Sekilas Tentang Utopia Damai di Indonesia
November 1, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

“…dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…” Tentu banyak dari kamu yang tahu dari mana kalimat di atas berasal? Yup, pembukaan Undang-Undang Dasar negara kita. Biasanya pembukaan UUD dibacakan saat kita upacara bendera di hari Senin. Bisa jadi, kamu pernah jadi petugas pembaca naskah tersebut. Tapi, apakah kita benar-benar mengerti maksud isinya? Naskah tersebut menjadi semacam janji negara Indonesia, setelah menjadi negara yang merdeka, akan menjadi negara yang sejahtera, cerdas, damai, dan adil. Kira-kira begitulah singkat katanya. Setelah lepas dari penjajahan, tentu banyak cita-cita negara yang muncul sehingga negara kita bisa jadi negara yang maju. Salah satunya, maju dalam perdamaian sehingga masyarakat bersatu, mengesampingkan perbedaan, dan hidup dengan rukun. Memang terdengar sangat utopis, namun jika seorang manusia seperti kamu dan saya ingin hidup, tentu kita menginginkan lingkungan yang aman dan tentram bukan? Lantas, apakah hal tersebut sudah tercapai? Sayangnya, belum. Bisa saja kita tidak merasakan konflik apapun di lingkungan rumah kita. Terkadang memang konflik yang memakan korban jiwa terjadi di tempat yang jauh dari rumah kita. Katakanlah rumah kita di Jakarta, tentu konflik warga di Ambon, Poso, Sampit, dan Tolikara sangat jauh dari keseharian kita dan menganggap hal tersebut tak akan terjadi di daerah […]

Read More
#MudaToleran
Oktober 15, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

“Memuliakan manusia berarti memuliakan penciptanya. Merendahkan dan menistakan manusia berarti merendahkan dan menistakan penciptanya.” -Gus Dur-   Seharusnya pernyataan Gus Dur ini cukup membuat kita semua tersadar bahwa persaudaraan manusia adalah hal yang penting untuk dijaga. Kadang miris jika melihat banyak orang dengan mudah menghakimi dosa seseorang, menghakimi kesalahan seseorang, bahkan menghakimi apakah orang lain pantas masuk surga atau neraka. Tanpa sadar mereka sudah mendahului Tuhan untuk melakukan tugas tersebut. Baik ulama ataupun bukan.   Fenomena ini sebenarnya bukanlah hal yang baru. Presiden RI yang pernah menjabat selama 30 tahun menyusupkan ide ini ke alam tak sadar masyarakat Indonesia, bahwa menghakimi orang lain dan bertindak langsung terhadap hal tersebut adalah hal yang wajar. Presiden yang sama dulu menciptakan sentimen ras tionghoa yang sampai sekarang banyak orang mengamini. Hal ini tercermin pada 2017 lalu saat Pilkada Jakarta dipenuhi dengan kampanye sentimen kepercayaan dan ras yang menyudutkan Ahok. Kemarahan masyarakat dibangkitkan dengan narasi yang seutuhnya tidak dapat dipertanggungjawabkan seperti “Haram hukumnya seorang muslim dipimpin seorang kafir” atau “Orang Cina mencuri kekayaan Indonesia”. Di tahun inilah, peringkat Indonesia dalam Indeks Demokrasi Global anjlok 20 peringkat, dari peringkat 48 menjadi 68.   Meski bukan sepenuhnya hal baru, namun meningkatnya sentimen ini menjadi semakin menemukan […]

Read More
Anak Muda Sering di “Swipe Left” oleh Negara
September 7, 2018 by Ayunita Xiao Wei in Rubrik-Artikel 0 Comments

