Apakah Amin (masih) Paling Serius
Februari 13, 2020 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Pemerintahan baru Jokowi – Amin telah melewati masa 100 hari (28 Januari 2020). Namun sepertinya tidak ada angin segar yang dirasakan oleh masyarakat. Badai besar? Mungkin. Seperti UU KPK terbaru yang menguntungkan koruptor dan UU Cilaka (Omnibus Law) yang masih mengancam pekerja. Badai yang tak henti-hentinya datang membuat kita berpikir apakah kita masih bisa optimis untuk lima tahun ke depan.  Dalam 100 hari tersebut, kita dapat melihat bagaimana Jokowi memposisikan dirinya. Dekat dengan elit, abai terhadap HAM, fokus terhadap investasi, serta selalu membicarakan infrastruktur. Contohnya saja menteri Jokowi menyampaikan dengan mudahnya bahwa tidak ada kasus pelanggaran HAM pada pemerintahannya yang lalu. Padahal, kita dapat melihat dengan jelas bagaimana sikap aparat terhadap massa aksi saat #reformasidikorupsi lalu.  Banyak juga hak-hak minoritas yang dipinggirkan serta pembungkaman terhadap kebebasan berpikir dan berekspresi oleh pemerintah. Namun dari 100 hari kinerja pemerintahan Jokowi – Amin  ada yang menarik perhatian, yaitu apa saja yang sudah dilakukan oleh wapresnya, Ma’ruf Amin? Coba buka browser, lalu cari dengan kata kunci “Ma’ruf Amin”. Maka anda temukan hanya sedikit berita tentang Ma’ruf Amin. Pada Februari ini saja hanya muncul “Rocky Gerung Salah Sebut Nama Ma’ruf Amin” serta penolakan terhadap legalisasi ganja. Sisanya hanya wikipedia, media sosial Ma’ruf Amin, serta berita […]

Read More
5 Serial yang Bikin Kamu Mikir
Februari 10, 2020 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Udah bosen ngubek-ubek televisi (yang isinya sinetron dan lawakan kurang relatable), Netflix, dan YouTube tapi isinya gitu-gitu aja. Rekomendasi dari temen juga belum tentu asik. Nah, Pamflet punya rekomendasi serial-serial yang (mungkin asik) dan bisa bikin kamu mikir, nih. Mikir soal apa? Bisa jadi sesuatu yang ada di dalam atau di luar dirimu, misalnya soal masa remaja, percintaan, persahabatan, tekanan hidup, maupun hal yang bikin kamu–sedikit merasa lebih–senang. SKY Castle (JTBC, 2018) Kalau kalian suka nonton serial drama Oppa atau Eonnie dari Negeri Gingseng ada rekomendasi yang cocok dan oke banget, yaitu SKY Castle. Tenang, ini bukan sekadar drama Korea menye-menye yang unyu, uwu gitu. Drama ini bercerita tentang tekanan yang didapatkan oleh para orang tua dan remaja yang tinggal di kawasan elit SKY Castle akibat standar sosial mengenai prestasi anak mereka. Depresi yang dialami para orang tua, khususnya Ibu yang memang diberikan beban penuh untuk mengurus urusan domestik. Diceritakan bahwa salah satu Ibu memilih untuk bunuh diri karena tahu anaknya tidak bahagia. Ada pula persaingan tidak sehat dan kecurangan antara remaja-remaja tersebut di sekolah. Parahnya, persaingan dan kecurangan ini difasilitasi oleh orang tua mereka lewat perantara gurunya. Para remaja ini juga mengalami depresi bahkan krisis kepercayaan akibat perlakuan kedua […]

