Coronavirus dan Xenophobia

Februari 20, 2020 by admin in Rubrik Artikel
Coronavirus dan Xenophobia

Awal tahun ini banyak peristiwa yang membuat kita menggigit jari. Mulai dari banjir awal tahun, isu perang dunia ketiga, dan yang sampai sekarang masih terus berlanjut adalah Novel Coronavirus atau virus corona. Coronavirus atau 2019-nCoV pertama kali dilaporkan dari Wuhan, China pada 31 Desember 2019. Coronavirus masih satu keluarga dengan (Middle East Respiratory Syndrome (MERS) atau MERS-nCoV serta Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) atau SARS-nCoV. 

WHO mengeluarkan pernyataan bahwa coronavirus adalah penyakit berbahaya. Coronavirus menyerang lewat udara dan mengakibatkan pernapasan udara terganggu, demam tinggi, batuk, serta pilek. Menurut data dari Johns Hopkins CSSE, jumlah korban meninggal akibat COVID-19 yang disebabkan coronavirus mencapai 1.368 orang dan 60.329 orang terinfeksi COVID-19 hingga Kamis (13/2/2020) pukul 10.30 WIB. Korban meninggal paling banyak terdeteksi di Hubei, China. 

Coronavirus menjadi berbahaya bukan hanya karena virusnya mematikan, walaupun sudah banyak yang meninggal karena virus tersebut, namun tidak sedikit yang sudah sembuh dari coronavirus. Tercatat sudah ada 3.281 pasien virus corona yang dinyatakan sembuh di wilayah Cina Selatan, dengan 1.795 pasien di antaranya ada di wilayah Provinsi Hubei. Walau begitu, media tampak tak segan-segan membuat berita bombastis tentang coronavirus.

Media seharusnya menjadi alat untuk memilah informasi apa saja yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Namun di Indonesia, warga +62 ini memang lebih suka melebih-lebihkan cerita atau bahkan membuat informasi gadungan. Mulai dari hoax bahwa coronavirus berasal dari laboratorium yang bocor, virus dibawa melalui alat elektronik milik Cina ke Indonesia, sampai coronavirus dapat disembuhkan lewat ruqyah. Efek terparah yang dirasakan masyarakat dari media tersebut adalah memunculkan diskriminasi terhadap warga Tiongkok.

Informasi yang simpang siur serta tidak adanya upaya media untuk meluruskan ternyata berdampak buruk. Diskriminasi terhadap warga Tiongkok semakin parah. Bukan hanya di Indonesia saja, namun sampai ke hampir seluruh dunia. Misalnya di Jepang, negara tetangga China  ini menolak kedatangan warga China. Mereka membuat tagar #ChineseDon’tComeToJapan di Twitter dan menjadi trending

Di Kanada ada laporan bahwa seorang anak keturunan Tiongkok di-bully atau dijauhkan dari anak-anak lainnya di sekolahnya. Beberapa tempat makan di Vietnam sampai diberi tanda dilarang masuk untuk orang China. Di Indonesia sendiri banyak warga Natuna yang menolak kedatangan WNI dari Wuhan. Mereka protes karena ketakutan warga terhadap coronavirus serta banyaknya hoax yang beredar.

 

Je Suis pas un virus (Saya bukan virus)

Saat coronavirus sedang ramai dan diskriminasi semakin wajar, seorang Asia yang tinggal di Perancis membuat tagar tandingan di Twitter yaitu #jesuispasunvirus yang artinya “Saya bukan virus”. Tagar tersebut dibuat untuk melawan sikap rasial. Pasalnya, Seorang siswa asal China di Strasbourg diteriaki oleh seorang perempuan yang mengatakan untuk tidak menyentuh alpukat yang ingin dia beli. 

Akhirnya banyak pemberitaan serta informasi tentang coronavirus yang simpang siur telah memunculkan xenophobia. Xenophobia adalah ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain atau orang yang dianggap asing. Walikota Toronto menyampaikan peringatan terhadap kepanikan warga kepada coronavirus. Dia menyatakan untuk berdiri bersama komunitas China melawan stigma dan diskriminasi. Coronavirus memang muncul dari Wuhan, namun bukan berarti semua warga Cina menjadi penyebabnya. 

Jika informasi tidak disaring serta dipilah, virus yang mematikan bukan hanya membunuh orangnya saja. Hak hidup seseorang juga bisa dimatikan, apalagi jika orang tersebut termasuk golongan minoritas. Gelombang penolakan warga Tiongkok seharusnya bisa diredam, apalagi jika ada alasan karena takut tersebarnya coronavirus. Karena seharusnya kita melawan virusnya, bukan orangnya.

 

Referensi:

  1. https://tirto.id/virus-corona-hari-ini-1368-meninggal-60329-terinfeksi-covid-19-eyF3?utm_source=Tirtoid&utm_medium=Terkait
  2. https://www.liputan6.com/global/read/4174787/kematian-akibat-virus-corona-22-persen-total-sembuh-2780
  3. https://news.detik.com/internasional/d-4892713/lebih-dari-40-ribu-orang-terinfeksi-virus-corona-3281-pasien-sembuh/
  4. https://tirto.id/gelombang-diskriminasi-dan-rasisme-yang-muncul-akibat-hoaks-corona-ewFs
  5. https://news.cgtn.com/news/2020-02-01/-No-Chinese-Coronavirus-panic-fuels-racism-outbreak-NJ5voRyBtC/index.html

Leave a Comment!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top