Ketika Ketabuan Itu Sangat Dekat
Maret 8, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Kabar gembira dari sebuah survei yang dilakukan organisasi Inggris Varkey Foundation menyatakan, skor umum 90 persen orang muda di Indonesia termasuk yang paling bahagia di dunia[1]. Pernyataan ini berbanding lurus dengan apa yang dikatakan oleh salah satu guru Bimbingan Konseling (BK) yang akrab dipanggil Ibu Wiwiek dari SMK Negeri 1 Sindang Indramayu saat pertemuan Forum Berbagi dan Belajar Suka Ria Remaja bersama Pamflet. Ibu Wiwiek menyatakan bahwa siswa siswi di sekolahnya turut bahagia serta tertawa ketika mendapatkan bully dari teman-temannya. Pernyataan Ibu Wiwiek merespon diskusi tentang jangka panjang akibat bully yang menjadi pembahasan di forum pada hari itu. Lebih lanjut lagi, hasil survei Varkey Foundation dapat menjadi pendukung pernyataan Ibu Wiwiek, yang menyatakan 40 persen orang muda Indonesia tidak terlalu memikirkan masalah atau tidak merasa cemas ketika di-bully, atau tidak dicintai[2]. Apakah angka tersebut mewakili perasaan orang muda di Indramayu? Berasal dari nama seorang perempuan yaitu Nyi Endang Darma, yang turut berjasa membangun pedukuhan, Kabupaten Indramayu sebelumnya diberi nama Darma Ayu. Daerah ini merupakan salah satu bagian dari Provinsi Jawa Barat yang memiliki jargon REMAJA atau Religius, Maju, Mandiri, dan Sejahtera. Namun sayangnya, kesepakatan tersebut tidak berbanding lurus dengan keadaan masyarakat setempat. Di sana, banyak fenomena sosial yang sudah menjadi […]

Read More
Mengapa Hari Perempuan Diperingati?
Maret 8, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Kami ingin mengucapkan Selamat Hari Perempuan Internasional untuk semua perempuan tangguh yang tidak takut mengejar mimpi! Hari Perempuan Internasional diperingati di berbagai negara untuk merayakan pencapaian perempuan di bidang sosial, ekonomi, kebudayaan, dan politik. Peringatan ini juga mengajak perempuan dan laki-laki untuk bersama-sama merayakan dan menyatakan kesetaraan dalam tindakannya sehari-hari. Tentu saja, karena kesetaraan hak penting untuk diperjuangkan tidak hanya perempuan tetapi juga laki-kali. Menurut sejarahnya, Hari Perempuan Internasional terinsiprasi dari aksi damai (long march) yang dilakukan lebih dari seabad yang lalu. Tepatnya pada Februari 1909 di sepanjang jalan kota New York. Sekitar 15.000 perempuan menuntut kenaikan gaji, pengurangan waktu kerja, dan hak untuk memilih dalam pemilu. Kemudian, pada 1975, Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan Hari Perempuan Internasional dirayakan pada 8 Maret setiap tahunnya. Berpuluh-puluh tahun kemudian, perjuangan perempuan masih sangat relevan. Tahun lalu perempuan dari berbagai daerah di Amerika Serikat berbondong-bondong menuju Ibu Kota Washington D.C. untuk menyuarakan kegelisahannya atas kebijakan pemerintah seperti pengusiran imigran serta pernyataan presiden Donald Trump yang diskriminatif dan seksis. Tak hanya itu, mereka juga menginginkan persamaan ras, pengendalian senjata api, dan penghentian beberapa operasi pemerintah. Aksi damai itu dinamai Women’s March. Untuk memperingati Hari Perempuan Internasional, perempuan di Jakarta juga melakukan pawai yang disebut Women’s March […]