Kehamilan siswi SMP dengan ayah seorang siswa kelas V SD di Tulungagung yang terjadi pada Mei 2018 lalu bukan peristiwa kehamilan di bawah umur pertama di Indonesia. Di tahun 2015, kita pernah dihebohkan oleh siswi SMK di wilayah Kembangan yang nekat menggugurkan janin berusia 5 bulan di kamarnya sendirian[1]. Di tahun 2016, terdapat 350 kasus anak muda hamil di luar perencanaan yang dilaporkan oleh Camat Manggar Kepulauan Bangka Belitung[2]. Melalui artikelnya, program remaja KISARA[3] memberikan fakta bahwa 15% anak muda sudah melakukan hubungan seks yang tidak aman dan 700 ribu anak muda mengalami kehamilan tidak direncanakan yang kemudian diakhiri dengan tindak aborsi yang menyebabkan komplikasi berujung kematian[4]. Terlepas dari fakta-fakta di atas, tentu kita sendiri pernah mendengar atau menerima informasi serupa dari desas-desus tetangga yang tiba-tiba jadi polisi moral atau sikap keluarga yang tiba-tiba menggelar hajatan pernikahan saat ada seseorang ‘kebobolan’. Sering kali kita mendengar orang bilang ‘kebobolan’ untuk menunjuk kehamilan di usia belia ketika mengetahui ada teman atau orang terdekat kita yang sudah hamil di usia yang idealnya masih ada di bangku sekolah. Sebetulnya penulis menolak keras untuk menggunakan diksi tersebut dalam konteks hubungan seksual, sebab hubungan antar manusia tidak sesederhana strategi menendang bola ke dalam gawang lawan hingga kebobolan. […]

Read More
Khanza Vina, Transpuan Melawan Hipokrisi
September 3, 2018 by admin in Rubrik-Artikel, Seksualitas 1 Comment

“Take Me to Church”  by Hozier …. We were born sick,’ you heard them say it My church offers no absolutes She tells me ‘worship in the bedroom’ The only heaven I’ll be sent to Is when I’m alone with you …. Bait pertama lagu Hozier di atas berhasil membuat penulis mengernyitkan dahi. Melalui lagu ini, Hozier menggambarkan ironisnya orang-orang yang menjalankan perintah  agama secara membabi buta. Memang pada dasarnya agama mengajarkan kebaikan antar semua makhluk, namun sayang banyak orang yang sangat sulit berbuat baik kepada manusia lainnya yang gender dan orientasi seksualnya berbeda.    Sarkasme di setiap bait, membuat penulis semakin yakin bahwa kehidupan memiliki beragam warna. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu, dan warna lainnya memiliki makna yang tidak bisa dimaknai hanya oleh satu kepala. Sama halnya seperti konsep gender dan kecenderungan orientasi seksual manusia yang tidak bisa ditetapkan oleh dua warna saja, yang tidak bisa ditentukan salah benarnya oleh orang lain berdasarkan tafsir agama. Seraya mendengarkan lagu ini, penulis teringat tindakan-tindakan tidak manusiawi yang terjadi belakangan ini di Indonesia. Di awal tahun 2018, kita disajikan berita menyedihkan yang dilakukan oleh Kepolisian Resort Aceh dan Polisi Syariat terhadap penangkapan paksa kepada waria-waria karena dianggap berperilaku tidak sesuai syariat Islam […]

Read More
Kelahiran Pancasila dan Permasalahan Agama di Indonesia
Juni 1, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Kalian pasti pernah dengar istilah Islam KTP, sebuah istilah yang lahir karena seseorang mencantumkan kata Islam di KTP tapi tidak menjalankan syariat Islam. Istilah ini ternyata memang ada dan memiliki permasalahan yang serius di Indonesia, terutama pasca tahun 1974, dimana Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri yang mengatur bahwa kolom agama di KTP harus diisi dengan pilihan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Lho, memang apa hubungannya? Tentu saja ada, seperti yang terjadi di Jawa Barat pada sekelompok orang-orang Sunda Wiwitan yang terancam karena menganut agama lokal. Berdasarkan SK tersebut, mereka akhirnya terancam dan memilih masuk Kristen. Agama asli mereka tinggalkan sementara meski tak hilang. Belakangan mereka keluar dari Kristen dan menegakan kembali agama lokal. Sedangkan di tempat lain, banyak penganut agama lokal yang akhirnya memilih Islam sebagai pelarian supaya tetap mengikuti SK tersebut. Agama yang paling banyak dipilih adalah Islam karena cukup mengucapkan dua kalimat syahadat.  Pada zaman Orde Baru, mencantumkan kata Islam KTP menjadi hal penting agar tidak dituduh PKI, meskipun mereka tidak menjalankan syariat Islam. Pramoedya Ananta Toer menyebut fenomena ini sebagai Islam Statistik karena mempengaruhi statistik penganut Islam di Indonesia secara signifikan. Pada masa itu, agama Konghucu pun memiliki nasib yang sama dengan […]

