Siap Pilkada 2020 atau 2021?
Mei 20, 2020 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Pilkada bukan hanya ajang perebutan kekuasaan, kesehatan masyarakat juga perlu dipertimbangkan Pemilihan Kepala Daerah secara langsung atau Pilkada langsung sudah jadi acara politik lima tahunan Indonesia sejak 2005. Pilkada langsung menjadi salah satu cerminan nyata tentang hak yang melekat pada diri kita untuk memilih dan dipilih. Sebelumnya, kepala daerah seperti Gubernur, Bupati dan Walikota dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).  Nah, saat masih dipilih oleh DPRD ini banyak banget praktik kecurangan, mulai dari jual beli suara hingga suap untuk bisa terpilih jadi kepala daerah. Mereka yang mau mencalonkan diri juga harus tergabung ke partai politik terlebih dahulu. Untungnya, pada 2008 lewat UU Nomor 12 Tahun 2008 calon kepala daerah sudah diperbolehkan mendaftar secara perseorangan dengan syarat mendapat dukungan dari masyarakat.  Kalau boleh kilas balik sebentar, pilkada langsung ini sudah beberapa kali berhasil menghasilkan kepala daerah yang cukup oke untuk wilayahnya. Ada kepala daerah yang tegas seperti Walikota Surabaya Tri Rismaharini atau Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Lalu, ada juga kepala daerah yang membuat daerahnya menjadi lebih maju seperti Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah. Terakhir, ada kepala daerah yang menjadikan daerahnya lebih kreatif salah satunya Walikota Bandung Ridwan Kamil. Ini membuktikan kalau pilkada langsung mampu membawa perubahan baik bagi setiap […]

Read More
Mitos ‘Cover Both Sides’
Mei 14, 2020 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Sepertinya kita bisa sepakat bahwa ucapan “Jurnalis harus cover both sides” telah menjadi pengetahuan umum. Uniknya, istilah ‘cover both sides‘ seolah endemik di Indonesia. Halaman pertama pencarian Google mengenai istilah tersebut menampilkan situs-situs berbahasa Indonesia, padahal tiga kata penyusunnya dari bahasa Inggris. Istilah ini sering digunakan bergantian dengan ‘keberimbangan’. Pasal 1 Kode Etik Jurnalistik berbunyi, “Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.” Berimbang ditafsirkan sebagai “semua pihak mendapat kesempatan setara.” Prinsip cover both sides menuntut jurnalis kita untuk memberikan ruang bagi masing-masing pihak yang terlibat supaya berita yang dihasilkan berimbang. Masalahnya, imbang menurut siapa? Memberi ruang untuk keberimbangan malah bisa menghalangi upaya mencari kebenaran. Penulis Chimamanda Ngozi Adichie mengilustrasikan masalah ini dengan baik: “Jika Anda memberitakan mengenai matahari yang terbit di sebelah timur, Anda tidak perlu mendengarkan suara dari sisi lain karena tidak ada sisi lain yang nyata.” Pada 6 Mei kemarin, program Sapa Indonesia Malam di Kompas TV mengangkat topik ‘Tudingan Konspirasi di balik Korona’. Topik ini muncul dari koar-koar Jerinx, drummer Superman Is Dead, yang menuduh penyebaran virus corona adalah hasil dari konspirasi para elit global. Program tersebut menghadirkan dua pembicara, yakni Hermawan Syahputra dari Ahli Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia dan tentu […]

Read More
Penjelasan Gampang Omnibus Buat Kamu
Mei 8, 2020 by admin in HAM, Rubrik-Artikel 0 Comments

Lima Bahaya RUU Cipta Kerja yang Akan Kamu Hadapi Bingung mau mulai baca-baca RUU Cipta Kerja dari mana? Jangan khawatir, kita semua juga bingung kok dalam memahami 1028 halaman RUU ini. Sebagai mantan mahasiswa non-hukum, berikut saya coba bantu jelaskan kepada kalian tentang pasal-pasal bermasalah di dalam RUU Cilaka yang akan mengancam hak-hak kita semua yang masuk ke dalam golongan pekerja/buruh (p.s. kita semua yang bukan pengusaha/pemerintah adalah buruh, kamu yang masih mahasiswa/pelajar pun segera akan menjadi buruh HUAHAHAHAHA). Jadi, ada sebelas bidang yang akan diatur di dalam RUU ini. Salah satu yang paling bermasalah adalah bidang ketenagakerjaan. Di bidang ini, setidaknya ada lima masalah besar yang bisa kita temui. Pertama, nasib kita sebagai tenaga kerja semakin ga jelas karena sistem kerja kontrak udah gak ada batasan waktu maksimal. Kalau berdasarkan UU Ketenagakerjaan Pasal 59, sistem kerja kontrak a.k.a. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) itu dibatasi paling lama sampai dua tahun dan hanya boleh diperpanjang satu kali untuk jangka waktu paling lama satu tahun. Kalau RUU Cipta Kerja disahkan, batasan waktu ini diubah menjadi tidak dibatasi. Ga cuma itu, RUU Cipta Kerja juga menghapus ketentuan yang bilang kalau sistem kerja kontrak itu hanya bisa diterapkan ke jenis pekerjaan yang sifatnya […]

