Yang Kelewat di Buku Sejarah
Maret 20, 2017 by admin in alat-bantu-belajar 0 Comments

[docembed url="https://www.dropbox.com/s/ofmpoph7f5w2sgb/Yang%20Kelewat%20di%20Buku%20Sejarah_small.pdf?raw=1" viewer="google" width="100%" height="500px" download="all" ]

Read More
Seri Kartu Peristiwa
Februari 15, 2017 by admin in alat-bantu-belajar 0 Comments

Ide kartu-kartu bergambar berbagai peristiwa kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang pernah terjadi di Indonesia digagas oleh Bapak Ari Winarko, guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah di SMA Madania Bogor, untuk membuat siswa ‘terpancing’ untuk mencari tahu lebih banyak tentang kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia dan memahami pola-pola kekerasan dengan membandingkan kasus per kasus. Terdiri dari ilustrasi di satu sisi kartu dan instruksi dalam bentuk narasi peristiwa dan pertanyaan untuk diskusi, kartu-kartu ini dibuat dengan visualisasi bernuansa ‘cerah’ untuk membahas berbagai peristiwa kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang pernah terjadi di Indonesia, dulu dan sekarang, meski banyak dari kasus-kasus tersebut tetap ‘gelap’ dan misterius penyelesaiannya hingga hari ini. Seri kartu peristiwa ini terdiri dari dua belas (12) kasus atau tema, mulai dari kasus-kasus ‘lama’ seperti pembantaian warga di Tanjung Priok (1984), pembantaian warga di Talangsari, Lampung (1989), pembunuhan Marsinah (1993), kekerasan seksual kepada perempuan etnis Tionghoa (1998), Tragedi Semanggi 1 (1998), penculikan dan penghilangan paksa aktivis pro-demokrasi (1997-1998), Daerah Operasi Militer Aceh (1989-1998), pembunuhan Munir (2004), penyegelan Gereja Yasmin Bogor (2008-sekarang), pembunuhan Salim Kancil (2015), pembangunan pabrik semen di pegunungan Kendeng (2010-sekarang), dan polemik tentang hukuman mati. Download

Read More
Salah Kirim (Film)
Februari 15, 2017 by admin in alat-bantu-belajar 0 Comments

Jejak pelanggaran HAM masa lalu tak hanya bisa dilihat lewat artefak-artefak sejarah atau kesaksian penyintas. Dengan menganalisa kejadian-kejadian kecil yang terjadi dalam keseharian, anak muda dapat melihat bahwa banyak kebiasaan dan asumsi kecil yang kita lakukan dapat berujung pada masalah yang lebih besar. Ide untuk film ini pertama dicetuskan oleh Bapak Muhammad Yunus, guru Sosiologi SMA Negeri 6 Depok beserta Witra Fari, Fajar Maulana, dan Reza Citro – murid-murid dari kelasnya yang bergantian hadir di lokakarya bersama Pamflet. Bermula dari ketertarikan terhadap persoalan penyimpangan di sekolah seperti perundungan (bullying), bolos sekolah, hingga kekerasan dalam pacaran, kami mengajak mereka untuk menganalisa kembali pola kekerasan seperti apa yang sesungguhnya terjadi dalam keseharian mereka. Pilihan jatuh pada persoalan perundungan, yang menurut mereka adalah masalah universal yang dirasakan semua anak SMA di manapun juga. Usai satu lagi sesi obrolan bersama tim Pamflet dan tim produksi, mereka menyimpulkan bahwa belakangan ini, perundungan rupanya telah beralih wahana. Kita mulai jarang menemukan perundungan yang sesuai stereotip masyarakat umum seperti bermain geng, pukul-pukulan, atau tawuran. Alih-alih, perundungan mulai merambah dunia maya. Dari sinilah film fiksi Salah Kirim lahir. Film ini terinspirasi dari kisah nyata yang dituturkan para murid dalam obrolan-obrolan kami. Kegalauan khas remaja, didorong oleh media sosial […]

Read More
Di Bawah Bendera Reformasi (Komik)
Februari 8, 2017 by admin in alat-bantu-belajar 0 Comments

Di Bawah Bendera Reformasi adalah alat bantu belajar dalam bentuk komik cetak dan digital yang diproduksi oleh SMA Diponegoro 1 bersama Pamflet dan komikus Utoro Elmar. Dalam proses diskusi yang berlangsung pada tahap pra-produksi, tema reformasi 1998, yang dikerangka dalam kurun waktu sejak peralihan dari Presiden Soekarno hingga jatuhnya presiden Soeharto, dipilih oleh guru dan siswa karena banyak dari siswa yang belum tahu tentang sejarah tersebut karena pada waktu itu mereka belum lahir. Sementara, komik dianggap guru sebagai medium yang akan membuat siswa lebih tertarik membaca dan mempelajari tentang peristiwa reformasi. Dalam proses diskusi alat bantu belajar, ide digagas oleh Bapak Dodo Hidayat, guru sejarah di SMA Diponegoro 1. Alat bantu ini akan digunakan oleh guru dan siswa di dalam kelas. Setelah membaca komik ini, siswa akan diminta untuk menceritakan kembali sebenarnya apa yang telah terjadi pada tahun 1998. Setelah itu, diskusi antara guru dan siswa dilakukan untuk membahas lebih lanjut tentang apa yang melatarbelakangi terjadinya demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap pemerintahan Soeharto dan apa yang terjadi pada warga negara Indonesia terkait dengan kebijakan yang diterapkan oleh Soeharto, mulai dari pembungkaman pers, penculikan aktivis, pembatasan berserikat, dan lain-lain.  

