Buzzer Politik, Manipulator Opini Publik
Oktober 29, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Dalam dua bulan terakhir, gerakan Reformasi Dikorupsi menyadarkan kita bahwa Indonesia tidak sedang baik-baik saja. Ribuan mahasiswa, pelajar, buruh, dan berbagai elemen masyarakat sipil turun ke jalan untuk memperjuangkan demokrasi dan agenda pemberantasan korupsi. Namun, di tengah air mata, darah, dan keringat yang tumpah, media sosial malah ramai dengan berbagai opini yang mendiskreditkan perjuangan mereka. Dua upaya mendiskreditkan gerakan Reformasi Dikorupsi bisa kita lihat melalui tersebarnya screenshot percakapan grup WhatsApp STM dan hoaks ambulan pengangkut batu untuk massa aksi. Kedua hal tersebut bertujuan untuk memanipulasi informasi, sehingga masyarakat tidak lagi bersimpati. Melalui tulisan Information Manipulation Theory, Steven A. McCornack menjelaskan bahwa informasi dapat dimanipulasi sesuai permintaan dan situasi kompleks. Dalam teori tersebut, dijelaskan pula bahwa manipulasi informasi dapat dilakukan melalui beberapa strategi yang telah terencana. Manipulasi informasi dilakukan dengan menyebarkan informasi yang bersifat memanipulasi (deceptive). McCornack menyebutkan terdapat berbagai jenis pesan manipulatif, yakni pemalsuan (falsification) yang menolak validitas informasi yang benar; distorsi (distortion) yang dilakukan dengan melebihkan, meminimalisir, dan pengelakan; serta penghilangan (omission) yang dilakukan dengan menghilangkan referensi-referensi yang relevan. Upaya manipulasi informasi tentu bukanlah sesuatu yang baru, laporan Oxford Internet Institute berjudul The Global Disinformation Order 2019 Global Inventory of Organised  Social Media Manipulation mengungkapkan bahwa upaya manipulasi di media sosial […]

Read More
Yang Fana adalah Perpu, Korupsi Abadi (?)
Oktober 23, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Masih terngiang jelas teriakan mahasiswa bersama masyarakat di jalan September lalu. Mereka mendesak DPR untuk menghapus Rancangan Undang-Undang (RUU) yang bermasalah dan salah satunya adalah RUU KPK. RUU KPK dinilai dapat memperkuat koruptor dalam melakukan aksinya. Walau sudah berhari-hari melakukan aksi nampaknya suara mereka tidak ditanggapi oleh serius. Alih-alih menanggapi, pemerintah lewat menristekdikti malah mengeluarkan pernyataan bahwa akan memberikan sanksi kepada rektor yang mengizinkan mahasiswanya berdemo. Hal tersebut sangat disayangkan karena demonstrasi adalah hak menyampaikan pendapat di muka umum dan dilindungi konstitusi. Meski pada akhirnya DPR menunda banyak RUU yang bermasalah untuk disahkan seperti RUU Minerba, RUU Pertanahan serta RKUHP, tapi ternyata RUU KPK tetap disahkan pada 17 September lalu. DPR terkesan ingin memadamkan KPK daripada memadamkan korupsi yang merajarela. Walhasil masyarakat pun akhirnya mendesak Jokowi untuk segera menerbitkan perpu. Namun DPR merespon negatif desakan tersebut. DPR meminta masyarakat untuk memakai jalur konstitusi yang sudah disiapkan jika RUU KPK dinilai bermasalah. Jalur tersebut adalah jalur judicial review. Eh, jalur konstitusi? Emangnya perpu bukan jalur yang konstitusional? Faktanya, perpu merupakan salah satu jalur konstitusi. Perpu adalah hak prerogatif atau hak istimewa yang dimiliki oleh kepala negara mengenai hukum dan pengeluarannya didasarkan pada penilaian subjektivitas presiden. Presiden memang tidak bisa seenak udel […]