Read More
Utopia Anak Muda Sehat dan Bahagia
April 7, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Sungguh sulit bagi penulis untuk menjawab pertanyaan “Apa sih yang kamu cari di hidup ini?” Terkadang, sudah terlanjur pusing untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan tersebut. Satu pernyataan yang cukup sering kita dengar untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah “Mencari kebahagiaan”. Terkadang pula, pertanyaan lanjutan yang membuat sakit perut adalah “Apa yang membuat kamu bahagia?” dan “Bagaimana kamu bisa bahagia?” Standar bahagia setiap orang pun akhirnya berbeda-beda sesuai dengan keadaan hidup masing-masing. Konsep abstrak ini kemudian bertahun-tahun mengalami perkembangan hingga dapat diukur dengan berbagai macam indikator sebagai tolok ukur tingkat kebahagiaan setiap negara. Lho, bagaimana caranya? Bahagia memang tidak selalu berkaitan dengan kekayaan seseorang. Mengutip pengertian bahagia menurut OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development), bahagia didefinisikan sebagai tingkat keadaan seseorang terhadap pengalaman hidup dan bagaimana orang tersebut mengevaluasi hidupnya secara keseluruhan. Memang cukup sulit untuk dimengerti karena mengukur kebahagiaan seseorang tentu memerlukan banyak indikator, lebih lanjut lagi ketika kebahagiaan tiap negara yang diukur. Dimulai tahun 2012, indeks kebahagiaan dunia diukur dengan memerhatikan indikator GDP (Produk Domestik Bruto) per kapita, dukungan sosial, ekspektasi hidup sehat, kebebasan mengambil keputusan hidup, kemurah-hatian, dan persepsi korupsi. Secara sederhana, tingkat kebahagiaan seseorang diukur dari seberapa puas ia dengan hidupnya dan bagaimana lingkungannya mendukung terhadap kepuasan hidup […]

Read More
Calalai in-Betweenness: Menyambung Rantai Budaya Indonesia

Kiki Febriyanti membutuhkan waktu empat bulan, bersama timnya, melakukan riset untuk film dokumenter berjudul Calalai in-Betweenness. Film yang diproduksi bersama Hivos SEA, Ardhanary Instititute, dan Rumah Pohon ini berkisah tentang eksistensi perempuan dengan ekspresi gender maskulin di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Pangkep. Film ini memberikan gambaran tentang pemahaman masyarakat Bugis mengenai konsep gender. Pemahaman ini berlandaskan pada naskah I Lagaligo yang menyatakan bahwa terdapat lima gender di dalam kehidupan manusia, yaitu Uruane (laki-laki), Makunrai (perempuan), Calalai (perempuan yang maskulin), Calabai (laki-laki yang feminin), dan Bissu (orang suci yang melampaui laki-laki dan perempuan). Kelima gender di Bugis menurut Guru Besar Universitas Hasanuddin Makassar, Prof. Dr. Nurhayati Rahman, merupakan ajaran dalam I Lagaligo yang membagi kehidupan menjadi tiga dunia, yaitu Botti Langi’ sebagai perlambangan maskulinitas, Buri’ Liu sebagai perlambangan feminitas, dan dunia di tengahnya yang merupakan perkawinan dari dua dunia tersebut, yang melambangkan keseimbangan. Melalui film ini Kiki menyajikan kepada penontonnya kekayaan dan kedalaman toleransi dalam masyarakat Bugis yang penting untuk diterapkan di Indonesia. Untuk lebih mendalami tentang film Calalai in-Betweenness, Pamflet mewawancarai Kiki untuk mencari tahu gagasan apa yang ingin disampaikan dan tujuan apa yang ingin digapai.   Pamflet: Kenapa fokus mengangkat tentang Calalai? Padahal yang banyak diangkat oleh akademisi […]

