4 Puisi Pilihan Pamflet
Maret 25, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Mengarang itu gampang, tapi tidak untuk menyembunyikan perasaan. Maka berpuisilah, agar kamu dapat mengerti akan segala arti dari ungkapan. Sembilan belas tahun sudah seisi dunia mengakui bahwa puisi memiliki peran penting untuk kehidupan, kemanusiaan, dan perasaan. Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB atau UNESCO menetapkan tanggal 21 Maret di setiap tahunnya sebagai Hari Puisi Dunia atau World Poetry Day bukan untuk selebrasi biasa. Namun untuk menegaskan kembali makna kemanusiaan melalui ragam linguistik dengan ekspresi yang puitis. Tentunya perayaan ini juga tak terlepas dari sejarah lahirnya puisi dari masa sebelum masehi yang melibatkan seni dan musik. Kali ini, mari kita rayakan Hari Puisi Dunia dengan menikmati puisi-puisi menarik nan unik pilihan personil Pamflet.   Puisi pilihan Akbar Restu, Tim Program Pamflet Sajak Sebatang Lisong – W. S. Rendra Menurut Akbar, ini puisi pertama yang mampu membuat ia bergetar. Perasaan campur aduk antara marah, malu, dan merasa bodoh, ketika mendengar seniornya membacakan puisi ini di masa orientasi mahasiswa. Hingga sekarang pun, ketika ia membaca ulang puisi tersebut, getaran itu masih ada. Adapun penggalan yang masih sangat ia ingat adalah: “Inilah sajakku Pamplet masa darurat. Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan.” Sekarang kamu […]

Read More
Ironi Demokrasi Digital
Maret 22, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Kita marah saat ruang bermain kita diusik. Kita kesal saat orang lain merasa paling tahu atas diri kita sendiri.   Era digital hari ini sangat membantu kita untuk mengekspresikan segala bentuk perasaan, seperti dua contoh di atas. Dengan segala bentuk konten kreatif seperti komik, meme, video, atau bahkan tulisan yang dirangkai ke dalam microblog, kita bisa mengetahui isi hati dan pikiran orang lain hanya dari layar kaca alat elektronik yang kita miliki. Namun yang sangat membantu kita ketika perkembangan zaman dengan segala kemajuan teknologinya tidak disikapi dengan bijak. Sejak tahun 2014 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di negara demokrasi ini memberangus ratusan situs yang disinyalir bermuatan konten negatif. Pada tahun 2014 terdapat total 761.126 situs dan 2015 dengan angka 766.394 situs yang telah diblokir oleh pemerintah.[1] Dua tahun belakangan, jejaring sosial Tumblr menjadi perhatian lebih pemerintah. Terdapat muatan pornografi yang menurut Menteri Rudiantara dan para penjaga moral bangsa khawatir berdampak buruk pada masa depan anak bangsa. Karena alasan tersebut Tumblr pun diblokir dari jangkauan pengguna di Indonesia. Seketika itu pula banyak pengguna media sosial tersebut dengan gerak cepat memainkan jari jemarinya untuk mengekspresikan segala emosi, baik dengan tanggapan setuju maupun tidak setuju. Belum genap 24 jam netizen mengutarakan buah pikirnya […]

Read More
Kekerasan dan Perempuan: 1998 dan Kenapa Kita Jangan Sampai Lupa
Maret 12, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

“Tetapi saya mengatakan bahwa korban itu ada, saya menangani tiga orang dan salah satunya adalah anak berumur 14 tahun. Dan salah satu akibat dari perkosaan itu adalah ketiga-tiganya agak – seakan-akan—pikirannya hilang, tetapi yang paling nyata adalah anak yang berumur 14 tahun ini menjadi gila, agak gila..” [1] Bisa jadi kita adalah anak-anak muda yang merasakan sendiri bagaimana di dalam sekolah, bangunan pengetahuan dan ingatan kita seputar tragedi 1998 berkisar di antara frasa-frasa seperti “Turunnya Soeharto”, “demonstrasi mahasiswa”, atau “krisis ekonomi”. Kita belajar dan menghapal nama-nama mahasiswa yang ditembak aparat, tempat-tempat kerusuhan meledak, sampai apa persisnya kata-kata Soeharto ketika ia memutuskan berhenti menjadi presiden. Namun kita sering lupa membahas lagi siapa sebenarnya kelompok yang karena mereka kita kini memiliki semacam jaminan dan perlindungan untuk bebas dari kekerasan: perempuan. Pada bulan Agustus 1998, sebuah artikel berjudul “Siapa Dalang Perkosaan Massal?” dicabut dan batal terbit dari majalah Jakarta, Jakarta nomor 610. Artikel tersebut berisi wawancara bersama narasumber Romo I Sandyawan Sumardi S.J., atau Romo Sandy*), yang saat itu bekerja sebagai Sekretaris Tim Relawan untuk Kemanusiaan. Beberapa di antara pekerjaan yang dilakukan Romo Sandy adalah menemui keluarga korban tragedi 1998, termasuk juga para perempuan korban perkosaan dan kekerasan seksual. Lima tahun kemudian, artikel […]