Read More
UU PSDN: Undang-Undang Ngaco Itu Tak Peduli HAM
Februari 6, 2020 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Pernahkah kalian mendengar konflik agraria TNI vs Petani Urut Sewu? Konflik ini dipicu klaim sepihak TNI atas lahan yang diklaim oleh warga sebagai miliknya. Klaim TNI atas lahan tersebut sampai pada kegiatan pemagaran sepihak oleh TNI di wilayah Urut Sewu sepanjang sekitar 22,5 km. yang diklaim sebagai tanah negara. TNI bersikukuh bahwa tanah tersebut merupakan milik negara yang bisa dimanfaatkan oleh TNI termasuk untuk pelatihan militer. Bentrok pun terjadi, dan berakhir pada belasan warga terluka akibat pukulan tongkat TNI. Sepanjang tahun belakangan ini, mungkin kalian sering disuguhkan dengan konflik antara warga sipil dengan aparat negara atau melihat video bagaimana penanganan aparat terhadap warga yang protes. Mungkin saja kalian akan melongo ketika melihat adegannya. Secara spontan dan tanpa pikir panjang kalian akan misuh terhadap rezim ini, dan kata-kata kasar mulai terbatin dalam diri kalian tak kunjung putus. Kata-kata kasar kalian adalah gambaran UU PSDN yang hendak dibahas dalam tulisan ini. Ya, pasal dalam undang-undang ini bermasalah dan berpotensi menghadirkan konflik serupa. Di bawah rezim kepemimpinan presiden yang selalu ingin tampak seperti generasi 4.0, pemerintah mengajukan RUU PSDN dan masuk dalam Prolegnas tahun 2018. Kemudian, RUU ini disahkan dan diundangkan pada Oktober 2019 menjadi Undang-Undang No. 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber […]

Read More
Banjir: Tanggung Jawab Siapa?
Januari 28, 2020 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Awal 2020 ini Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan deras. Hujan tersebut menyebabkan banjir. Walau Jakarta memang sering terkena banjir, namun banjir kali ini menjadi banjir yang terburuk setelah banjir 2007. Jakarta memang memiliki permukaan yang lebih rendah dari permukaan laut. Permukaan di Jakarta memiliki rata-rata laju penurunan tanah sekitar 3 – 18 cm per tahun. Menurut LIPI, banjir tersebut terjadi bukan karena banjir kiriman dari Bogor. Banjir di jakarta pada 31 Desember – 1 Januari terjadi karena curah hujan yang ekstrem (>150 mm/hari) dan tidak pernah terjadi sebelumnya sejak 1990-an. Di sisi lain perubahan ahli fungsi lahan yang berlangsung cepat menyebabkan kemampuan daya resap sistem daerah aliran sungai di Jabodetabek terhadap air hujan menurun.   Banjir mengakibatkan banyak rumah yang terendam, mematikan aliran listrik, membuat transportasi umum tidak beroperasi seperti biasa. Banyak KRL yang tidak jadi berangkat serta beberapa halte transjakarta yang tidak bisa dilewati karena banjir.  Tidak ada peringatan dini yang diberikan pemerintah membuat warga tidak dapat bersiap-siap. Setidaknya ada beberapa pompa air yang rusak karena terendam banjir. Class Action Banyak warga yang dirugikan menyalahkan Anies karena dianggap tidak mampu untuk mengatasi banjir. Diinisiasi oleh tiga pengacara akhirnya mereka menggugat Anies dengan gugatan class action. Gugatan classs action atau gugatan […]

Read More
Lima Sihir Polisi di Kasus Novel Baswedan
Januari 27, 2020 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Akhir tahun lalu ada yang masih ingat ada berita heboh apa? Bukan, bukan soal ramalan tahun baru tikus emas. Ini berita tentang penangkapan dugaan pelaku penyiraman air keras Novel Baswedan. Wow, akhirnya setelah menunggu dua tahun lebih kejelasan dan penyelesaian kasus ini, pihak kepolisian berhasil menemukan dua tersangka penyerangan terhadap Novel. Keduanya adalah anggota Polri yang statusnya masih aktif. Pertama adalah anggota Satuan Bantuan Pasukan Gegana Korps Brimob dengan pangkat Brigadir berinisial RM. Kedua adalah pria berinisial RB yang merupakan anggota Pelopor Brimob berpangkat Brigadir Kepala. Dalam kasus ini RM diduga berperan menyiramkan air keras, sementara RB yang mengantar RM ke rumah Novel. Eh, tapi banyak orang yang mengatakan jika penangkapan tersangka penyiraman air keras ini dipenuhi kejanggalan. Sudah tahu belum sih, apa saja kejanggalan di penangkapan tersangka kasus penyerangan Novel tersebut? Yuk, simak di bawah ini. Waktu Penetapan Tersangka Nah, jika berdasarkan timeline kasus Novel nih, waktu penangkapan tersangka ini agak aneh. Tahu gak kenapa? Jadi, pada 23 Desember 2019 pihak kepolisian sudah mengeluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke-3 dan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) ke-10 yang isinya menyatakan jika pihak kepolisian mengaku kesulitan untuk menemukan dan mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel. Bahkan kasus yang sudah memasuki […]

