oleh Novel Baswedan. Dalam hitungannya, sudah enam kali ia menghadapi ancaman dan serangan ketika bekerja untuk KPK. Tahun 2011 Novel pernah ditabrak mobil saat mengendarai sepeda motor menuju ke rumahnya. Ia merasa janggal karena itu terjadi tidak hanya sekali, namun beberapa kali di hari yang berbeda.

Tentu saja kita tidak ingin kasus Novel tidak terungkap. Pemerintah harus segera membuat Tim Gabungan Pencari Fakta (TPGF) untuk menuntaskan kasus ini. Jika teman-teman ingin mendukung penuntasan kasus Novel Baswedan, kalian bisa klik di sini change.org/novelkembali.

Leave a Comment!

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top