Read More
Anak Muda dan Hari Kebenaran di Indonesia
Maret 28, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Hingga hari ini masih banyak kasus pelanggaran berat  HAM yang belum dituntaskan oleh negara. Mulai dari jutaan korban pembantaian dan penahanan pasca 65, korban jiwa di kerusuhan Malari dan Tanjung Priok, belasan aktivis mahasiswa yang diculik dan dihilangkan paksa, hingga kriminalisasi terhadap masyarakat yang memperjuangkan haknya. Masih banyak korban dan keluarga korban yang memperjuangkan haknya sebagai warga, namun sayang negara tetap abai dan menutup mata. Negara tidak menganggap pengungkapan kebenaran menjadi hal yang penting. Negara tidak menganggap perlu untuk mengangkat martabat korban pelanggaran berat HAM yang selama ini hidup penuh stigma dan diskriminasi. Hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang berulangkali berjanji akan menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. Dalam upaya pemenuhan janji tersebut, bahkan presiden memasukannya dalam rumusan Nawa Cita visi misi pemerintahan Indonesia. Akan tetapi fakta menunjukan hal berbeda, pemerintah malah ingkar atas janjinya untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu, bahkan pengingkaran ini diwarnai dengan agresivitas institusi keamanan, seperti pelarangan dan pembubaran paksa berbagai inisiatif pengungkapan kebenaran yang diinisiasi secara mandiri oleh komunitas korban dan organisasi masyarakat sipil. Padahal permasalahan pengungkapan kebenaran dan mengangkat martabat korban pelanggaran berat HAM sudah menjadi fokus komunitas internasional, melalui pembentukan Hari Kebenaran Internasional atau International Day for […]

Read More
4 Puisi Pilihan Pamflet
Maret 25, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Mengarang itu gampang, tapi tidak untuk menyembunyikan perasaan. Maka berpuisilah, agar kamu dapat mengerti akan segala arti dari ungkapan. Sembilan belas tahun sudah seisi dunia mengakui bahwa puisi memiliki peran penting untuk kehidupan, kemanusiaan, dan perasaan. Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB atau UNESCO menetapkan tanggal 21 Maret di setiap tahunnya sebagai Hari Puisi Dunia atau World Poetry Day bukan untuk selebrasi biasa. Namun untuk menegaskan kembali makna kemanusiaan melalui ragam linguistik dengan ekspresi yang puitis. Tentunya perayaan ini juga tak terlepas dari sejarah lahirnya puisi dari masa sebelum masehi yang melibatkan seni dan musik. Kali ini, mari kita rayakan Hari Puisi Dunia dengan menikmati puisi-puisi menarik nan unik pilihan personil Pamflet.   Puisi pilihan Akbar Restu, Tim Program Pamflet Sajak Sebatang Lisong – W. S. Rendra Menurut Akbar, ini puisi pertama yang mampu membuat ia bergetar. Perasaan campur aduk antara marah, malu, dan merasa bodoh, ketika mendengar seniornya membacakan puisi ini di masa orientasi mahasiswa. Hingga sekarang pun, ketika ia membaca ulang puisi tersebut, getaran itu masih ada. Adapun penggalan yang masih sangat ia ingat adalah: “Inilah sajakku Pamplet masa darurat. Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan.” Sekarang kamu […]

Read More
Ironi Demokrasi Digital
Maret 22, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Kita marah saat ruang bermain kita diusik. Kita kesal saat orang lain merasa paling tahu atas diri kita sendiri.   Era digital hari ini sangat membantu kita untuk mengekspresikan segala bentuk perasaan, seperti dua contoh di atas. Dengan segala bentuk konten kreatif seperti komik, meme, video, atau bahkan tulisan yang dirangkai ke dalam microblog, kita bisa mengetahui isi hati dan pikiran orang lain hanya dari layar kaca alat elektronik yang kita miliki. Namun yang sangat membantu kita ketika perkembangan zaman dengan segala kemajuan teknologinya tidak disikapi dengan bijak. Sejak tahun 2014 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di negara demokrasi ini memberangus ratusan situs yang disinyalir bermuatan konten negatif. Pada tahun 2014 terdapat total 761.126 situs dan 2015 dengan angka 766.394 situs yang telah diblokir oleh pemerintah.[1] Dua tahun belakangan, jejaring sosial Tumblr menjadi perhatian lebih pemerintah. Terdapat muatan pornografi yang menurut Menteri Rudiantara dan para penjaga moral bangsa khawatir berdampak buruk pada masa depan anak bangsa. Karena alasan tersebut Tumblr pun diblokir dari jangkauan pengguna di Indonesia. Seketika itu pula banyak pengguna media sosial tersebut dengan gerak cepat memainkan jari jemarinya untuk mengekspresikan segala emosi, baik dengan tanggapan setuju maupun tidak setuju. Belum genap 24 jam netizen mengutarakan buah pikirnya […]

Read More

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top