Read More
Ketika Ketabuan Itu Sangat Dekat
Maret 8, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Kabar gembira dari sebuah survei yang dilakukan organisasi Inggris Varkey Foundation menyatakan, skor umum 90 persen orang muda di Indonesia termasuk yang paling bahagia di dunia[1]. Pernyataan ini berbanding lurus dengan apa yang dikatakan oleh salah satu guru Bimbingan Konseling (BK) yang akrab dipanggil Ibu Wiwiek dari SMK Negeri 1 Sindang Indramayu saat pertemuan Forum Berbagi dan Belajar Suka Ria Remaja bersama Pamflet. Ibu Wiwiek menyatakan bahwa siswa siswi di sekolahnya turut bahagia serta tertawa ketika mendapatkan bully dari teman-temannya. Pernyataan Ibu Wiwiek merespon diskusi tentang jangka panjang akibat bully yang menjadi pembahasan di forum pada hari itu. Lebih lanjut lagi, hasil survei Varkey Foundation dapat menjadi pendukung pernyataan Ibu Wiwiek, yang menyatakan 40 persen orang muda Indonesia tidak terlalu memikirkan masalah atau tidak merasa cemas ketika di-bully, atau tidak dicintai[2]. Apakah angka tersebut mewakili perasaan orang muda di Indramayu? Berasal dari nama seorang perempuan yaitu Nyi Endang Darma, yang turut berjasa membangun pedukuhan, Kabupaten Indramayu sebelumnya diberi nama Darma Ayu. Daerah ini merupakan salah satu bagian dari Provinsi Jawa Barat yang memiliki jargon REMAJA atau Religius, Maju, Mandiri, dan Sejahtera. Namun sayangnya, kesepakatan tersebut tidak berbanding lurus dengan keadaan masyarakat setempat. Di sana, banyak fenomena sosial yang sudah menjadi […]

Read More
Mengapa Hari Perempuan Diperingati?
Maret 8, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Kami ingin mengucapkan Selamat Hari Perempuan Internasional untuk semua perempuan tangguh yang tidak takut mengejar mimpi! Hari Perempuan Internasional diperingati di berbagai negara untuk merayakan pencapaian perempuan di bidang sosial, ekonomi, kebudayaan, dan politik. Peringatan ini juga mengajak perempuan dan laki-laki untuk bersama-sama merayakan dan menyatakan kesetaraan dalam tindakannya sehari-hari. Tentu saja, karena kesetaraan hak penting untuk diperjuangkan tidak hanya perempuan tetapi juga laki-kali. Menurut sejarahnya, Hari Perempuan Internasional terinsiprasi dari aksi damai (long march) yang dilakukan lebih dari seabad yang lalu. Tepatnya pada Februari 1909 di sepanjang jalan kota New York. Sekitar 15.000 perempuan menuntut kenaikan gaji, pengurangan waktu kerja, dan hak untuk memilih dalam pemilu. Kemudian, pada 1975, Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan Hari Perempuan Internasional dirayakan pada 8 Maret setiap tahunnya. Berpuluh-puluh tahun kemudian, perjuangan perempuan masih sangat relevan. Tahun lalu perempuan dari berbagai daerah di Amerika Serikat berbondong-bondong menuju Ibu Kota Washington D.C. untuk menyuarakan kegelisahannya atas kebijakan pemerintah seperti pengusiran imigran serta pernyataan presiden Donald Trump yang diskriminatif dan seksis. Tak hanya itu, mereka juga menginginkan persamaan ras, pengendalian senjata api, dan penghentian beberapa operasi pemerintah. Aksi damai itu dinamai Women’s March. Untuk memperingati Hari Perempuan Internasional, perempuan di Jakarta juga melakukan pawai yang disebut Women’s March […]