Read More
Indeks Kebebasan Pers Kita Masih dalam Kategori Buruk
Mei 4, 2020 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Pada 3 Mei 29 tahun lalu di Namibia, para wartawan dari berbagai penjuru Afrika berkumpul dan menyelenggarakan seminar yang bertujuan mengembangkan pers Afrika menjadi lebih demokratis. Seminar ini melahirkan apa yang disebut deklarasi Windhoek. Deklarasi ini berisi seruan untuk membuat pers Afrika yang lebih independen, plural, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. UNESCO mengupayakan tanggal 3 Mei ini sebagai hari kebebasan pers internasional kepada PBB. Tiga tahun kemudian, pada 1993, PBB memutuskan tanggal ini sebagai Hari Kebebasan Pers Internasional. Tanggal 3 Mei biasanya menjadi momen bagi komunitas pers di seluruh dunia untuk mengevaluasi sejauh mana kebebasan pers di masing-masing negara berjalan. Ini juga adalah waktu yang tepat untuk memberikan dukungan kepada komunitas pers dan mengenang para jurnalis yang mengalami kekerasan dan gugur dalam menjalankan kerja-kerja jurnalistiknya. Begitu pula dengan Indonesia, hari kebebasan pers adalah momen yang tepat untuk mengevaluasi komitmen negara kita dalam menjamin kebebasan pers. Presiden Jokowi pada masa pemilihannya yang pertama mempunyai hutang politik mau menertibkan frekuensi publik supaya tidak dikuasai oleh beberapa orang saja. Sampai pemilihannya yang kedua, janji politik itu tidak pernah ditepati. Dalam pemilihannya yang kedua ini, Jokowi malahan menikmati dukungan dari media partisan seperti MNC Group dan Metro TV.  Tahun lalu, dalam perayaan Hari […]

Read More
Rekomendasi Bacaan di Hari Buku
April 23, 2020 by admin in Buku, Rubrik-Artikel 0 Comments

Setiap orang punya alasan sendiri mengapa membaca buku. Sebagian orang menikmati bagaimana kata-kata menenggelamkan mereka. Sebagian lagi suka menghadapi ide yang menantang cara berpikir mereka selama ini. Ada juga yang gemar membau aroma kertas, atau menangkap bunyi ketika membalik halaman. Apapun itu, yang jelas buku adalah teman berpikir (atau kadang jadi pembimbing).   Seiring kata-kata mulai menjelma wujud di dalam benak, buku melepas kepala kita dari tubuh. Lalu kita dibawa ke tempat, ruang, dan waktu yang sulit dijangkau oleh fisik. Kita bisa terdampar begitu jauh, sehingga mengenali kesamaan kita dengan hal yang paling asing; atau terseret begitu dekat, sampai jeli terhadap nuansa dari hal yang sangat akrab dengan kita. Sepulangnya dari perjalanan tersebut, kita menjadi pribadi yang lebih gesit, awas, dan kuat. Membaca, oleh karena itu, adalah tindakan memerdekakan pikiran.   25 tahun yang lalu hari ini, UNESCO menginisiasi Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia untuk mempromosikan pentingnya buku dan kegiatan membaca serta mengajak kita untuk menghargai para penulis yang telah berkontribusi memajukan peradaban manusia. Tidak seperti hari peringatan lain yang merujuk pada suatu peristiwa secara spesifik, 23 April dipilih secara simbolis sebagai penghargaan kepada penulis-penulis besar dunia yang (secara kebetulan) meninggal pada hari itu, seperti Miguel de Cervantes, William […]

Read More
Potret Earth Hour di Indonesia dan Dunia
April 22, 2020 by admin in Lingkungan, Rubrik-Artikel 0 Comments

