Privasi yang Dianggap Mainan
Januari 31, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Bayangkan dalam sebuah panggilan video (video call), temanmu sudah bisa melihat wajahmu dan mendengar suara kamu padahal kamu belum terima panggilannya. Hal itulah yang terjadi Senin lalu, tepatnya tanggal 28 Januari 2019 pada pengguna iPhone. Melalui aplikasi bernama Facetime, gangguan akses video dan mikrofon terjadi yang memungkinkan kamu melihat wajah dan mendengar suara temanmu saat kamu melakukan panggilan video melalui Facetime, meski temanmu tidak mengangkat panggilan kamu. Ngeri ya? Ironisnya, pelanggaran privasi ini terjadi pada Hari Privasi Data (Data Privacy Day) yang diinisiasi oleh Council of Europe tahun 2007, yang merupakan “kelanjutan” dari apa yang sudah dicapai tahun 1981. Pada tahun tersebut, dewan melegalkan Convention for the Protection of Individuals with regard to Automatic Processing of Personal Data (Konvensi Perlindungan Individu terhadap Proses Otomatis Data Personal). Sederhananya, peraturan yang melindungi data pribadi seseorang, di seantero Eropa, disahkan. Eropa memang menjadi benua yang maju untuk memperhatikan “kemaslahatan” umatnya, salah satunya untuk melindungi keamanan identitas orang di ranah digital. Hal ini kemudian memicu Amerika Serikat untuk mengambil langkah perlindungan yang sama dua tahun kemudian (yaitu tahun 2009). Negara-negara maju ini memang sangat perhatian terhadap perlindungan data pribadi, namun apa hubungannya dengan kita yang hidup di negara berkembang seperti Indonesia? Tentu sebagai anak […]

Read More
Ini Itu Demokrasi: Bijak Memilih Program Capres dan Cawapres Indonesia
Januari 28, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Sudah lebih dari empat bulan kampanye calon presiden dan calon wakil presiden Indonesia berjalan. Dua kandidat pun sudah mulai membahas isu-isu yang membuat panas iklim politik kita. Namun hingga saat ini, pembahasan yang ramai muncul malah hal-hal yang nir-faedah, seperti kemampuan mengaji, hingga urusan rumah tangga para kandidat. Padahal jika kita berbicara soal masa depan Indonesia, kita seharusnya membahas hal-hal yang substansial seperti program kerja. Mau bagaimanapun, program kerja adalah acuan untuk kita melihat bagaimana berjalannya Indonesia lima tahun ke depan. Jika saat ini tim para capres dan cawapres terus membahas hal-hal tidak penting. Jangan kaget jika ketika mereka terpilih nanti akan banyak kejutan yang tidak menyenangkan karena kita tidak tahu apa yang akan mereka lakukan. Hingga saat ini, masih banyak masalah yang terjadi di Indonesia, seperti krisis penegakan hukum, kasus-kasus masa lalu yang belum terungkap, kriminalisasi terhadap pejuang hak asasi manusia, penangkapan para aktivis lingkungan, hingga kekerasan terhadap perempuan yang tidak kunjung memiliki regulasi yang jelas. Tentu sebagai masyarakat Indonesia kita perlu memahami program kerja para kandidat untuk menyelesaikan semua problem yang ada di Indonesia sekarang ini. Dalam melihat dan memahami program kerja para kandidat, hal yang kita perlukan adalah menjadi bijak. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia ‘bijak’ berarti […]

Read More
Sudah Idealkah Jumlah Perempuan di Kursi Parlemen?
Januari 25, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Sejak akhir bulan September tahun lalu hingga hari ini, Indonesia kembali disemarakkan oleh kampanye pemilihan umum (pemilu) 2019. Setiap pasangan calon (paslon) menggempurkan manuvernya untuk mengambil hati rakyat. Setiap paslon mengerahkan massa untuk membangun citra terbaiknya. Ada yang berbicara tentang kedaulatan, ada yang menawarkan pembenahan infrastruktur. Semuanya untuk kepentingan rakyat, katanya. Di tengah keriuhan kedua paslon yang sedang berkampanye ria, ada beberapa orang muda yang menciptakan pasangan fiktif untuk membuka perdebatan segar terkait seksualitas di ranah online. Persoalan yang tidak pernah dianggap serius oleh negara. Persoalan tersebut selalu dianggap tabu untuk dibicarakan dan tidak pernah masuk dalam rencana jangka panjang paslon Presiden dan Wakil Presiden. Kalaupun menjadi urusan negara, sangat jarang menaruh keberpihakan pada perempuan. Padahal, perempuan sangat rentan jadi korban kekerasan seksual. Kita bisa melihat hal ini terus terjadi karena sistem patriarki dikelola begitu rapi yang menjadikan perempuan dianggap tidak bisa melindungi diri sendiri. Ditambah lagi, masih sedikitnya representasi legislator perempuan untuk menyuarakan pendapat dan mengambil keputusan untuk perempuan itu sendiri.   Mengapa demikian? Perempuan perlu berusaha keras untuk mendapatkan kursi di parlemen. Seperti dilansir oleh Tirto.id, calon legislatif (caleg) perempuan sering kali mendapat rintangan awal bahkan sebelum bertarung bebas di ranah kampanye, yaitu mendapatkan nomor bawah pada daftar […]

