Film Coming of Age yang Perlu Kamu Tonton
Januari 21, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Coming of age merupakan istilah untuk menunjukkan transisi antara masa kanak-kanak dengan kedewasaan. Film-film coming of age biasanya bercerita tentang penemuan jati diri, pencarian pasangan, sampai pemaknaan seorang remaja atas kehadirannya di dunia ini. Masa-masa seperti itu tentunya pernah atau bahkan masih kita alami, kan? Berikut ini film coming of age yang menurut Pamflet menarik untuk kamu tonton supaya kamu tahu kalau kamu nggak sendirian.   Sierra Burgess is a Loser (2018)  Masa SMA adalah momentum yang ngeri-ngeri sedap. Selain pencarian jati diri, banyak hal yang membuat penasaran, rasa ingin tahu menggebu-gebu, apalagi saat hati sudah mulai merasakan sesuatu~ Di film-film yang bercerita soal masa SMA melihat pemeran utama dengan tubuh berpinggang ramping, berkulit terang, berambut lurus terlihat halus, dan paras dengan standar sampul majalah sudah sangat biasa, kan? Sierra Burgess is a Loser tidak akan menyajikan pemeran utama seperti demikian. Namun, jalan ceritanya akan mengembalikan ingatan ke masa pencarian jati diri. Sierra Burgess dididik dengan kalimat-kalimat motivasi dari Ibunya dan juga rangkaian kata-kata puitis dari Ayahnya. Hal itu membuat ia menjadi perempuan pintar dan suka membuat puisi. Namun, semuanya berubah ketika ia terjebak romansa dengan laki-laki di masa pencarian jati diri. Karakter laki-laki bernama Jamey itu mengira bahwa Sierra Burgess adalah Veronica si gadis populer […]

Read More
Ini Itu Demokrasi: Sejarah Golput sebagai Pilihan Politis
Januari 17, 2019 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

“Seperti bau kentut saja. Rupanya tidak ada tetapi baunya ada,” Begitulah jawaban Ali Murtopo, asisten pribadi Presiden Soeharto, saat diwawancarai oleh majalah Ekspres terkait fenomena golput yang terbit pada 14 Juni 1971. Ungkapan yang meremehkan yang tidak memiliki dasar. Fenomena golput pertama kali muncul di Indonesia Pemilu pertama di era Orde Baru di tahun 1971. Istilah golput atau golongan putih muncul pertama kali dalam tulisan Imam Walujo Sumali, mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Kebayoran pada 12 Mei 1971 di harian KAMI. Dalam tulisannya, Imam menulis tentang pentingnya memunculkan partai lain alternatif untuk menampung suara dari generasi muda, dan orang-orang yang tidak memilih partai-partai dan Golkar sebagai kontestan Pemilu karena pesimis dan kecewa, terutama karena banyak pegawai negeri yang dipaksa untuk memilih Golkar oleh pemerintah. Partai tersebut akhirnya dinamakan Partai Putih, dengan gambar putih polos. Selain itu, Imam juga menganjurkan bagi siapapun yang memilih Partai Putih agar menusuk bagian putih di luar gambar tanda partai dan Golkar. Inilah yang membuat majalah Ekspres mendefinisikan golput sebagai sebuah gerakan untuk datang ke kotak suara dan menusuk kertas putih di sekitar gambar kontestan Pemilu, bukan gambarnya. Tindakan ini nantinya akan membuat suara yang masuk jadi tidak sah. Jadi golput bukanlah tindakan tidak mencoblos karena sedang […]