Read More
Meredam Api yang Tersembunyi
Maret 8, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Sekitar sebulan yang lalu, Pamflet mengunjungi Kota Palu untuk bertemu dengan orang tua, guru, dan juga siswa sekolah menengah. Kami berdiskusi seputar intoleransi yang ada di Kota Palu. Tentu hal ini sangat sering kita dengar di berbagai media, bahwa intoleransi di Indonesia sudah cukup mengkhawatirkan. Bahkan, meski Palu menempati peringkat kedelapan sebagai kota toleran pada tahun 2017 (berdasarkan Indeks Kota Toleran Setara Institute, 2017), ternyata permasalahan ini juga tetap menjadi ancaman di kota ini. Apa sebenarnya yang terjadi?   Intoleransi yang Meningkat Bulan Januari 2018 lalu, ada sebuah artikel terbit berjudul “Indonesia: Kegagalan Menghadapi Intoleransi”. Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Human Rights Watch, sebuah lembaga penelitian dan advokasi internasional non pemerintah untuk hak asasi manusia. Agaknya judul tersebut cukup tepat untuk menggambarkan keadaan di Indonesia saat-saat ini. Beberapa ahli juga sudah memprediksi hal tersebut setelah kasus penistaan agama yang menimpa Basuki Tjahaja Purnama – Ahok (mantan Gubernur Jakarta) pada tahun lalu. Mereka menyebutnya “The Ahok Effect” – Efek Ahok. Efek Ahok digambarkan sebagai sebuah fenomena main hakim sendiri pada orang yang dinilai menghina agama atau ulama di media sosial. Data dari SAFENET (South East Asia Freedom of Expression Network) mencatat terdapat 59 tindakan persekusi yang telah terjadi hingga Juni […]

Read More
Bullying, Pelajar, dan Cerita Suka Ria Remaja
Maret 8, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Hingga hari ini mungkin tidak banyak orang yang bisa membedakan candaan dan bullying. Ketidaktahuan akan tindakan bullying yang dilakukan oleh seseorang akhirnya membuat kasus bully di Indonesia terus terjadi. Berdasarkan riset Komunitas anti-bullying Sudah Dong[1], 90 persen pelajar kelas IV SD sampai VIII SMP pernah menjadi korban bullying dan 10 persen siswa keluar atau pindah sekolah karena menghindari bullying. Bahkan, sebanyak 40 persen anak-anak di Indonesia melakukan bunuh diri akibat dibully.[2] Selain ketidaktahuan, tindakan bullying juga terjadi karena seseorang ingin menunjukan kekuasaan atau mendominasi orang lain atau kelompok. Dominasi terhadap korban ini akan berdampak pada status sosial pelaku yang ingin diakui lebih hebat, kuat, dan memiliki pengaruh di lingkungannya. Hal ini terekam dalam salah satu cerpen karya Dewina, siswi SMKN 1 Sindang Indramayu, yang dipublikasikan Pamflet dalam buku Cerita Suka Ria Remaja. Cerpen berjudul Sekolah dan Kisah di Dalamnya bercerita tentang seorang pelajar bernama Vlerisa Amanda yang memiliki kepribadian periang dan pemberani. Hingga satu ketika Vlerisa menolak memberikan tugas sekolahnuntuk disalin oleh teman kelasnya yang bernama Sabrina. Penolakan itu berbuah tindakan agresif dari Sabrina, dibantu oleh kakak kelas yang memang terkenal akan tindakan negatifnya. Ketika jam pelajaran usai, Vlerisa diseret ke kamar mandi sekolah. Vlerisa diancam, didorong, dijatukan, dan diinjak-injak. […]

Read More
EDSA Revolution, People Power, dan Peran Gereja
Februari 26, 2018 by Akbar Restu Fauzi in Rubrik-Artikel 0 Comments

Latar Belakang Filipina merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki banyak momen bersejarah. Salah satu yang masih membekas hingga saat ini adalah Revolusi EDSA. Sebuah revolusi yang menjatuhkan rezim Ferdinand Marcos yang berkuasa selama dua puluh tahun secara otoriter. Revolusi EDSA merupakan aksi massa nirkekerasan yang terjadi pada 22 Februari 1986. Nama EDSA merupakan singkatan dari Epifano de lo Santos Avenue, sebuah jalan di Metro Manila yang menjadi lokasi aksi massa. Revolusi ini diogranisir oleh berbagai pihak yang muak pada rezim Marcos, seperti pelajar, Gereja Katolik, tentara, dan elit politik oposisi pemerintah. Bibit Revolusi EDSA sebenarnya sudah muncul sejak tahun 1971, ketika Marcos mendeklarasikan Filipina dalam kondisi Martial Law atau darurat perang[1]. Melalui kondisi ini, Marcos membatasi pergerakan oposisi dan membungkam media massa yang dianggap bersebrangan dengan kepentingannya[2]. Salah satu media yang diberangus oleh Marcos adalah Manila Time. Sejarawan asal Amerika Serikat, McCoy[3]  mencatat selama periodisasi Martial Law (1971 – 1986), setidaknya terdapat 3.257 orang terbunuh, 35.000 orang mengalami penyiksaan, dan 70.000 orang dipenjara tanpa proses pengadilan. Jumlah tersebut merupakan gambaran kasar yang terdokumentasikan, yang mana terdapat ribuan lagi yang belum tercatat. Kondisi ini, tidak berbeda dengan apa yang Indonesia alami di masa Orde Baru, di mana ribuan […]

