Salah Kirim (Film)

Februari 15, 2017 by admin in alat bantu belajar
Salah Kirim (Film)

Jejak pelanggaran HAM masa lalu tak hanya bisa dilihat lewat artefak-artefak sejarah atau kesaksian penyintas. Dengan menganalisa kejadian-kejadian kecil yang terjadi dalam keseharian, anak muda dapat melihat bahwa banyak kebiasaan dan asumsi kecil yang kita lakukan dapat berujung pada masalah yang lebih besar.

Ide untuk film ini pertama dicetuskan oleh Bapak Muhammad Yunus, guru Sosiologi SMA Negeri 6 Depok beserta Witra Fari, Fajar Maulana, dan Reza Citro – murid-murid dari kelasnya yang bergantian hadir di lokakarya bersama Pamflet. Bermula dari ketertarikan terhadap persoalan penyimpangan di sekolah seperti perundungan (bullying), bolos sekolah, hingga kekerasan dalam pacaran, kami mengajak mereka untuk menganalisa kembali pola kekerasan seperti apa yang sesungguhnya terjadi dalam keseharian mereka.

Pilihan jatuh pada persoalan perundungan, yang menurut mereka adalah masalah universal yang dirasakan semua anak SMA di manapun juga. Usai satu lagi sesi obrolan bersama tim Pamflet dan tim produksi, mereka menyimpulkan bahwa belakangan ini, perundungan rupanya telah beralih wahana. Kita mulai jarang menemukan perundungan yang sesuai stereotip masyarakat umum seperti bermain geng, pukul-pukulan, atau tawuran. Alih-alih, perundungan mulai merambah dunia maya.

Dari sinilah film fiksi Salah Kirim lahir. Film ini terinspirasi dari kisah nyata yang dituturkan para murid dalam obrolan-obrolan kami. Kegalauan khas remaja, didorong oleh media sosial dan kapasitasnya untuk mengobarkan kemarahan tak rasional, berujung pada serangkaian tindakan perundungan kecil yang tanpa disangka-sangka telah menyudutkan seorang murid perempuan.

Film ini disutradarai oleh Metta Cicilia Larasaty, dengan tim produksi campuran – sebagian berisi kru profesional, sebagian diisi oleh murid-murid SMA Negeri 6 Depok. Sepanjang pembuatan film ini, mereka tak hanya terlibat dalam mencetuskan ide dan menganalisa pola masalah. Mereka juga turun langsung dalam proses produksi, dan bekerja bersama kru film profesional yang biasa memproduksi film layar lebar.

Leave a Comment!

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top