Salah satu dari kalian pasti pernah merayakan Earth Hour, bukan? Kalian mungkin juga sudah mengetahui bahwa setiap hari Sabtu di minggu terakhir bulan Maret (lebih lanjut tentang Earth Hour bisa kalian baca di sini) adalah saatnya ikut serta dalam gerakan Earth Hour dan setiap tanggal 22 April kita merayakan hari Bumi (walaupun ada versi lain dari tanggal perayaan hari Bumi yang bisa kalian baca di sini). Nah, kali ini kita akan sama-sama memperingati hari Bumi melalui refleksi diri dan di akhir kami akan suguhkan potret perayaan Earth Hour Day di Indonesia serta di berbagai belahan dunia. Check it out! Untuk memperingati hari Bumi tahun ini, mari kita lihat kembali apa saja sih yang telah dilakukan oleh negeri ini untuk menjamin perlindungan lingkungan hidup sebagaimana yang ditulis di sini. Sebagai salah satu komponen dalam pemenuhan hak asasi manusia, lingkungan hidup yang baik dan sehat diatur oleh negara dalam UUD 1945 pasal 28H ayat 1. Pada tingkat internasional, Indonesia juga sudah meratifikasi Kesepakatan Paris (Paris Agreement) untuk menghadapi perubahan iklim salah satunya dengan mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Di tingkat nasional, juga telah dibentuk RAN GRK (Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca) pada tahun 2011 dan RAN API (Rencana […]

Read More
Kartini dan Ide-ide Perlawanannya

Siapa yang tidak kenal dengan Raden Ajeng Kartini. Sejak duduk di sekolah dasar, kita semua telah dikenalkan dengan sosok pahlawan nasional ini atas perannya mendukung pendidikan bagi perempuan. Pasti kita semua masih ingat judul buku Habis Gelap Terbitlah Terang yang terus menerus diceritakan guru-guru kita di sekolah dulu. 21 April: Hanya Seremonial Belaka Tanggal kelahirannya ditetapkan menjadi hari Hari Kartini oleh Soekarno pada tahun 1964. Hari ini dijadikan momen untuk memperingati ide-ide emansipasi dan perlawanan Kartini yang bisa kita pahami lewat surat-suratnya semasa hidup dulu. Sayangnya, perayaan yang diadakan di sekolah, tempat kerja, RT/RW seringkali tidak mencerminkan tujuan awal peringatan itu sendiri. Pada hari Kartini, kita biasanya melakukan berbagai macam perlombaan seperti lomba memasak, peragaan busana kebaya, lomba merias diri, dan sebagainya. Bahkan beberapa produk kecantikan sering mengadakan diskon untuk merayakan hari lahir Kartini. Apabila kita telaah kembali, sebenarnya bentuk perayaan Hari Kartini seringkali justru berlawanan dengan pesan perlawanan dalam surat-surat Kartini. Dengan berlomba mengenakan kebaya dan merias wajah, kita malah semakin memperkuat imaji perempuan sebagai sosok cantik dan menawan yang harus mengikuti aturan berpakaian tradisional. Salah kaprah perayaan ini sebenarnya bukan tanpa sebab. Awal mula perayaan Hari Kartini menjadi ajang kecantikan sebenarnya dipelopori oleh pemerintahan Orde Baru. Pada masa […]

Read More
Gerakan Prodemokrasi Tiananmen Square 1989
April 16, 2020 by admin in HAM, Rubrik-Artikel 0 Comments

Pada bulan April 1989, cendekiawan dan pelajar di Cina melakukan demonstrasi besar-besaran pertama sejak Partai Komunis Cina berkuasa. Demonstrasi ini berujung pada tragedi pembantaian pada tanggal 4 Mei. Meskipun begitu, ada banyak hal yang bisa dipelajari dari aksi protes di Beijing ini. Pada tanggal 15 April, 31 tahun yang lalu di Beijing, seorang bernama Hu Yaobang meninggal dunia. Tidak ada yang mengira kematiannya akan menjadi pemicu protes terbesar pertama sejak Partai Komunis Cina (PKC) berkuasa di tahun 1949. Hu Yaobang adalah seorang mantan Sekretaris Jenderal PKC. Dua tahun sebelumnya, pada Januari 1987, ia diberhentikan dari jabatannya karena sikapnya yang cukup lunak dalam menanggapi aksi-aksi protes mahasiswa. Sebagai satu-satunya pejabat tinggi partai yang dianggap terbuka untuk reformasi politik, kematiannya memberikan rasa duka besar di kalangan pelajar dan cendekiawan. Sebagai ungkapan rasa duka, mahasiswa pun berdatangan ke Lapangan Tiananmen untuk meletakkan karangan bunga. Namun, mereka tidak hanya ingin menunjukkan rasa duka untuk Hu, melainkan juga hendak menunjukkan sikap protes kepada pemerintah Cina yang sangat anti reformasi politik. Berkumpul di Lapangan Tiananmen memberikan makna lebih dari sekadar berdemonstrasi. Lokasi ini merupakan pusat kota yang juga menjadi simbol perwujudan politik komunis Cina. Di lapangan inilah, Mao Zedong memproklamasikan pendirian Republik Rakyat Cina pada 1 […]