Read More
Novel Pulang, Kasusnya Belum Terang
Februari 22, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Hari ini Novel Baswedan kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani pengobatan mata di Singapura akibat disiram air keras. Saat itu ia sedang menangani kasus dugaan mega korupsi e-KTP yang merugikan negara hingga Rp 2,4 triliun. Sudah mendekati satu tahun kasus ini belum juga terang. Tim Gabungan Pencari Fakta yang diharapkan dapat menyelidiki kejanggalan kasus ini pun belum dibentuk. Selama menjadi penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel memang kerap menangani kasus-kasus besar. Termasuk menyelidiki dugaan korupsi pengadaan simulator berkendara di Korps Lalu Lintas (Korlantas) dan kasus suap kepala daerah Buol sebagai ganti izin perusahaan untuk merusak 4.500 hektar hutan lokal. Melihat kasus Novel, kita menemui lagi contoh sulitnya menjadi pengungkap kebenaran. Dengan berbagai cara usaha-usaha membongkar ketidakadilan dan korupsi dihabisi agar tidak tampak di muka publik dan pelaku dapat lolos dari jeratan hukum. Dalam catatan Historia, setidaknya ada empat penegak hukum yang dicelakakan karena memberantas korupsi. Pertama, jaksa agung pertama Republik Indonesia Gatot Tarunamihardja. Selama menjabat sebagai jaksa agung, Gatot berusaha untuk membongkar kasus penyelundupan dan barter di Teluk Sinabung, Sumatera Utara yang melibatkan tentara. Karena usahanya tersebut, ia pernah ditangkap. Tak hanya itu, Gatot juga mengalami percobaan pembunuhan oleh tentara dengan cara ditabrak sehingga kakinya buntung. Ada pula […]

Read More
Yap Thiam Hien si Advokat Pemberani
Februari 17, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Masih dalam suasana perayaan Imlek, Pamflet ingin mengenalkan seorang tokoh keturunan Tionghoa yang banyak membela masyarakat dan bekerja dengan integritas yang tinggi.  Namanya adalah Yap Thiam Hien. Apakah kamu sudah pernah mendengar nama itu sebelumnya? Sebagai seorang advokat, Yap tak segan-segan menghadapi pihak yang lebih berkuasa demi menegakkan keadilan. Berikut ini adalah fakta-fakta menarik yang perlu kamu tahu tentang pembela hak asasi manusia ini. Mengadvokasi orang miskin secara pro bono Yap sering mendampingi masyarakat yang tidak memiliki uang untuk membayar advokat. Ia menangani kasus mereka di pengadilan tanpa bayaran alias pro bono. Beberapa kasus yang ditanganinya termasuk membela pedagang di Pasar Senen yang mengalami penggusuran dari pemilik gedung serta seorang pedagang kecap yang mengalami penganiayaan oleh polisi. Pernah ditahan tanpa proses hukum Pada Peristiwa Malapetaka Lima Belas Januari 1974 atau yang lebih dikenal dengan sebutan Peristiwa Malari, Yap Thiam Hien turut ditangkap karena membela mahasiswa yang mengadakan demonstrasi besar-besaran. Ia dituduh menghasut mahasiswa melakukan tindakan melawan pemerintah. Penahanan tersebut tidak disertai proses pengadilan. Membela tahanan politik kasus G30S dan Tanjung Priok Selain membela masyarakat miskin, Yap tidak pernah takut berhadapan dengan kekuasaan. Ia berani membela klien yang ditolak advokat lain karena memiliki pandangan ideologi yang berbeda. Meski dikenal sebagai seorang […]

Read More
Imlek di Indonesia
Februari 16, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Siapa saja yang merayakan Imlek? Tahu gak, sih, kalau Imlek dulu pernah dilarang di Indonesia? Masa, sih? Jadi gini begini ceritanya. Pada masa pemerintahan Soeharto dikeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) No.14 tahun 1967 yang berisi larangan berbagai yang berkaitan dengan masyarakat Tionghoa, termasuk perayaan Imlek. Hal ini berlangsung selama 1968-1999. Atau dengan kata lain, selama 31 tahun warga negara Indonesia yang keturunan Tionghoa tidak boleh merayakan Imlek. Uwow! Nah, kemudian pada tahun 2000 Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres tersebut. Ia juga mengeluarkan Keputusan Presiden No.19/2001 meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif, yang artinya hanya berlaku bagi yang merayakan. Lalu, pada tahun 2002 Presiden Megawati menetapkan mulai 2003 Imlek menjadi hari libur nasional. Yeah! Eits, tapi ini bukan sekadar persoalan hari libur dan bisa nonton barongsai yah. Ini berkaitan banget dengan pembatasan kebebasan berekspresi di Indonesia. Coba kita berandai-andai dengan bertukar posisi, misalkan Idul Fitri dilarang dirayakan di Indonesia, coba gimana, tuh? Marah, sedih dan terpinggirkan, kan? Sebenarnya gak cuma larangan Imlek saja, namun perayaan-perayaan kebudayan Tionghoa lainnya juga dilarang, sehingga kebudayaan tersebut perlahan-lahan terpinggirkan dan luntur. Selain itu, penggunaan istilah ‘Tionghoa’ juga dilarang. Jadi, dari tahun 1968-1999 orang yang punya nama Tionghoa harus punya nama Indonesia. Lalu proses pembuatan KTP pun […]

