Lima Sihir Polisi di Kasus Novel Baswedan
Januari 27, 2020 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Akhir tahun lalu ada yang masih ingat ada berita heboh apa? Bukan, bukan soal ramalan tahun baru tikus emas. Ini berita tentang penangkapan dugaan pelaku penyiraman air keras Novel Baswedan. Wow, akhirnya setelah menunggu dua tahun lebih kejelasan dan penyelesaian kasus ini, pihak kepolisian berhasil menemukan dua tersangka penyerangan terhadap Novel. Keduanya adalah anggota Polri yang statusnya masih aktif. Pertama adalah anggota Satuan Bantuan Pasukan Gegana Korps Brimob dengan pangkat Brigadir berinisial RM. Kedua adalah pria berinisial RB yang merupakan anggota Pelopor Brimob berpangkat Brigadir Kepala. Dalam kasus ini RM diduga berperan menyiramkan air keras, sementara RB yang mengantar RM ke rumah Novel. Eh, tapi banyak orang yang mengatakan jika penangkapan tersangka penyiraman air keras ini dipenuhi kejanggalan. Sudah tahu belum sih, apa saja kejanggalan di penangkapan tersangka kasus penyerangan Novel tersebut? Yuk, simak di bawah ini. Waktu Penetapan Tersangka Nah, jika berdasarkan timeline kasus Novel nih, waktu penangkapan tersangka ini agak aneh. Tahu gak kenapa? Jadi, pada 23 Desember 2019 pihak kepolisian sudah mengeluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke-3 dan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) ke-10 yang isinya menyatakan jika pihak kepolisian mengaku kesulitan untuk menemukan dan mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel. Bahkan kasus yang sudah memasuki […]

Read More
Mengurai Fakta di Balik Hoax Novel Baswedan
Januari 24, 2020 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Kalian masih ingat gak sih soal kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan? Penyiraman air keras itu membuat mata kiri Novel kehilangan fungsi penglihatannya. Meski sudah dirawat dan diobati di Singapura, tapi kondisi matanya tidak bisa pulih seperti semula. Parahnya hingga kini kepolisian belum juga berhasil menemukan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel tersebut. Padahal kita semua tahu sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan bersama pegawai KPK lainnya telah berhasil mengungkap sejumlah kasus korupsi di Indonesia. Untungnya, meski kondisi penglihatannya tidak sama seperti dulu, Novel masih tetap mampu membantu KPK dalam mengungkap kasus korupsi yang ada. Terkait kasus Novel Baswedan, belum lama ini juga banyak tersiar kabar bohong yang menyudutkan pihak Novel serta KPK. Kabar ini berseliweran di berbagai media, baik sosial media maupun media mainstream lainnya. Kabar bohong atau hoax ini sengaja disebarkan untuk membuat citra diri Novel dan KPK menjadi buruk di mata publik. Nah, kalian harus tahu hoax apa saja yang menyerang Novel Baswedan dan KPK ini. Jangan sampai kalian juga ikut termakan hoax yang tersebar di media itu ya. Kasus Novel Baswedan adalah rekayasa dan Novel menggunakan softlens Baru-baru ini tagar #TangkapDewiTanjung ramai di Twitter. Ini merupakan reaksi netizen atas adanya laporan Dewi Tanjung […]

Read More
Hari Antikorupsi, Cuma Sehari
Januari 22, 2020 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Korupsi adalah permasalahan besar dan telah mengakar. Mulai dari pejabat yang duitnya udah banyak sampai kepala desa yang miskin saat pencalonan dan jadi kaya mendadak setelah dipilih bisa melakukan praktik korupsi. Korupsi memang jalan pintas untuk mengumpulkan pundi-pundi uang, namun akibatnya jelas sangat terasa bagi masyarakat. Indonesia Corruption Watch (ICW) aja bilang, kalau kerugian negara tahun 2018 mencapai 9, 29 Triliun. Itu artinya bisa mensejahterakan anak-anak yang kurang gizi, memperbaiki fasilitas sekolah yang kurang memadai, dan juga membangun desa-desa dengan kategori 3T (tertinggal, terluar, terdepan).  Sekarang praktik korupsi juga semakin kreatif. Tak tanggung-tanggung, desa jadi cara yang ditempuh untuk mengakali aliran uang. Kemenkeu pun geram karena ternyata ada desa bohongan (fiktif) yang mendapat aliran dana desa. Ya, bukan hanya cerita yang fiktif, desa pun bisa dibuat fiktif oleh koruptor. Desa fiktif adalah sebutan untuk wilayah kecil yang tidak memiliki kriteria sebagai desa, atau desa yang sudah mulai tak berpenghuni. Walau Kemendagri menolak sebutan desa fiktif tersebut (desa fiktif adalah julukan yang diberikan oleh Kemenkeu), ia akan mengecek dana yang tersalurkan ke bupati dan gubernur.  Kejadian ini dapat mempengaruhi Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia. FYI, IPK Indonesia pada 2017 adalah 37, sedangkan pada 2018 Indonesia mendapat nilai 38. Ya, selama setahun […]