Read More
[Banyak Tahu] Sejarah Kata Waria

Sejarah Kata Waria Kalian tahu gak, sejak kapan kata “waria” mulai digunakan di Indonesia? Ternyata kata ‘waria’ mulai digunakan sejak tahun 1978 di Indonesia. Awal mulanya adalah pendirian organsasi bernama Himpunan Wadam Djakarta (Hiwad) di tahun 1969. Pada saat itu, pendirian organisasi ini difasilitasi oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin. Wadam yang berarti “wanita Adam” digunakan sebagai istilah pengganti kata “banci” atau “bencong” yang dirasa bersifat menghina. Namun, muncul beberapa penolakan dari kelompok agama yang menilai bahwa istilah tersebut kurang patut karena menggunakan nama seorang nabi, yaitu Adam. Akhirnya, muncullah istilah “waria” singkatan dari “wanita pria,” menggantikan istilah sebelumnya. Selain pendiriannya difasilitasi oleh gubernur, Hiwad juga mendapatkan banyak dukungan dari pemerintah melalui Departemen Sosial. Namun, pemberian bantuan ini masih dilakukan dalam kacamata yang melihat waria sebagai golongan yang kurang mampu atau cacat psikologis. Setelah Hiwad, organisasi sejenisnya pun mulai bermunculan di kota-kota selain Jakarta. Tujuan kerja organisasi ini adalah untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa waria adalah kelompok yang memiliki fungsi dalam masyarakat. Melalui organisasi ini, waria diberi dukungan moral dan dibantu mendapatkan mata pencaharian. Di Indonesia, kata ‘waria’ lumrah digunakan dan kerap disamakan dengan kata ‘transjender’. Tapi pemberian arti kata waria sudah sangat banyak didiskusikan, lho. Tom Boesllstorff, seorang profesor […]

Read More
Buruknya Komunikasi Publik Pemerintah Indonesia di Tengah Pandemi
Maret 27, 2020 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Kalian masih ingat gak sih semua pernyataan-pernyataan yang disampaikan pejabat kita dalam merespons penyebaran virus corona? Sejak pertengahan Januari, masyarakat sudah mulai mempertanyakan kesiapan pemerintah Indonesia dalam menghadapi pandemi virus corona. Rasa panik mulai muncul setelah semakin banyak korban meninggal, sementara kita masih belum tahu banyak mengenai seluk beluk virus mematikan ini. Sayangnya, pemerintah menjawab rasa panik masyarakat itu dengan cara komunikasi yang buruk dan kurang serius. Alih-alih memberikan informasi yang lengkap dan menyeluruh mengenai apa yang harus dilakukan guna mencegah keadaan semakin memburuk, beberapa pejabat kita terus meyakinkan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari virus corona dengan cara komunikasi yang tak jarang sangat buruk.  Anggap remeh dan tidak serius Di tengah pandemi yang sedang kita alami saat ini, pejabat kita seringkali mengeluarkan pernyataan bernada candaan dan tidak sensitif. Katanya, cara komunikasi itu dipilih dengan maksud membuat warga tidak panik dan merasa tenang. Nyatanya, respons yang terkesan anggap remeh ini justru membuat warga gemas apalagi saat pernyataan dari pemerintah bertentangan dengan data dan fakta. Menkes Terawan sendiri banyak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang terkesan anggap sepele virus Corona.  Pada 26 Januari, Menkes menyampaikan agar warga enjoy saja, “Masyarakat tenang saja, enjoy, ke pasar oke, ke sekolah oke, mau kerja ya oke, […]

Read More

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top