Read More
Smart Pakem: Inovasi Pemerintah yang Tidak Smart
Desember 17, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Di akhir tahun ini, pemerintah bukannya mengevaluasi praktik-praktik intoleran yang terjadi di Indonesia, malah membuat aplikasi yang semakin mengancam kebebasan masyarakat dalam memeluk kepercayaan. Aplikasi yang diberi nama Smart Pakem ini, bukan hanya tidak Smart tapi juga akan semakin meruncingkan praktik diskriminasi di Indonesia. Aplikasi ini adalah inovasi yang dibuat oleh Kejaksaan Tinggi Jakarta. Juru Bicara mereka mengatakan aplikasi ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai  aliran kepercayaan dan keagamaan di Indonesia, serta yang masuk dalam daftar sesat pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Meskipun begitu, aplikasi ini lebih terlihat hadir untuk mendiskriminasi daripada mengedukasi. Padahal November tahun lalu, pemerintah telah memenangkan tuntutan kelompok penghayat kepercayaan untuk mengisi kolom agama di KTP dengan ‘Penghayat Kepercayaan’. Sekarang kemenangan tersebut terasa kosong belaka karena Smart Pakem malah seolah mengontrol apa yang boleh dianut oleh masyarakat. Dan yang tidak kalah mencengangkan, aplikasi ini hanya menautkan fatwa-fatwa MUI sebagai pedoman salah satu fiturnya tanpa melibatkan lembaga keagamaan lain. Dalam aplikasi Smart Pakem, Khusus di fitur keagamaan, kepercayaan, dan ormas, terdapat informasi mengenai daftar, nama pimpinan, wilayah, jumlah pengikut, dan penjelasan detailnya. Sementara untuk fitur laporan, tersedia lampiran berupa data diri pelapor dan subjek laporan. Namun, semua informasi yang ada tidaklah lengkap dan bisa mengedukasi masyarakat. Bagaimana […]

Read More
Mengapa Hak Perempuan (Masih) Perlu Diperjuangkan?
Desember 10, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kamu” QS Al Hujurat, 13 Perjuangan perempuan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, terus menguat demi kesetaraan dengan kelompok laki-laki. Hal ini tentu terjadi bukan tanpa sebab. Layaknya perbedaan hadiah yang diterima sepasang kembar saat perayaan Natal, ketidakadilan ini juga tercermin pada apa yang seharusnya perempuan terima. Hanya karena statusnya sebagai “perempuan”, banyak hal yang tidak dapat diberikan pada perempuan karena hal tersebut “lebih pantas” diberikan pada laki-laki. Mungkin ini terdengar dibesar-besarkan. Tapi itulah yang terjadi. Bahkan ada kelompok di Indonesia yang menolak untuk menyetarakan hak antara perempuan dan laki-laki dengan dalih “perempuan harus dimuliakan, bukan disetarakan”. Terdengar sangat indah memang, mengangkat derajat perempuan agar “dimuliakan” dari kelompok lainnya. Tapi apa benar hal tersebut terjadi? Perjuangan perempuan untuk mendapatkan haknya secara adil dimulai sejak dulu. Bayangkan saja, perempuan tidak memiliki hak untuk memberikan suara di pemilihan umum (voting) sampai akhir abad ke-19, di seluruh dunia. Negara pertama yang memberikan hak memilih pada perempuan adalah Selandia Baru pada tahun 1893. Pemerintah Selandia Baru mengizinkan perempuan untuk memilih di usia lebih dari 21 tahun. Perjuangan perempuan mendapatkan hak politiknya bisa kita saksikan pada film “Suffragette” yang dirilis pada 2014 […]

Read More
Jair Bolsonaro, Trump Negara Tropis yang Mengerikan
November 19, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Pernah dengar seseorang yang dijuluki “Trump Negara Tropis”? Ya! Dialah Jair Bolsonaro yang memenangkan pemilihan presiden di Brasil pada bulan lalu. Bolsonaro adalah anggota kongres Brasil selama tujuh periode yang mengusung ideologi garis kanan ekstrim, yang bahkan lebih mengerikan dari Donald Trump. Simpati masyarakat Brasil muncul karena janji Bolsonaro untuk Break the System dan mengakhiri status quo yang membuat Brasil mengalami gejolak mendalam sejak 2016. Krisis ekonomi dan gejolak politik terjadi itu karena korupsi besar-besaran di tingkat tertinggi pemerintahan dan perusahaan. Oknum-oknum pelakunya pun benar-benar tidak tersentuh. Bolsonaro menggabungan rasisme, misogini atau kebencian terhadap perempuan, serta ketertiban yang ekstrem dengan dukungan penuhnya untuk pemerintahan militer sebagai bahan kampanyenya. Dia mengatakan ingin para penjahat ditembak mati tanpa perlu diusut lewat pengadilan. Dia menganggap pribumi Brasil sebagai parasit dan mendukung kontrol terhadap kelahiran yang diskriminatif. Bahkan, dia tidak segan mengatakan pengungsi dari Haiti, Afrika, dan Timur Tengah sebagai the scum of humanity atau sampah kemanusiaan. Bolsonaro sering sekali mengeluarkan pernyataan rasis dan misoginis. Ia pernah mengatakan Afro-Brasil adalah para pemalas dan obesitas. Dia menyamakan homoseksualitas dengan pedofilia. Bahkan ia membela tindakan hukum secara fisik terhadap anak-anak guna mencegah mereka menjadi gay. Menurut Federico Finchelstein, profesor dan penulis buku From Fascism to Populism […]