Read More
Mengurai Fakta di Balik Hoax Novel Baswedan
Januari 24, 2020 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Kalian masih ingat gak sih soal kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan? Penyiraman air keras itu membuat mata kiri Novel kehilangan fungsi penglihatannya. Meski sudah dirawat dan diobati di Singapura, tapi kondisi matanya tidak bisa pulih seperti semula. Parahnya hingga kini kepolisian belum juga berhasil menemukan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel tersebut. Padahal kita semua tahu sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan bersama pegawai KPK lainnya telah berhasil mengungkap sejumlah kasus korupsi di Indonesia. Untungnya, meski kondisi penglihatannya tidak sama seperti dulu, Novel masih tetap mampu membantu KPK dalam mengungkap kasus korupsi yang ada. Terkait kasus Novel Baswedan, belum lama ini juga banyak tersiar kabar bohong yang menyudutkan pihak Novel serta KPK. Kabar ini berseliweran di berbagai media, baik sosial media maupun media mainstream lainnya. Kabar bohong atau hoax ini sengaja disebarkan untuk membuat citra diri Novel dan KPK menjadi buruk di mata publik. Nah, kalian harus tahu hoax apa saja yang menyerang Novel Baswedan dan KPK ini. Jangan sampai kalian juga ikut termakan hoax yang tersebar di media itu ya. Kasus Novel Baswedan adalah rekayasa dan Novel menggunakan softlens Baru-baru ini tagar #TangkapDewiTanjung ramai di Twitter. Ini merupakan reaksi netizen atas adanya laporan Dewi Tanjung […]

Read More
Hari Antikorupsi, Cuma Sehari
Januari 22, 2020 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Korupsi adalah permasalahan besar dan telah mengakar. Mulai dari pejabat yang duitnya udah banyak sampai kepala desa yang miskin saat pencalonan dan jadi kaya mendadak setelah dipilih bisa melakukan praktik korupsi. Korupsi memang jalan pintas untuk mengumpulkan pundi-pundi uang, namun akibatnya jelas sangat terasa bagi masyarakat. Indonesia Corruption Watch (ICW) aja bilang, kalau kerugian negara tahun 2018 mencapai 9, 29 Triliun. Itu artinya bisa mensejahterakan anak-anak yang kurang gizi, memperbaiki fasilitas sekolah yang kurang memadai, dan juga membangun desa-desa dengan kategori 3T (tertinggal, terluar, terdepan).  Sekarang praktik korupsi juga semakin kreatif. Tak tanggung-tanggung, desa jadi cara yang ditempuh untuk mengakali aliran uang. Kemenkeu pun geram karena ternyata ada desa bohongan (fiktif) yang mendapat aliran dana desa. Ya, bukan hanya cerita yang fiktif, desa pun bisa dibuat fiktif oleh koruptor. Desa fiktif adalah sebutan untuk wilayah kecil yang tidak memiliki kriteria sebagai desa, atau desa yang sudah mulai tak berpenghuni. Walau Kemendagri menolak sebutan desa fiktif tersebut (desa fiktif adalah julukan yang diberikan oleh Kemenkeu), ia akan mengecek dana yang tersalurkan ke bupati dan gubernur.  Kejadian ini dapat mempengaruhi Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia. FYI, IPK Indonesia pada 2017 adalah 37, sedangkan pada 2018 Indonesia mendapat nilai 38. Ya, selama setahun […]