Read More
Jejak Berdarah Kaum Penjajah (Film)
Februari 8, 2017 by admin in alat-bantu-belajar 0 Comments

Sebagai salah satu strategi pembelajaran sejarah yang berkaitan dengan sejarah lokal, guru SMA Al-Azhar 4, Bapak Wahyudin, mencoba mengangkat kembali kisah pembantaian di Rawagede yang terjadi pada 1947. Ide untuk mengangkat peristiwa ini juga untuk merespon pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan (yang tadinya menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Kemanan), untuk membawa kasus Pembantaian Westerling ke pengadilan internasional. Luhut menyampaikan hal tersebut sebagai responnya terhadap International People’s Tribunal (IPT) 1965 yang ingin mengungkap peristiwa pembantaian pada tahun 1965 di Indonesia. Pada kenyataannya, baik Peristiwa Pembantaian Westerling maupun Pembantaian Rawagede sudah diakui sebagai kejahatan perang oleh Belanda, telah diselesaikan secara hukum, dan sudah ada ganti rugi Belanda terhadap korban-korban dari kedua peristiwa tersebut. Film bertema peristiwa Rawagede ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk memberikan informasi bagaimana kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia dapat diselesaikan, serta bagaimana pemerintah sebuah negara seharusnya bertanggung jawab terhadap pembunuhan yang pernah dilakukan atas nama negaranya. Film diproduksi dalam bentuk film dokumenter agar peristiwa dapat disampaikan secara jelas, ditambah dengan wawancara bersama penduduk di Rawagede (saat ini bernama Desa Balongsari, Karawang, Jawa Barat), serta memperlihatkan bagaimana situasi di Rawagede saat ini, enam puluh sembilan tahun setelah peristiwa pembantaian terjadi. […]

Read More
Jejak Panjang Budak Belanda Depok
Februari 8, 2017 by admin in alat-bantu-belajar 0 Comments

Cornelis Chastelein adalah salah satu nama yang penting dalam sejarah Kota Depok. Film dokumenter berjudul Jejak Panjang Budak Belanda Depok yang berdurasi 17 menit ini menceritakan tentang sejarah kedatangan kaoem Belanda Depok di tanah Depok pada akhir abad ke-17. Berawal dari kedatangan seorang saudagar asal Belanda yang bernama Cornelis Chastelein bersama mantan budak kepercayaannya yang dikumpulkannya sewaktu ia masih bekerja untuk VOC dan didatangkan dari berbagai pulau di Indonesia, para mantan budak ini kemudian tumbuh menjadi komunitas yang terdiri dari dua belas marga yang mengelola lahan yang diwariskan oleh Cornelis Chastelein. Komunitas ini–yang sering disebut “Belanda Depok”, juga membentuk Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) untuk melestarikan situs-situs peninggalan Cornelis Chastelein. Film ini tidak hanya menceritakan mengenai kedatangan kaoem Belanda Depok, tetapi juga mengaitkan sejarah penting tentang perkembangan Kota Depok ini dengan dinamika dan interaksi sosial di dalam masyarakat Depok dulu dan sekarang. Tema ini diangkat untuk menampilkan bagaimana komunitas “Belanda Depok” yang beragama Kristen bisa hidup berdampingan dengan umat Islam yang saat ini menjadi mayoritas di Depok. Film ini digagas oleh oleh Bapak Yusuf (Guru Sejarah), Ibu Sri Rahayu (Guru Sosiologi), dan Ibu Dewi Azizah (Guru Pendidikan Kewarganegaraan) di SMA Negeri 5 Depok.

Read More
Permainan Taplak Gunung (Instalasi Interaktif)
Februari 8, 2017 by admin in alat-bantu-belajar 0 Comments

Belajar itu tidak hanya harus di kelas sambil duduk manis mendengarkan guru menyampaikan materi. Seharusnya, guru bisa menggunakan lebih banyak cara kreatif untuk membuat materi pelajaran menjadi lebih menarik. Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang banyak mengandung pendidikan mengenai hak asasi manusia, namun banyak anak muda atau siswa menganggap materi ini adalah hal yang membosankan dan terlalu banyak hafalan. Padahal, pengetahuan tentang hak asasi manusia yang mudah diterapkan dapat menjadi landasan dasar seseorang untuk bisa bersikap kritis dan bersifat toleran terhadap isu-isu yang beredar di sekitar kita. Ide alat bantu belajar dalam bentuk permainan taplak gunung datang dari seorang guru muda bernama Angga Al Farhan, yang masih berstatus mahasiswa tetapi membantu mengajar pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMAN 6 Depok. Pak Angga mencoba menawarkan ide permainan “taplak gunung” yang merupakan permainan tradisional untuk digunakan sebagai medium belajar hak asasi manusia, agar materi-materi lebih mudah dimengerti siswa dan ada simulasi motorik sehingga tidak membuat siswa bosan di kelas. Modifikasi terhadap permainan taplak gunung yang biasa dimainkan di luar ruangan ini dilakukan agar medium menjadi lebih menarik dan lebih fleksibel untuk bisa dibawa-bawa. Taplak gunung biasanya dimainkan di sebidang tanah datar dengan pola yang digambar dengan menggunakan kapur. Namun, untuk permainan ini […]

Read More

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top