Read More
Meredam Api yang Tersembunyi
Maret 8, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Sekitar sebulan yang lalu, Pamflet mengunjungi Kota Palu untuk bertemu dengan orang tua, guru, dan juga siswa sekolah menengah. Kami berdiskusi seputar intoleransi yang ada di Kota Palu. Tentu hal ini sangat sering kita dengar di berbagai media, bahwa intoleransi di Indonesia sudah cukup mengkhawatirkan. Bahkan, meski Palu menempati peringkat kedelapan sebagai kota toleran pada tahun 2017 (berdasarkan Indeks Kota Toleran Setara Institute, 2017), ternyata permasalahan ini juga tetap menjadi ancaman di kota ini. Apa sebenarnya yang terjadi?   Intoleransi yang Meningkat Bulan Januari 2018 lalu, ada sebuah artikel terbit berjudul “Indonesia: Kegagalan Menghadapi Intoleransi”. Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Human Rights Watch, sebuah lembaga penelitian dan advokasi internasional non pemerintah untuk hak asasi manusia. Agaknya judul tersebut cukup tepat untuk menggambarkan keadaan di Indonesia saat-saat ini. Beberapa ahli juga sudah memprediksi hal tersebut setelah kasus penistaan agama yang menimpa Basuki Tjahaja Purnama – Ahok (mantan Gubernur Jakarta) pada tahun lalu. Mereka menyebutnya “The Ahok Effect” – Efek Ahok. Efek Ahok digambarkan sebagai sebuah fenomena main hakim sendiri pada orang yang dinilai menghina agama atau ulama di media sosial. Data dari SAFENET (South East Asia Freedom of Expression Network) mencatat terdapat 59 tindakan persekusi yang telah terjadi hingga Juni […]

Read More
Bullying, Pelajar, dan Cerita Suka Ria Remaja
Maret 8, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Hingga hari ini mungkin tidak banyak orang yang bisa membedakan candaan dan bullying. Ketidaktahuan akan tindakan bullying yang dilakukan oleh seseorang akhirnya membuat kasus bully di Indonesia terus terjadi. Berdasarkan riset Komunitas anti-bullying Sudah Dong[1], 90 persen pelajar kelas IV SD sampai VIII SMP pernah menjadi korban bullying dan 10 persen siswa keluar atau pindah sekolah karena menghindari bullying. Bahkan, sebanyak 40 persen anak-anak di Indonesia melakukan bunuh diri akibat dibully.[2] Selain ketidaktahuan, tindakan bullying juga terjadi karena seseorang ingin menunjukan kekuasaan atau mendominasi orang lain atau kelompok. Dominasi terhadap korban ini akan berdampak pada status sosial pelaku yang ingin diakui lebih hebat, kuat, dan memiliki pengaruh di lingkungannya. Hal ini terekam dalam salah satu cerpen karya Dewina, siswi SMKN 1 Sindang Indramayu, yang dipublikasikan Pamflet dalam buku Cerita Suka Ria Remaja. Cerpen berjudul Sekolah dan Kisah di Dalamnya bercerita tentang seorang pelajar bernama Vlerisa Amanda yang memiliki kepribadian periang dan pemberani. Hingga satu ketika Vlerisa menolak memberikan tugas sekolahnuntuk disalin oleh teman kelasnya yang bernama Sabrina. Penolakan itu berbuah tindakan agresif dari Sabrina, dibantu oleh kakak kelas yang memang terkenal akan tindakan negatifnya. Ketika jam pelajaran usai, Vlerisa diseret ke kamar mandi sekolah. Vlerisa diancam, didorong, dijatukan, dan diinjak-injak. […]

Read More
EDSA Revolution, People Power, dan Peran Gereja
Februari 26, 2018 by Akbar Restu Fauzi in Rubrik-Artikel 0 Comments

