Yap Thiam Hien si Advokat Pemberani

Februari 17, 2018 by admin in Rubrik Artikel
Yap Thiam Hien si Advokat Pemberani

Masih dalam suasana perayaan Imlek, Pamflet ingin mengenalkan seorang tokoh keturunan Tionghoa yang banyak membela masyarakat dan bekerja dengan integritas yang tinggi.  Namanya adalah Yap Thiam Hien. Apakah kamu sudah pernah mendengar nama itu sebelumnya? Sebagai seorang advokat, Yap tak segan-segan menghadapi pihak yang lebih berkuasa demi menegakkan keadilan. Berikut ini adalah fakta-fakta menarik yang perlu kamu tahu tentang pembela hak asasi manusia ini.

Mengadvokasi orang miskin secara pro bono

Yap sering mendampingi masyarakat yang tidak memiliki uang untuk membayar advokat. Ia menangani kasus mereka di pengadilan tanpa bayaran alias pro bono. Beberapa kasus yang ditanganinya termasuk membela pedagang di Pasar Senen yang mengalami penggusuran dari pemilik gedung serta seorang pedagang kecap yang mengalami penganiayaan oleh polisi.

Pernah ditahan tanpa proses hukum

Pada Peristiwa Malapetaka Lima Belas Januari 1974 atau yang lebih dikenal dengan sebutan Peristiwa Malari, Yap Thiam Hien turut ditangkap karena membela mahasiswa yang mengadakan demonstrasi besar-besaran. Ia dituduh menghasut mahasiswa melakukan tindakan melawan pemerintah. Penahanan tersebut tidak disertai proses pengadilan.

Membela tahanan politik kasus G30S dan Tanjung Priok

Selain membela masyarakat miskin, Yap tidak pernah takut berhadapan dengan kekuasaan. Ia berani membela klien yang ditolak advokat lain karena memiliki pandangan ideologi yang berbeda. Meski dikenal sebagai seorang antikomunis, Yap pernah membela Subandrio, Kolonel Abdul Latief, serta Oei Tjoe Tat yang dituduh terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965. Selain itu, Yap juga pernah mendampingi tokoh muslim bernama A.M. Fatwa yang dituduh terlibat demonstrasi massa di Tanjung Priok yang berakhir dengan tragedi kejahatan berat hak asasi manusia.

Ikut mendirikan Peradin dan LBH

Bersama dengan beberapa advokat lain, Yap Thiam Hien mendirikan Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Saat itu Peradin adalah organisasi advokat professional Indonesia yang bersifat nasional dan multietnis pertama setelah kemerdekaan. Mulanya, LBH merupakan bagian dari Peradin dengan tujuan memberi bantuan hukum bagi anggotanya. Saat ini, LBH berkembang menjadi lembaga non-pemerintah berbentuk yayasan yang melayani masyarakat dengan prinsip demokrasi dan hak asasi manusia.

Namanya diabadikan sebagai penghargaan bagi pejuang HAM

Tiga tahun setelah tutup usia, nama Yap Thiam Hien menjadi sebuah penghargaan yang rutin diberikan kepada individu dan organisasi pembela hak asasi manusia. Adapun di antara penerimanya adalah pejuang lingkungan dari NTT Aleta Baun, pembela hak pekerja migran Anis Hidayah, wartawan Maria Hartiningsih, orang tua korban Tragedi Semanggi I yang giat mendorong penegakan hak asasi manusia Maria C. Sumarsih, aktivis hak perempuan Suraiya Kamaruzzaman, serta pembela tanah dan masyarakat adat Papua Yosepha Alomang.

Leave a Comment!

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top