Read More
Stop Following Beauty Standard! You’re Beautiful Just The Way You Are
Januari 21, 2020 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Sudah pada nonton film Imperfect belum nih? Film yang dirilis menjelang pergantian tahun 2020 ini diangkat dari sebuah buku dengan judul yang sama karya Meira Anastasia. Film ini memiliki cerita yang sarat makna namun mampu dikemas dengan ringan dan menghibur. Ada kritik kuat yang coba disampaikan melalui film ini, yaitu mengenai konstruksi budaya patriarki yang mempengaruhi pandangan umum mengenai tubuh perempuan, khususnya perihal standar kecantikan.  Tokoh Rara yang digambarkan memiliki kulit gelap dan bobot tubuh di atas rata-rata kerap kali dibandingkan dengan adiknya oleh ibunya, karena adiknya memiliki kulit lebih terang dan langsing. Di kantor tempat Rara bekerja juga dirinya sering mengalami beragam bentuk body shaming dari teman sekantornya, misalnya diejek seperti ibu hamil dan tidak diizinkan untuk bergabung untuk makan bersama di jam istirahat kantor. Selain itu bos di kantor Rara juga mengatakan bahwa Rara bisa saja menempati posisi yang lebih tinggi asalkan dia cantik dan langsing, karena kemampuan otak saja tidak cukup. Parahnya, teman Ibu Rara yang merupakan sesama perempuan ikut menghakimi fisik Rara dengan mengatakan jika Rara tidak cantik. Cerita tentang bagaimana lingkungan terdekat Rara menghakimi fisik Rara merupakan bentuk nyata telah mengakarnya budaya patriarki di masyarakat. Budaya patriarki selalu menempatkan perempuan sebagai individu yang powerless dan […]

Read More
Kita dan “Rencana” Perang Dunia Ketiga
Januari 13, 2020 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Sejak Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia disetujui oleh seluruh negara di dunia tahun 1948, nyatanya dunia tidak serta merta damai dan satu negara hidup rukun dengan negara tetangganya, baik jauh maupun dekat. Ada saja negara yang masih memiliki ego untuk berkuasa atas negara lain dengan ikut campur dalam pemilihan kepada negara, atau ikut campur dalam penerbitan perundang-undangan dalam negara tersebut. Bahkan, Indonesia tidak luput dalam hal tersebut.  Pada tahun 1965, yang merupakan tragedi tergelap di sejarah kita, disinyalir bahwa Amerika Serikat ikut campur dalam insiden ini, ingin mengganti Presiden Soekarno yang dinilai anti Amerika dan pro Soviet dengan presiden yang lebih pro terhadap Amerika. Insiden terjadi tidak hanya sekedar mengganti presiden, namun mengorbankan ratusan ribu orang sembari menciptakan narasi buatan yang tidak semuanya bisa dipercaya begitu saja. Peristiwa berdarah ini dilengkapi dengan penerbitan izin pembangunan perusahaan pertambangan Amerika terbesar di Indonesia bernama Freeport, yang memberikan keuntungan sebesar-besarnya pada Amerika (dan juga keluarga presiden pengganti kala itu), namun kesengsaraan pada Rakyat Papua. Ego inilah yang sepertinya, jika campur tangan Amerika dalam sejarah Indonesia benar adanya, masih menjadi tabiat negara adidaya ini pada negara lain, dalam hal ini Iran.   Amerika dan Iran Dengan kekayaan minyak yang dimiliki sehingga menjadi negara ketiga […]

Read More
Aparat Yang Tanpa Kekerasan Adalah Aparat Yang Fiktif
Desember 26, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

John Locke dalam bukunya yang telah menjadi klasik itu “The Second Treaties of Civil Government and a Letter Concerning Toleration” mengatakan bahwa semua individu dikaruniai oleh alam hak untuk hidup, kepemilikan dan kebebasan yang merupakan milik mereka sendiri dan tak dapat dicabut atau dipreteli oleh Negara. Menurut Locke ada yang namanya kontrak sosial antara rakyat dengan pemimpinnya. Kontrak sosial ini memuat perlindungan hak yang tidak dapat dicabut oleh Negara dan diserahkan kepada Negara. Akan tetapi menurut Locke apabila Negara mengabaikan kontrak sosial itu dengan melanggar hak-hak kodrati individu, maka rakyat bebas menurunkan penguasa dan menggantinya dengan penguasa baru yang bersedia menghormati hak-hak tersebut.[1] Selain hak-hak yang disebutkan di atas oleh Locke. Setiap warga Negara juga mempunyai hak menyatakan protes kepada pemerintah dan hak agar tidak diperlakukan dengan cara kekerasan, hak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. Hak-hak itu dijamin oleh konstitusi kita dan tertulis dalamnya. Nah, ini yang dimaksud Locke sebagai kontrak sosial. Namun, tampaknya tidak semua paham akan hak-hak warga negara tersebut, tak terkecuali aparat negara sendiri. Entah itu belum tahu atau memang tidak mau tahu. Jadi begini, baru-baru ini ada kasus penggusuran rumah-rumah warga di daerah […]

Read More

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top