Read More
Pernyataan-Pernyataan Ajaib Pejabat Publik
Oktober 19, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Gemes sendiri nggak sih setiap kali dengar pernyataan dari pejabat publik yang ajaib-ajaib. Sebagai orang yang terpilih untuk menyelesaikan permasalahan bangsa, pejabat publik seharusnya punya solusi yang baik atau paling tidak berkata yang masuk akal dan menunjukkan kapasitasnya. Yuk, kita simak beberapa pernyataan pejabat publik yang ngawur dan kenapa omongannya itu nggak seharusnya dikeluarkan.   Tarif BPJS Naik Biar Masyarakat Jaga Kesehatan “Kelas I dan II ini kan kenaikannya sebagian besar dari mereka itu untuk bisa menjaga kesehatannya secara preventif. Saya rasa di manapun namanya fasilitas kesehatan itu enggak ada yang seperti kita lakukan waktu dulu, melihat iurannya,” kata Puan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (9/10) seperti dikutip dari CNN Indonesia. Pernyataan ini bermasalah karena, pertama, jaminan kesehatan adalah hak asasi manusia yang wajib dipenuhi negara. Negara harus bisa menjamin seluruh warganya dapat terlindungi dengan jaminan kesehatan ini. Jika tarif BPJS dinaikkan dua kali lipat ada beberapa skenario yang dapat terjadi, satu, banyak keluarga yang akan menurunkan kelasnya, dua, ada keluarga miskin yang keluar dari keanggotaan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) skema PBI (Penerima Bantuan Iuran) karena pemerintah mengurangi kuotanya.  Kedua, pernyataan ini bertendensi mengaburkan realita. Banyak rakyat yang sakit bukan karena semata-mata malas menjaga kesehatan. Kita […]

Read More
Siapa Pribumi?
Agustus 19, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Lagu Wajib Sepertinya perlu menambahkan satu lagu wajib yang perlu dinyanyikan saat 17 Agustus setiap tahunnya. Rekomendasi yang bisa pas saat ini berjudul Lagu Wajib oleh Sisir Tanah. Liriknya juga kurang lebih dengan lagu nasional ‘Tujuh belas Agustus tahun empat lima, itulah hari kemerdekaan kita, hari merdeka nusa dan bangsa, hari lahirnya bangsa Indonesia, merdekaaaaa…!!!’ meski alunan melodi dan iramanya sedikit mellow tapi cukup dapat mengena di kondisi saat ini.  “Yang wajib dari hujan adalah basah Yang wajib dari basah adalah tanah Yang wajib dari tanah adalah hutan Yang wajib dari hutan adalah tanam Yang wajib dari tanam adalah tekat Yang wajib dari tekad adalah hati Yang wajib dari hati adalah kata Yang wajib dari kata adalah tanya Yang wajib dari tanya adalah kita Yang wajib dari kita adalah cinta Yang wajib dari cinta adalah mesra Yang wajib dari mesra adalah rasa Yang tak wajib dari rasa adalah luka” Momentum 17 Agustus selalu dikaitkan dengan masa-masa perjuangan para pendahulu yang telah berjuang untuk Indonesia. Terlebih lagi, warga Indonesia yang merasakan hari ini bisa merasa bangga karena sudah merdeka. Pertanyaannya, apakah warga Indonesia benar-benar sudah merdeka di kondisi yang diskriminatif, penuh dengan kekerasan, rasis, seksis, korup seperti hari ini? Atau pertanyaannya […]

Read More
Mengenal Oposisi dalam Parlemen Indonesia
April 4, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Oposisi Menantang Pemerintah Terpilih Layaknya pertandingan debat antar mahasiswa, yang mana tim afirmatif akan mendapatkan perlawanan dari tim lawan yang menawarkan ide baru dari sebuah topik, kelompok oposisi melakukan tugas yang sama dalam sebuah sistem politik negara. Sistem politik yang mengenal pihak oposisi dalam parlemen berakar pada sistem politik yang berkembang di Inggris sejak 1807. Dalam sistem parlementer di Inggris ini (kita menyebutnya sistem Westminster), sederhananya, kubu pemerintah dan kubu oposisi dalam parlemen saling menguji argumen untuk menentukan peraturan yang tepat diterapkan di Inggris. Adanya kubu oposisi dinilai sebagai jalan tengah yang baik dalam menguji kelayakan sebuah undang-undang atau ketentuan baru. Setiap kubu menawarkan sebuah ide atau usulan dalam sebuah forum dan akan dikritisi oleh kubu lainnya. Jika sebuah usulan dianggap tidak layak, kubu seberang akan menawarkan usulan lain yang dinilai lebih baik. “Perseteruan” argumen ini nyatanya kadang tidak semulus dan seterhormat yang kita duga. Terkadang, adu argumen juga disertai dengan pemotongan pembicaraan sebelum argumen selesai diungkapkan, saling menunjuk, meniru, bahkan hingga saling merendahkan dan melempar meja. Keseruan ini, menurut The Guardian, bahkan menjadi salah satu alasan mengapa kanal TV BBC Parliament (kanal TV yang menayangkan sidang parlemen) di Inggris meraih jumlah penonton lebih banyak dibanding MTV. Menarik ya? Kejadian […]