Read More
Kok Masih Diskriminatif?
Januari 22, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Masih ingat apa yang terjadi di Malaysia tanggal 8 Desember lalu? Puluhan ribu orang etnis Melayu berkumpul untuk menuntut pemerintah menolak ratifikasi Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial.[1] Sederhananya, mereka mau pemerintah menolak kesetaraan hak etnis-etnis yang ada di malaysia, dan tetap memberlakukan perlakuan istimewa terhadap ras Melayu. Perlakuan istimewa ini termasuk pemberlakuan kuota dalam sektor pendidikan dan pekerjaan. Etnis Melayu akan mendapatkan porsi dan kesempatan lebih besar untuk diterima sekolah atau kerja. Sedangkan etnis Tionghoa dan India hanya mendapatkan kesempatan yang lebih kecil. Sentimen terhadap keturunan Tionghoa muncul juga karena mereka dinilai “pelit” untuk berbagi strategi bisnis. Sama halnya ketika kamu sakit hati ketika temanmu naik jabatan karena kerja kerasnya, sedangkan kamu kerjanya cuma ngemil. Para simpatisan 812 berpendapat bahwa memang seharusnya Malaysia menjadi negara untuk etnis Melayu dan memberlakukan hak istimewa terhadap mereka. Kok, terdengar seperti supremasi kulit putih ya? Dalam hal ini, supremasi etnis Melayu. Indonesia memiliki sejarah sentimen yang serupa saat pemerintahan Suharto, dan masih tersisa hingga saat ini. Bedanya, sentimen ini diinisiasi oleh seorang presiden. Pada tahun 1967, Suharto menetapkan Instruksi Presiden No. 14 tentang kebijaksanaan pokok mengenai agama, kepercayaan, dan adat istiadat Cina. Ya, Suharto menyebutnya Cina, menggantinya dari istilah Tiongkok atau […]

Read More
Film Coming of Age yang Perlu Kamu Tonton
Januari 21, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Coming of age merupakan istilah untuk menunjukkan transisi antara masa kanak-kanak dengan kedewasaan. Film-film coming of age biasanya bercerita tentang penemuan jati diri, pencarian pasangan, sampai pemaknaan seorang remaja atas kehadirannya di dunia ini. Masa-masa seperti itu tentunya pernah atau bahkan masih kita alami, kan? Berikut ini film coming of age yang menurut Pamflet menarik untuk kamu tonton supaya kamu tahu kalau kamu nggak sendirian.   Sierra Burgess is a Loser (2018)  Masa SMA adalah momentum yang ngeri-ngeri sedap. Selain pencarian jati diri, banyak hal yang membuat penasaran, rasa ingin tahu menggebu-gebu, apalagi saat hati sudah mulai merasakan sesuatu~ Di film-film yang bercerita soal masa SMA melihat pemeran utama dengan tubuh berpinggang ramping, berkulit terang, berambut lurus terlihat halus, dan paras dengan standar sampul majalah sudah sangat biasa, kan? Sierra Burgess is a Loser tidak akan menyajikan pemeran utama seperti demikian. Namun, jalan ceritanya akan mengembalikan ingatan ke masa pencarian jati diri. Sierra Burgess dididik dengan kalimat-kalimat motivasi dari Ibunya dan juga rangkaian kata-kata puitis dari Ayahnya. Hal itu membuat ia menjadi perempuan pintar dan suka membuat puisi. Namun, semuanya berubah ketika ia terjebak romansa dengan laki-laki di masa pencarian jati diri. Karakter laki-laki bernama Jamey itu mengira bahwa Sierra Burgess adalah Veronica si gadis populer […]