Read More
Stop Following Beauty Standard! You’re Beautiful Just The Way You Are
Januari 21, 2020 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Sudah pada nonton film Imperfect belum nih? Film yang dirilis menjelang pergantian tahun 2020 ini diangkat dari sebuah buku dengan judul yang sama karya Meira Anastasia. Film ini memiliki cerita yang sarat makna namun mampu dikemas dengan ringan dan menghibur. Ada kritik kuat yang coba disampaikan melalui film ini, yaitu mengenai konstruksi budaya patriarki yang mempengaruhi pandangan umum mengenai tubuh perempuan, khususnya perihal standar kecantikan.  Tokoh Rara yang digambarkan memiliki kulit gelap dan bobot tubuh di atas rata-rata kerap kali dibandingkan dengan adiknya oleh ibunya, karena adiknya memiliki kulit lebih terang dan langsing. Di kantor tempat Rara bekerja juga dirinya sering mengalami beragam bentuk body shaming dari teman sekantornya, misalnya diejek seperti ibu hamil dan tidak diizinkan untuk bergabung untuk makan bersama di jam istirahat kantor. Selain itu bos di kantor Rara juga mengatakan bahwa Rara bisa saja menempati posisi yang lebih tinggi asalkan dia cantik dan langsing, karena kemampuan otak saja tidak cukup. Parahnya, teman Ibu Rara yang merupakan sesama perempuan ikut menghakimi fisik Rara dengan mengatakan jika Rara tidak cantik. Cerita tentang bagaimana lingkungan terdekat Rara menghakimi fisik Rara merupakan bentuk nyata telah mengakarnya budaya patriarki di masyarakat. Budaya patriarki selalu menempatkan perempuan sebagai individu yang powerless dan […]

Read More
Kita dan “Rencana” Perang Dunia Ketiga
Januari 13, 2020 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Sejak Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia disetujui oleh seluruh negara di dunia tahun 1948, nyatanya dunia tidak serta merta damai dan satu negara hidup rukun dengan negara tetangganya, baik jauh maupun dekat. Ada saja negara yang masih memiliki ego untuk berkuasa atas negara lain dengan ikut campur dalam pemilihan kepada negara, atau ikut campur dalam penerbitan perundang-undangan dalam negara tersebut. Bahkan, Indonesia tidak luput dalam hal tersebut.  Pada tahun 1965, yang merupakan tragedi tergelap di sejarah kita, disinyalir bahwa Amerika Serikat ikut campur dalam insiden ini, ingin mengganti Presiden Soekarno yang dinilai anti Amerika dan pro Soviet dengan presiden yang lebih pro terhadap Amerika. Insiden terjadi tidak hanya sekedar mengganti presiden, namun mengorbankan ratusan ribu orang sembari menciptakan narasi buatan yang tidak semuanya bisa dipercaya begitu saja. Peristiwa berdarah ini dilengkapi dengan penerbitan izin pembangunan perusahaan pertambangan Amerika terbesar di Indonesia bernama Freeport, yang memberikan keuntungan sebesar-besarnya pada Amerika (dan juga keluarga presiden pengganti kala itu), namun kesengsaraan pada Rakyat Papua. Ego inilah yang sepertinya, jika campur tangan Amerika dalam sejarah Indonesia benar adanya, masih menjadi tabiat negara adidaya ini pada negara lain, dalam hal ini Iran.   Amerika dan Iran Dengan kekayaan minyak yang dimiliki sehingga menjadi negara ketiga […]

Read More
Aparat Yang Tanpa Kekerasan Adalah Aparat Yang Fiktif
Desember 26, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