Read More
Film-Film yang Membantumu Berpikir Ulang tentang Diskriminasi
Maret 22, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Diskriminasi atau pembedaan perlakuan terhadap seseorang sudah lama ada di muka bumi dan sering kali muncul dalam berbagai rupa. Kali ini Pamflet merekomendasikan beberapa film yang mengandung diskriminasi agar kita sama-sama belajar mengenai bentuk-bentuk diskriminasi yang bisa muncul di kehidupan kita sehari-hari dan bagaimana untuk tidak menjadi orang yang diskriminatif dan diam saja melihat ketidakadilan. Penasaran apa saja filmnya? Berikut daftarnya. Schindler’s List (1993) Film yang, berdasarkan pemikiran subjektif, harus ditonton setidaknya sekali seumur hidup. Film hitam putih yang menjadi film terbaik Oscar tahun 1994 ini menceritakan seorang pebisnis baik hati yang diperankan oleh Liam Neeson, sebelum dia jadi seorang ayah protektif di seri film Taken (hehehe). Berlatar belakang Perang Dunia II yang terjadi di tahun 1945, film ini berhasil mengiris hati dan membuat saya gak bisa tidur nyenyak serta kehilangan semangat hidup seminggu penuh lantaran penggambaran kekejian Nazi pada keturunan Yahudi Polandia. Selain cerita yang epik, dan menyedihkan secara kurang ajar, musik garapan John Williams untuk film ini juga kadang membuat dengkul lemas. Kalau kamu penggemar olah raga Ice Skating, pasti kamu tahu atlet Rusia bernama Yulia Lipnitskaya yang menggunakan musik yang sama untuk menghidupkan kembali anak kecil berbaju merah, yang tampil sekilas di film ini, di atas es. […]

Read More
Jomblo Tapi Kece
Februari 18, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

  Sehari setelah Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day), ditetapkan, secara sepihak oleh orang-orang jomblo, bahwa 15 Februari adalah Hari Jomblo Sedunia (Singles Day). Lantas, apa yang harus dirayakan? Jawabannya: terserah kamu. Lebaran kamu rayakan dengan tidur sepuasnya di rumah pun tidak ada yang melarang. Nah, Pamflet ingin merayakan Singles Day dengan memperkenalkan kamu pada tokoh-tokoh jomblo keren yang menghasilkan banyak karya berpengaruh di dunia. Yah, hitung-hitung, menjadi penyemangat kamu bahwa menjadi jomblo bukan satu alasan bagi kamu untuk berhenti berkarya melawan ketidakadilan.   Tan Malaka Tokoh sejarah Indonesia ini memiliki jalan hidup yang tak biasa. Sepanjang hidupnya aktivis kemerdekaan yang sering disebut patjar merah ini pernah tiga kali jatuh cinta namun tak pernah berakhir di pelaminan. Buku-buku yang digarap Tan Malaka adalah Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika), Gerpolek (Gerilya, Politik, dan Ekonomi), Dari Penjara ke Penjara juga Aksi Massa. Sebagai jomblo revolusioner, perjuangan Tan Malaka buat Indonesia memang nggak perlu diragukan lagi, seperti menulis berbagai buku, berbicara di kongres internasional, membentuk kesatuan massa, keluar masuk penjara, bahkan pernah bertempur melawan Belanda secara langsung.   Soe Hok Gie Ini dia satu lagi jomblo intelektual dari Indonesia yang mungkin namanya sudah kamu kenal. Gie yang terkenal sebagai kolumnis cum aktivis ini mati muda […]