Read More
Film Alternatif untuk Melewati Hari Valentine
Februari 14, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Hari Valentine, seperti beberapa peringatan lain di Indonesia, selalu menimbulkan perdebatan. Ada yang menolak karena menganggapnya haram, ada juga yang merayakannya untuk menunjukan kasih sayang antar sesama. Perdebatan ini terus terjadi setiap tahun. Sayangnya, tidak pernah ada hasil yang mencerahkan. Tidak berbeda dengan perdebatan setiap 11 April tentang penting atau tidaknya merayakan Hari Kartini menggunakan kebaya. Nah, dari pada ikut-ikutan memanaskan linimasa, yang semakin panas menjelang tahun politik. Lebih baik kamu melewati hari kasih sayang dengan menonton film dengan tema cinta yang tidak biasa. Pamflet punya daftar film menarik, yang tidak hanya bisa membuat kamu tertawa, tapi juga merenung dan menitikan air mata. Mau tahu? Langsung saja!   Tanda Tanya (2011) “Manusia tidak hidup sendirian di dunia ini, tapi hidup di jalan setapaknya masing-masing. Semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama. Mencari suatu hal yang sama, dengan tujuan yang sama. Yaitu: TUHAN” – Rika Film ini bercerita tentang konflik sosial yang kerap terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Gesekan antar masyarakat lokal dengan keturunan China, perbedaan pandangan penganut agama, serta perasaan paling benar sendiri adalah akar dari segala persoalan. Meskipun terdapat beragam konflik, tapi tenang saja, film ini bukan tipe film yang sok mengajarkan kamu tentang bagaimana hidup […]

Read More
Menghalalkan Kekerasan untuk Membunuh Ideologi
Februari 7, 2018 by admin in Rubrik-Artikel 0 Comments

Entah hingga berapa tahun lagi peristiwa Talangsari terus diperingati tanpa ada penjelasan penyelesaiannya. Meskipun bukan sebuah peristiwa besar seperti tragedi Mei, penghilangan paksa, konflik Ambon, peristiwa ini meninggalkan bekas yang tidak mudah dilupakan, terutama oleh korban yang menderita akibat kejahatan yang dialaminya sejak 7 Februari 1989. Peristiwa Talangsari yang terjadi di Dusun Talangsari, Lampung merupakan peristiwa berdarah yang terjadi pada masa Orde Baru. Diduga penyerangan dilakukan oleh aparat militer ke sebuah pesantren di Dusun Talangsari yang bernama Pesantren Warsidi. Penyerangan ini sendiri dipimpin oleh Danrem Garuda Hitam 043, Kolonel A.M. Hendropriyono. Penyerangan terjadi atas dugaan makar yang hendak dilakukan oleh jamaah pengajian Talangsari pimpinan Warsidi dengan menggantikan Pancasila dengan Al Qur’an dan Hadits. Kasus Talangsari hinggi kini dianggap sebagai salah satu potret ketakutan rezim Orde Baru terhadap kelompok-kelompok Islam yang pada saat itu menentang pemerintahan berkuasa seperti korban-korban pada kejadian sebelumnya yaitu peristiwa Tanjung Priok. Akibat penyerangan tersebut, 246 orang jamaah hingga kini dinyatakan hilang, perkampungan habis dibakar dan ditutup untuk umum. Korban-korban dan keluarganya juga masih menghadapi stigma negatif sebagai teroris atau anti nasionalis. Pembantaian di Talangsari seringkali ‘dibenarkan’ oleh beberapa pihak terutama aparat militer dengan menyebut bahwa kelompok Warsidi memang perlu dihabisi dengan alasan kelompok tersebut dituding sebagai […]

Read More

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top