Latar Belakang Filipina merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki banyak momen bersejarah. Salah satu yang masih membekas hingga saat ini adalah Revolusi EDSA. Sebuah revolusi yang menjatuhkan rezim Ferdinand Marcos yang berkuasa selama dua puluh tahun secara otoriter. Revolusi EDSA merupakan aksi massa nirkekerasan yang terjadi pada 22 Februari 1986. Nama EDSA merupakan singkatan dari Epifano de lo Santos Avenue, sebuah jalan di Metro Manila yang menjadi lokasi aksi massa. Revolusi ini diogranisir oleh berbagai pihak yang muak pada rezim Marcos, seperti pelajar, Gereja Katolik, tentara, dan elit politik oposisi pemerintah. Bibit Revolusi EDSA sebenarnya sudah muncul sejak tahun 1971, ketika Marcos mendeklarasikan Filipina dalam kondisi Martial Law atau darurat perang[1]. Melalui kondisi ini, Marcos membatasi pergerakan oposisi dan membungkam media massa yang dianggap bersebrangan dengan kepentingannya[2]. Salah satu media yang diberangus oleh Marcos adalah Manila Time. Sejarawan asal Amerika Serikat, McCoy[3]  mencatat selama periodisasi Martial Law (1971 – 1986), setidaknya terdapat 3.257 orang terbunuh, 35.000 orang mengalami penyiksaan, dan 70.000 orang dipenjara tanpa proses pengadilan. Jumlah tersebut merupakan gambaran kasar yang terdokumentasikan, yang mana terdapat ribuan lagi yang belum tercatat. Kondisi ini, tidak berbeda dengan apa yang Indonesia alami di masa Orde Baru, di mana ribuan […]

Read More
Novel Pulang, Kasusnya Belum Terang
Februari 22, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Hari ini Novel Baswedan kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani pengobatan mata di Singapura akibat disiram air keras. Saat itu ia sedang menangani kasus dugaan mega korupsi e-KTP yang merugikan negara hingga Rp 2,4 triliun. Sudah mendekati satu tahun kasus ini belum juga terang. Tim Gabungan Pencari Fakta yang diharapkan dapat menyelidiki kejanggalan kasus ini pun belum dibentuk. Selama menjadi penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel memang kerap menangani kasus-kasus besar. Termasuk menyelidiki dugaan korupsi pengadaan simulator berkendara di Korps Lalu Lintas (Korlantas) dan kasus suap kepala daerah Buol sebagai ganti izin perusahaan untuk merusak 4.500 hektar hutan lokal. Melihat kasus Novel, kita menemui lagi contoh sulitnya menjadi pengungkap kebenaran. Dengan berbagai cara usaha-usaha membongkar ketidakadilan dan korupsi dihabisi agar tidak tampak di muka publik dan pelaku dapat lolos dari jeratan hukum. Dalam catatan Historia, setidaknya ada empat penegak hukum yang dicelakakan karena memberantas korupsi. Pertama, jaksa agung pertama Republik Indonesia Gatot Tarunamihardja. Selama menjabat sebagai jaksa agung, Gatot berusaha untuk membongkar kasus penyelundupan dan barter di Teluk Sinabung, Sumatera Utara yang melibatkan tentara. Karena usahanya tersebut, ia pernah ditangkap. Tak hanya itu, Gatot juga mengalami percobaan pembunuhan oleh tentara dengan cara ditabrak sehingga kakinya buntung. Ada pula […]

Read More
Yap Thiam Hien si Advokat Pemberani
Februari 17, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Masih dalam suasana perayaan Imlek, Pamflet ingin mengenalkan seorang tokoh keturunan Tionghoa yang banyak membela masyarakat dan bekerja dengan integritas yang tinggi.  Namanya adalah Yap Thiam Hien. Apakah kamu sudah pernah mendengar nama itu sebelumnya? Sebagai seorang advokat, Yap tak segan-segan menghadapi pihak yang lebih berkuasa demi menegakkan keadilan. Berikut ini adalah fakta-fakta menarik yang perlu kamu tahu tentang pembela hak asasi manusia ini. Mengadvokasi orang miskin secara pro bono Yap sering mendampingi masyarakat yang tidak memiliki uang untuk membayar advokat. Ia menangani kasus mereka di pengadilan tanpa bayaran alias pro bono. Beberapa kasus yang ditanganinya termasuk membela pedagang di Pasar Senen yang mengalami penggusuran dari pemilik gedung serta seorang pedagang kecap yang mengalami penganiayaan oleh polisi. Pernah ditahan tanpa proses hukum Pada Peristiwa Malapetaka Lima Belas Januari 1974 atau yang lebih dikenal dengan sebutan Peristiwa Malari, Yap Thiam Hien turut ditangkap karena membela mahasiswa yang mengadakan demonstrasi besar-besaran. Ia dituduh menghasut mahasiswa melakukan tindakan melawan pemerintah. Penahanan tersebut tidak disertai proses pengadilan. Membela tahanan politik kasus G30S dan Tanjung Priok Selain membela masyarakat miskin, Yap tidak pernah takut berhadapan dengan kekuasaan. Ia berani membela klien yang ditolak advokat lain karena memiliki pandangan ideologi yang berbeda. Meski dikenal sebagai seorang […]

Read More

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top