Read More
Memahami Koalisi di Indonesia
Februari 15, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Dalam sistem pemerintahan Indonesia, kita tahu bahwa setiap pemilihan presiden dan wakil presiden selalu ada dua atau tiga kelompok besar yang terdiri dari partai-partai politik. Tahun ini, terdapat pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno yang merupakan hasil rembuk bersama, dengan tawar-menawar serta ketegangan di dalam kelompok partai-partai politik tersebut. Bisa dibilang, kedua pasangan ini adalah wajah yang dihasilkan oleh sebuah struktur besar, yaitu partai koalisi. Untuk memahami fenomena ini, kita perlu mengetahui apa itu koalisi. Koalisi adalah kerja sama. Kerjasama yang dibangun dalam sebuah koalisi adalah perjanjian di antara individu atau kelompok di mana mereka bekerja sama, namun untuk kepentingan masing-masing. Pengertian ini tidak berbeda dengan penjelasan teori politik yang mengatakan bahwa partai koalisi sering dikaitkan dengan persekutuan, gabungan atau aliansi beberapa unsur, di mana dalam kerja samanya, masing-masing anggota koalisi memiliki kepentingan sendiri-sendiri. Partai koalisi ini sering kali mendukung apapun langkah yang dikeluarkan oleh perwakilan yang didukungnya, entah itu presiden dan wakil presiden yang saat ini menjabat ataupun lawan politiknya. Dalam sistem pemerintahan presidensial yang berlaku di Indonesia terdapat dua jenis koalisi. Pertama, koalisi yang “relatif” permanen karena dalam konteks indonesia koalisi ini biasanya akan bertahan sampai lima tahun. Koalisi ini bertahan lama karena nantinya presiden yang terpilih akan […]

Read More
Ah, Lagi-Lagi Harus Belajar Konsen
Februari 14, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Berkaca pada kasus Agni, agaknya kita lagi dan lagi harus terus mengingatkan diri sendiri, dan juga orang lain (sekadar mengingatkan ala-ala netizen) mengenai konsen. Ironis memang bahwa belum semua orang paham terhadap konsep ini. Bagi kamu yang memang belum tahu apa itu konsen, kata lain yang dapat menggantikan kata ini adalah persetujuan. Jika kamu sedang kuliah, mungkin acap kali berhadapan dengan benda bernama informed consent atau lembar persetujuan. Informed consent adalah sebuah dokumen yang dibuat untuk meminta persetujuan orang lain saat (biasanya) melakukan penelitian. Dokumen ini berupa satu lembar pernyataan bahwa orang tersebut bersedia untuk memberikan informasi demi kepentingan penelitian. Di sisi lain, pihak pengambil informasi menjanjikan untuk tidak menyebarluaskan informasi yang didapat untuk kepentingan lain di luar penelitian. Nah, harusnya sih, sebagai orang yang sedang kuliah, mas HS (pelaku pelecehan seksual kepada Agni) mengerti konsep konsen. Tapi sayangnya, mas HS sepertinya hanya mengikuti hawa nafsunya, alih-alih bertanya dulu. Kisah Agni ditulis beberapa media sebagai berujung “damai” yang terdengar dipaksakan oleh pihak kampus. Mungkin agar “nama baik” kampus tidak tercoreng. Duh, UGM. Tetapi kamu juga harus tahu kalau Agni tidak berdamai! Penandatanganan kesepaakatan tersebut merupakan kesepakatan penyelesaian non-litigasi atau penyelesaian sengketa alternatif yang prosedur penyelesaiannya di luar pengadilan dengan cara […]

Read More
Pelajar SMP Wonogiri Melawan Kekerasan Seksual di Sekolah
Februari 12, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

My old sister is in danger/My young sister is in danger My aunty is in danger/My mother is in danger Don’t teach how to dress*/Teach your brain about humanity My family is in danger/Your family is in danger My friends are in danger/You are all in danger – Sister in Danger     Sepenggal lirik grup musik asal Jakarta ini menjadi gambaran betapa maraknya kekerasan seksual terjadi di Indonesia saat ini, hingga semua orang seolah berada dalam bahaya. Jika dulu kekerasan seksual dilakukan di tempat-tempat sepi, sekarang kekerasan seksual bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, bahkan tempat anak-anak menuntut ilmu. Seperti yang terjadi di SMP Negeri 1 Slogohimo, Wonogiri, Jawa Tengah pada 26 Januari awal tahun ini. Seorang guru yang seharusnya mendidik dan mengayomi anak didiknya, malah melakukan sesuatu yang sangat tidak pantas. Bagaimana tidak, guru bahasa Inggris berinisial HM ini menyentuh payudara murid perempuannya di dalam kelas, di depan pelajar lain karena muridnya itu dituduh tidak mengerjakan tugas yang diberikan. Sontak tindakan tersebut menyulut kemarahan dan aksi protes teman-teman korban. Ratusan siswa melakukan unjuk rasa di depan lapangan sekolah, menuntut guru tersebut segera dipecat. Aksi ini bahkan membuat polisi turun tangan dan meminta para pelajar untuk tenang. […]

Read More

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top