Read More
Ini Itu Demokrasi: Sejarah Golput sebagai Pilihan Politis
Januari 17, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

“Seperti bau kentut saja. Rupanya tidak ada tetapi baunya ada,” Begitulah jawaban Ali Murtopo, asisten pribadi Presiden Soeharto, saat diwawancarai oleh majalah Ekspres terkait fenomena golput yang terbit pada 14 Juni 1971. Ungkapan yang meremehkan yang tidak memiliki dasar. Fenomena golput pertama kali muncul di Indonesia Pemilu pertama di era Orde Baru di tahun 1971. Istilah golput atau golongan putih muncul pertama kali dalam tulisan Imam Walujo Sumali, mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Kebayoran pada 12 Mei 1971 di harian KAMI. Dalam tulisannya, Imam menulis tentang pentingnya memunculkan partai lain alternatif untuk menampung suara dari generasi muda, dan orang-orang yang tidak memilih partai-partai dan Golkar sebagai kontestan Pemilu karena pesimis dan kecewa, terutama karena banyak pegawai negeri yang dipaksa untuk memilih Golkar oleh pemerintah. Partai tersebut akhirnya dinamakan Partai Putih, dengan gambar putih polos. Selain itu, Imam juga menganjurkan bagi siapapun yang memilih Partai Putih agar menusuk bagian putih di luar gambar tanda partai dan Golkar. Inilah yang membuat majalah Ekspres mendefinisikan golput sebagai sebuah gerakan untuk datang ke kotak suara dan menusuk kertas putih di sekitar gambar kontestan Pemilu, bukan gambarnya. Tindakan ini nantinya akan membuat suara yang masuk jadi tidak sah. Jadi golput bukanlah tindakan tidak mencoblos karena sedang […]

Read More
Smart Pakem: Inovasi Pemerintah yang Tidak Smart
Desember 17, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Di akhir tahun ini, pemerintah bukannya mengevaluasi praktik-praktik intoleran yang terjadi di Indonesia, malah membuat aplikasi yang semakin mengancam kebebasan masyarakat dalam memeluk kepercayaan. Aplikasi yang diberi nama Smart Pakem ini, bukan hanya tidak Smart tapi juga akan semakin meruncingkan praktik diskriminasi di Indonesia. Aplikasi ini adalah inovasi yang dibuat oleh Kejaksaan Tinggi Jakarta. Juru Bicara mereka mengatakan aplikasi ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai  aliran kepercayaan dan keagamaan di Indonesia, serta yang masuk dalam daftar sesat pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Meskipun begitu, aplikasi ini lebih terlihat hadir untuk mendiskriminasi daripada mengedukasi. Padahal November tahun lalu, pemerintah telah memenangkan tuntutan kelompok penghayat kepercayaan untuk mengisi kolom agama di KTP dengan ‘Penghayat Kepercayaan’. Sekarang kemenangan tersebut terasa kosong belaka karena Smart Pakem malah seolah mengontrol apa yang boleh dianut oleh masyarakat. Dan yang tidak kalah mencengangkan, aplikasi ini hanya menautkan fatwa-fatwa MUI sebagai pedoman salah satu fiturnya tanpa melibatkan lembaga keagamaan lain. Dalam aplikasi Smart Pakem, Khusus di fitur keagamaan, kepercayaan, dan ormas, terdapat informasi mengenai daftar, nama pimpinan, wilayah, jumlah pengikut, dan penjelasan detailnya. Sementara untuk fitur laporan, tersedia lampiran berupa data diri pelapor dan subjek laporan. Namun, semua informasi yang ada tidaklah lengkap dan bisa mengedukasi masyarakat. Bagaimana […]