Read More
Sekilas Tentang Utopia Damai di Indonesia
November 1, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

“…dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…” Tentu banyak dari kamu yang tahu dari mana kalimat di atas berasal? Yup, pembukaan Undang-Undang Dasar negara kita. Biasanya pembukaan UUD dibacakan saat kita upacara bendera di hari Senin. Bisa jadi, kamu pernah jadi petugas pembaca naskah tersebut. Tapi, apakah kita benar-benar mengerti maksud isinya? Naskah tersebut menjadi semacam janji negara Indonesia, setelah menjadi negara yang merdeka, akan menjadi negara yang sejahtera, cerdas, damai, dan adil. Kira-kira begitulah singkat katanya. Setelah lepas dari penjajahan, tentu banyak cita-cita negara yang muncul sehingga negara kita bisa jadi negara yang maju. Salah satunya, maju dalam perdamaian sehingga masyarakat bersatu, mengesampingkan perbedaan, dan hidup dengan rukun. Memang terdengar sangat utopis, namun jika seorang manusia seperti kamu dan saya ingin hidup, tentu kita menginginkan lingkungan yang aman dan tentram bukan? Lantas, apakah hal tersebut sudah tercapai? Sayangnya, belum. Bisa saja kita tidak merasakan konflik apapun di lingkungan rumah kita. Terkadang memang konflik yang memakan korban jiwa terjadi di tempat yang jauh dari rumah kita. Katakanlah rumah kita di Jakarta, tentu konflik warga di Ambon, Poso, Sampit, dan Tolikara sangat jauh dari keseharian kita dan menganggap hal tersebut tak akan terjadi di daerah […]

Read More
#MudaToleran
Oktober 15, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

“Memuliakan manusia berarti memuliakan penciptanya. Merendahkan dan menistakan manusia berarti merendahkan dan menistakan penciptanya.” -Gus Dur-   Seharusnya pernyataan Gus Dur ini cukup membuat kita semua tersadar bahwa persaudaraan manusia adalah hal yang penting untuk dijaga. Kadang miris jika melihat banyak orang dengan mudah menghakimi dosa seseorang, menghakimi kesalahan seseorang, bahkan menghakimi apakah orang lain pantas masuk surga atau neraka. Tanpa sadar mereka sudah mendahului Tuhan untuk melakukan tugas tersebut. Baik ulama ataupun bukan.   Fenomena ini sebenarnya bukanlah hal yang baru. Presiden RI yang pernah menjabat selama 30 tahun menyusupkan ide ini ke alam tak sadar masyarakat Indonesia, bahwa menghakimi orang lain dan bertindak langsung terhadap hal tersebut adalah hal yang wajar. Presiden yang sama dulu menciptakan sentimen ras tionghoa yang sampai sekarang banyak orang mengamini. Hal ini tercermin pada 2017 lalu saat Pilkada Jakarta dipenuhi dengan kampanye sentimen kepercayaan dan ras yang menyudutkan Ahok. Kemarahan masyarakat dibangkitkan dengan narasi yang seutuhnya tidak dapat dipertanggungjawabkan seperti “Haram hukumnya seorang muslim dipimpin seorang kafir” atau “Orang Cina mencuri kekayaan Indonesia”. Di tahun inilah, peringkat Indonesia dalam Indeks Demokrasi Global anjlok 20 peringkat, dari peringkat 48 menjadi 68.   Meski bukan sepenuhnya hal baru, namun meningkatnya sentimen ini menjadi semakin menemukan […]

Read More
Anak Muda Sering di “Swipe Left” oleh Negara
September 7, 2018 by Ayunita Xiao Wei in Rubrik-Artikel 0 Comments