John Locke dalam bukunya yang telah menjadi klasik itu “The Second Treaties of Civil Government and a Letter Concerning Toleration” mengatakan bahwa semua individu dikaruniai oleh alam hak untuk hidup, kepemilikan dan kebebasan yang merupakan milik mereka sendiri dan tak dapat dicabut atau dipreteli oleh Negara. Menurut Locke ada yang namanya kontrak sosial antara rakyat dengan pemimpinnya. Kontrak sosial ini memuat perlindungan hak yang tidak dapat dicabut oleh Negara dan diserahkan kepada Negara. Akan tetapi menurut Locke apabila Negara mengabaikan kontrak sosial itu dengan melanggar hak-hak kodrati individu, maka rakyat bebas menurunkan penguasa dan menggantinya dengan penguasa baru yang bersedia menghormati hak-hak tersebut.[1] Selain hak-hak yang disebutkan di atas oleh Locke. Setiap warga Negara juga mempunyai hak menyatakan protes kepada pemerintah dan hak agar tidak diperlakukan dengan cara kekerasan, hak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. Hak-hak itu dijamin oleh konstitusi kita dan tertulis dalamnya. Nah, ini yang dimaksud Locke sebagai kontrak sosial. Namun, tampaknya tidak semua paham akan hak-hak warga negara tersebut, tak terkecuali aparat negara sendiri. Entah itu belum tahu atau memang tidak mau tahu. Jadi begini, baru-baru ini ada kasus penggusuran rumah-rumah warga di daerah […]

Read More
KAMI MENCARI KOORDINATOR UMUM
Desember 18, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Pamflet, organisasi nirlaba yang berfokus pada gerakan anak muda, sedang mencari Koordinator Umum. Kalau kamu: berusia 22-28 tahun pernah berorganisasi atau mengelola komunitas, jaringan, inisiatif, atau kolektif (sekurang-kurangnya 1 tahun) pernah mengelola proyek (riset, kampanye, pelatihan, dan advokasi media) paham dasar-dasar konsep hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan isu anak muda berintegritas dan akuntabel bertanggung jawab, pekerja keras, mampu bekerja dalam tim, dan punya inisiatif yang kuat mampu dan suka membangun jaringan (baik dengan mitra organisasi, komunitas, media massa, pihak sekolah, kampus, dan pemerintah) mampu melakukan dan mau terus belajar soal perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program mampu mengelola waktu dan konflik dengan baik   Kalau kamu bisa: menggunakan Ms Office (Word, Excel, dan Power Point) atau perangkat lunak sejenisnya menulis dan berkomunikasi yang baik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris menganalisis data (kuantitatif dan kualitatif)     Ayo berkenalan dan daftarkan dirimu menjadi Koordinator Pamflet! Peran dan tanggung jawab Koordinator Pamflet adalah: mengkoordinasikan kerja-kerja Pamflet; memastikan kerja dan aktivitas Perkumpulan Pamflet Generasi berjalan dengan baik sesuai yang tertuang dari visi dan misi organisasi; kolaborasi dengan pengurus organisasi untuk mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan; memelihara jejaring kerja sama dengan berbagai organisasi serta pemangku kebijakan terkait anak muda dan hak asasi […]

Read More
Belajar dari Bougainville
Desember 11, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Baru-baru ini ada kejadian menarik yang terjadi di dunia bagian timurnya Indonesia, sebuah pulau kecil bernama Bougainville mengadakan sebuah referendum yang menyatakan bahwa mayoritas masyarakat Bougainville ingin berpisah dari Negara Papua Nugini. Lantas, mengapa kejadian ini patut kita, sebagai anak muda kritis, simak dan kritisi? Jadi begini, Bougainville memiliki sejarah yang mirip dengan Papua di negara kita sendiri. Awalnya, Bougainville adalah bagian dari Negara Papua Nugini. Di pulau kecil yang namanya seperti bunga ini, terdapat kekayaan alam emas yang menarik banyak pihak untuk menguasainya, salah satunya Negara Papua Nugini. Kekayaan alam yang ditemukan pertama kali pada tahun 1930 berlanjut pada dibangunnya industri pertambangan pada periode tahun 1960-an yang di-backing oleh perusahaan milik Australia. Sayangnya, hasil industri pertambangan ini sebagian besar dikeruk dan dikuasai oleh Papua Nugini, dan keuntungan industri tersebut tidak dirasakan secara signifikan oleh penduduk Bougainville.  Masuknya pekerja luar non-Bougainville menjadi polemik tersendiri yang menyebabkan penduduk setempat merasa dirugikan. Meski pada tahun 1975 dihasilkan perjanjian antara Bougainville dan Papua Nugini mengenai desentralisasi, namun nyatanya hal ini tidak memberikan dampak signifikan bagi penduduk Bougainville yang tidak setuju akan keberadaan tambang. Konflik pecah di periode tahun 1988 – 1998 yang menyebabkan lebih dari 15.000 penduduk sipil Bougainville meninggal dunia. Tahun 2001 […]