Read More
Mengapa Hak Perempuan (Masih) Perlu Diperjuangkan?
Desember 10, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kamu” QS Al Hujurat, 13 Perjuangan perempuan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, terus menguat demi kesetaraan dengan kelompok laki-laki. Hal ini tentu terjadi bukan tanpa sebab. Layaknya perbedaan hadiah yang diterima sepasang kembar saat perayaan Natal, ketidakadilan ini juga tercermin pada apa yang seharusnya perempuan terima. Hanya karena statusnya sebagai “perempuan”, banyak hal yang tidak dapat diberikan pada perempuan karena hal tersebut “lebih pantas” diberikan pada laki-laki. Mungkin ini terdengar dibesar-besarkan. Tapi itulah yang terjadi. Bahkan ada kelompok di Indonesia yang menolak untuk menyetarakan hak antara perempuan dan laki-laki dengan dalih “perempuan harus dimuliakan, bukan disetarakan”. Terdengar sangat indah memang, mengangkat derajat perempuan agar “dimuliakan” dari kelompok lainnya. Tapi apa benar hal tersebut terjadi? Perjuangan perempuan untuk mendapatkan haknya secara adil dimulai sejak dulu. Bayangkan saja, perempuan tidak memiliki hak untuk memberikan suara di pemilihan umum (voting) sampai akhir abad ke-19, di seluruh dunia. Negara pertama yang memberikan hak memilih pada perempuan adalah Selandia Baru pada tahun 1893. Pemerintah Selandia Baru mengizinkan perempuan untuk memilih di usia lebih dari 21 tahun. Perjuangan perempuan mendapatkan hak politiknya bisa kita saksikan pada film “Suffragette” yang dirilis pada 2014 […]

Read More
Jair Bolsonaro, Trump Negara Tropis yang Mengerikan
November 19, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Pernah dengar seseorang yang dijuluki “Trump Negara Tropis”? Ya! Dialah Jair Bolsonaro yang memenangkan pemilihan presiden di Brasil pada bulan lalu. Bolsonaro adalah anggota kongres Brasil selama tujuh periode yang mengusung ideologi garis kanan ekstrim, yang bahkan lebih mengerikan dari Donald Trump. Simpati masyarakat Brasil muncul karena janji Bolsonaro untuk Break the System dan mengakhiri status quo yang membuat Brasil mengalami gejolak mendalam sejak 2016. Krisis ekonomi dan gejolak politik terjadi itu karena korupsi besar-besaran di tingkat tertinggi pemerintahan dan perusahaan. Oknum-oknum pelakunya pun benar-benar tidak tersentuh. Bolsonaro menggabungan rasisme, misogini atau kebencian terhadap perempuan, serta ketertiban yang ekstrem dengan dukungan penuhnya untuk pemerintahan militer sebagai bahan kampanyenya. Dia mengatakan ingin para penjahat ditembak mati tanpa perlu diusut lewat pengadilan. Dia menganggap pribumi Brasil sebagai parasit dan mendukung kontrol terhadap kelahiran yang diskriminatif. Bahkan, dia tidak segan mengatakan pengungsi dari Haiti, Afrika, dan Timur Tengah sebagai the scum of humanity atau sampah kemanusiaan. Bolsonaro sering sekali mengeluarkan pernyataan rasis dan misoginis. Ia pernah mengatakan Afro-Brasil adalah para pemalas dan obesitas. Dia menyamakan homoseksualitas dengan pedofilia. Bahkan ia membela tindakan hukum secara fisik terhadap anak-anak guna mencegah mereka menjadi gay. Menurut Federico Finchelstein, profesor dan penulis buku From Fascism to Populism […]

Read More
Sekilas Tentang Utopia Damai di Indonesia
November 1, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

“…dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…” Tentu banyak dari kamu yang tahu dari mana kalimat di atas berasal? Yup, pembukaan Undang-Undang Dasar negara kita. Biasanya pembukaan UUD dibacakan saat kita upacara bendera di hari Senin. Bisa jadi, kamu pernah jadi petugas pembaca naskah tersebut. Tapi, apakah kita benar-benar mengerti maksud isinya? Naskah tersebut menjadi semacam janji negara Indonesia, setelah menjadi negara yang merdeka, akan menjadi negara yang sejahtera, cerdas, damai, dan adil. Kira-kira begitulah singkat katanya. Setelah lepas dari penjajahan, tentu banyak cita-cita negara yang muncul sehingga negara kita bisa jadi negara yang maju. Salah satunya, maju dalam perdamaian sehingga masyarakat bersatu, mengesampingkan perbedaan, dan hidup dengan rukun. Memang terdengar sangat utopis, namun jika seorang manusia seperti kamu dan saya ingin hidup, tentu kita menginginkan lingkungan yang aman dan tentram bukan? Lantas, apakah hal tersebut sudah tercapai? Sayangnya, belum. Bisa saja kita tidak merasakan konflik apapun di lingkungan rumah kita. Terkadang memang konflik yang memakan korban jiwa terjadi di tempat yang jauh dari rumah kita. Katakanlah rumah kita di Jakarta, tentu konflik warga di Ambon, Poso, Sampit, dan Tolikara sangat jauh dari keseharian kita dan menganggap hal tersebut tak akan terjadi di daerah […]

Read More

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top