Kehamilan siswi SMP dengan ayah seorang siswa kelas V SD di Tulungagung yang terjadi pada Mei 2018 lalu bukan peristiwa kehamilan di bawah umur pertama di Indonesia. Di tahun 2015, kita pernah dihebohkan oleh siswi SMK di wilayah Kembangan yang nekat menggugurkan janin berusia 5 bulan di kamarnya sendirian[1]. Di tahun 2016, terdapat 350 kasus anak muda hamil di luar perencanaan yang dilaporkan oleh Camat Manggar Kepulauan Bangka Belitung[2]. Melalui artikelnya, program remaja KISARA[3] memberikan fakta bahwa 15% anak muda sudah melakukan hubungan seks yang tidak aman dan 700 ribu anak muda mengalami kehamilan tidak direncanakan yang kemudian diakhiri dengan tindak aborsi yang menyebabkan komplikasi berujung kematian[4]. Terlepas dari fakta-fakta di atas, tentu kita sendiri pernah mendengar atau menerima informasi serupa dari desas-desus tetangga yang tiba-tiba jadi polisi moral atau sikap keluarga yang tiba-tiba menggelar hajatan pernikahan saat ada seseorang ‘kebobolan’. Sering kali kita mendengar orang bilang ‘kebobolan’ untuk menunjuk kehamilan di usia belia ketika mengetahui ada teman atau orang terdekat kita yang sudah hamil di usia yang idealnya masih ada di bangku sekolah. Sebetulnya penulis menolak keras untuk menggunakan diksi tersebut dalam konteks hubungan seksual, sebab hubungan antar manusia tidak sesederhana strategi menendang bola ke dalam gawang lawan hingga kebobolan. […]

Read More
Khanza Vina, Transpuan Melawan Hipokrisi
September 3, 2018 by admin in Rubrik-Artikel, Seksualitas 1 Comment

“Take Me to Church”  by Hozier …. We were born sick,’ you heard them say it My church offers no absolutes She tells me ‘worship in the bedroom’ The only heaven I’ll be sent to Is when I’m alone with you …. Bait pertama lagu Hozier di atas berhasil membuat penulis mengernyitkan dahi. Melalui lagu ini, Hozier menggambarkan ironisnya orang-orang yang menjalankan perintah  agama secara membabi buta. Memang pada dasarnya agama mengajarkan kebaikan antar semua makhluk, namun sayang banyak orang yang sangat sulit berbuat baik kepada manusia lainnya yang gender dan orientasi seksualnya berbeda.    Sarkasme di setiap bait, membuat penulis semakin yakin bahwa kehidupan memiliki beragam warna. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu, dan warna lainnya memiliki makna yang tidak bisa dimaknai hanya oleh satu kepala. Sama halnya seperti konsep gender dan kecenderungan orientasi seksual manusia yang tidak bisa ditetapkan oleh dua warna saja, yang tidak bisa ditentukan salah benarnya oleh orang lain berdasarkan tafsir agama. Seraya mendengarkan lagu ini, penulis teringat tindakan-tindakan tidak manusiawi yang terjadi belakangan ini di Indonesia. Di awal tahun 2018, kita disajikan berita menyedihkan yang dilakukan oleh Kepolisian Resort Aceh dan Polisi Syariat terhadap penangkapan paksa kepada waria-waria karena dianggap berperilaku tidak sesuai syariat Islam […]

Read More
Kelahiran Pancasila dan Permasalahan Agama di Indonesia
Juni 1, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Kalian pasti pernah dengar istilah Islam KTP, sebuah istilah yang lahir karena seseorang mencantumkan kata Islam di KTP tapi tidak menjalankan syariat Islam. Istilah ini ternyata memang ada dan memiliki permasalahan yang serius di Indonesia, terutama pasca tahun 1974, dimana Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri yang mengatur bahwa kolom agama di KTP harus diisi dengan pilihan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Lho, memang apa hubungannya? Tentu saja ada, seperti yang terjadi di Jawa Barat pada sekelompok orang-orang Sunda Wiwitan yang terancam karena menganut agama lokal. Berdasarkan SK tersebut, mereka akhirnya terancam dan memilih masuk Kristen. Agama asli mereka tinggalkan sementara meski tak hilang. Belakangan mereka keluar dari Kristen dan menegakan kembali agama lokal. Sedangkan di tempat lain, banyak penganut agama lokal yang akhirnya memilih Islam sebagai pelarian supaya tetap mengikuti SK tersebut. Agama yang paling banyak dipilih adalah Islam karena cukup mengucapkan dua kalimat syahadat.  Pada zaman Orde Baru, mencantumkan kata Islam KTP menjadi hal penting agar tidak dituduh PKI, meskipun mereka tidak menjalankan syariat Islam. Pramoedya Ananta Toer menyebut fenomena ini sebagai Islam Statistik karena mempengaruhi statistik penganut Islam di Indonesia secara signifikan. Pada masa itu, agama Konghucu pun memiliki nasib yang sama dengan […]

Read More

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top