Read More
Buzzer Politik, Manipulator Opini Publik
Oktober 29, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Dalam dua bulan terakhir, gerakan Reformasi Dikorupsi menyadarkan kita bahwa Indonesia tidak sedang baik-baik saja. Ribuan mahasiswa, pelajar, buruh, dan berbagai elemen masyarakat sipil turun ke jalan untuk memperjuangkan demokrasi dan agenda pemberantasan korupsi. Namun, di tengah air mata, darah, dan keringat yang tumpah, media sosial malah ramai dengan berbagai opini yang mendiskreditkan perjuangan mereka. Dua upaya mendiskreditkan gerakan Reformasi Dikorupsi bisa kita lihat melalui tersebarnya screenshot percakapan grup WhatsApp STM dan hoaks ambulan pengangkut batu untuk massa aksi. Kedua hal tersebut bertujuan untuk memanipulasi informasi, sehingga masyarakat tidak lagi bersimpati. Melalui tulisan Information Manipulation Theory, Steven A. McCornack menjelaskan bahwa informasi dapat dimanipulasi sesuai permintaan dan situasi kompleks. Dalam teori tersebut, dijelaskan pula bahwa manipulasi informasi dapat dilakukan melalui beberapa strategi yang telah terencana. Manipulasi informasi dilakukan dengan menyebarkan informasi yang bersifat memanipulasi (deceptive). McCornack menyebutkan terdapat berbagai jenis pesan manipulatif, yakni pemalsuan (falsification) yang menolak validitas informasi yang benar; distorsi (distortion) yang dilakukan dengan melebihkan, meminimalisir, dan pengelakan; serta penghilangan (omission) yang dilakukan dengan menghilangkan referensi-referensi yang relevan. Upaya manipulasi informasi tentu bukanlah sesuatu yang baru, laporan Oxford Internet Institute berjudul The Global Disinformation Order 2019 Global Inventory of Organised  Social Media Manipulation mengungkapkan bahwa upaya manipulasi di media sosial […]

Read More
Yang Fana adalah Perpu, Korupsi Abadi (?)
Oktober 23, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Masih terngiang jelas teriakan mahasiswa bersama masyarakat di jalan September lalu. Mereka mendesak DPR untuk menghapus Rancangan Undang-Undang (RUU) yang bermasalah dan salah satunya adalah RUU KPK. RUU KPK dinilai dapat memperkuat koruptor dalam melakukan aksinya. Walau sudah berhari-hari melakukan aksi nampaknya suara mereka tidak ditanggapi oleh serius. Alih-alih menanggapi, pemerintah lewat menristekdikti malah mengeluarkan pernyataan bahwa akan memberikan sanksi kepada rektor yang mengizinkan mahasiswanya berdemo. Hal tersebut sangat disayangkan karena demonstrasi adalah hak menyampaikan pendapat di muka umum dan dilindungi konstitusi. Meski pada akhirnya DPR menunda banyak RUU yang bermasalah untuk disahkan seperti RUU Minerba, RUU Pertanahan serta RKUHP, tapi ternyata RUU KPK tetap disahkan pada 17 September lalu. DPR terkesan ingin memadamkan KPK daripada memadamkan korupsi yang merajarela. Walhasil masyarakat pun akhirnya mendesak Jokowi untuk segera menerbitkan perpu. Namun DPR merespon negatif desakan tersebut. DPR meminta masyarakat untuk memakai jalur konstitusi yang sudah disiapkan jika RUU KPK dinilai bermasalah. Jalur tersebut adalah jalur judicial review. Eh, jalur konstitusi? Emangnya perpu bukan jalur yang konstitusional? Faktanya, perpu merupakan salah satu jalur konstitusi. Perpu adalah hak prerogatif atau hak istimewa yang dimiliki oleh kepala negara mengenai hukum dan pengeluarannya didasarkan pada penilaian subjektivitas presiden. Presiden memang tidak bisa seenak udel […]

Read More

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top