ID | EN

Tokoh-tokoh “Non-Jawa” di Pecahan Uang Rupiah Baru

Seringkali, kita merasa ada ketimpangan antara pulau Jawa dan pulau lainnya di Indonesia. Salah satunya adalah, kurangnya pengenalan tokoh-tokoh pahlawan yang berasal dari luar Pulau Jawa. Ada hal yang menarik di pecahan uang Rupiah edisi terbaru, yakni pemerintah yang mencoba untuk memperkenalkan beberapa tokoh yang kurang dikenal masyarakat, dengan mengeluarkan cetakan uang baru dengan gambar para pahlawan “Non-Jawa” ini. Banyak dari kita yang mungkin belum mengenal tokoh-tokoh pahlawan yang berasal dari luar Pulau Jawa, padahal jasa mereka sangat besar untuk Indonesia. Yuk, kita simak profil singkat mereka!

T.B. Simatupang

Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang atau yang lebih dikenal dengan nama T.B. Simatupang berasal dari SidikalangSumatera Utara (28 Januari 1920 – 1 Januari 1990). Ia pernah ditunjuk oleh Presiden Soekarno sebagai Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia (KASAP) pada 1950 hingga 1953.  Pada tanggal 8 November 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada TB Simatupang. Saat ini namanya diabadikan sebagai salah satu nama jalan besar di kawasan CilandakJakarta Selatan. Pada tanggal 19 Desember 2016, atas jasa jasanya, Pemerintah Republik Indonesia, mengabadikan beliau di pecahan uang logam rupiah baru, yakni pecahan Rp. 500,-

Frans Kaisiepo

Beliau merupakan seorang pahlawan nasional Indonesia dari Papua yang dikenal dalam Konferensi Malino tahun 1946. Dalam konferensi tersebut, ia membicarakan pembentukan Republik Indonesia Serikat. Kemunculan wajah pahlawan yang berasal dari Papua pada pecahan uang kertas Rp10.000 ini sempat menimbulkan kehebohan. Banyak yang menganggap wajah pahlawan yang pernah berjasa pada pengusulan nama Irian ini tidak pantas berada di pecahan uang Rupiah, bahkan kerap mendapatkan olok-olokan. Jangan ditiru ya, kawan. Bagaimanapun juga, jasanya sangat mulia bagi bangsa ini.

Sam Ratulangi

Banyak yang familiar dengan tokoh yang satu, ini karena namanya dijadikan sebagai nama bandara di Sulawesi Utara. Namun, apa saja jasa pahlawan nasional yang wajahnya berada di pecahan uang Rp20.000 ini bagi Indonesia? Beliau merupakan seorang aktivis kemerdekaan Indonesia yang juga adalah gubernur pertama Sulawesi Utara. Pahlawan yang bernama asli Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi ini juga seorang tokoh multi-dimensional dengan karya filsafatnya yang berjudul “Si Tou Timou Tumou Tou”. Wah, keren, ya!

Dr.Ir. Herman Johanes

Pahlawan yang satu ini berasal dari Rote, Nusa Tenggara Timur. Gambar pahlawan Prof. Dr. Ir. Herman Johannes akan menggantikan gambar Kakatua Raja pada uang logam Rp100. Tidak banyak yang tahu bahwa beliau merupakan seorang cendikiawan, politikus, sekaligus seorang guru besar Universitas Gajah Mada (UGM). Bahkan, beliau juga pernah menjabat sebagai rektor UGM pada periode 1961 – 1966.

I Gusti Ketut Pudja

Pada uang Rp1.000 logam, kamu akan menemukan gambar wajah I Gusti Ketut Pudja yang menggantikan gambar Burung Garuda di uang logam seri sebelumnya. Beliau dikenal sebagai salah satu anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), yang mewakili Sunda Kecil, atau yang saat ini dikenal dengan provinsi Bali dan Nusa Tenggara. Ia juga terlibat dalam perumusan naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Tokoh yang progresif!

K.H. Idham Chalid

Pahlawan yang wajahnya berada di pecahan uang Rp5.000 ini lahir di  Satui, Tanah BumbuKalimantan Selatan. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada Kabinet Ali Sastriamidjojo II dan Kabinet Djuanda. Beliau seorang politikus yang aktif dalam kegiatan keagamaan dan pernah menjabat sebagai ketua Tanfidziyah Nadhatul Ulama pada tahun 1956 – 1984.

Hatta

Kalian sudah pasti familiar dengan nama yang satu ini, karena beliau adalah salah satu The Founding Fathers dan juga Wakil Presiden pertama di Indonesia . Lahir di Fort de Kock (sekarang BukittinggiSumatera Barat), Hindia Belanda pada 1902, ia pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta IHatta II, dan RIS. Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, karena berselisih dengan Presiden Soekarno. Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Tjut Mutia

Lahir di  KeureutoePirakAceh Utara pada 1870, beliau dikenal karena jasanya melakukan perlawanan terhadap Belanda bersama sang suami, Teuku Muhammad atau Teuku Tjik Tunong pada bulan Maret 1905. Wajahnya menghiasi pecahan uang kertas Rp1.000, menggantikan wajah Kapten Pattimura di edisi sebelumnya.

Upaya pemerintah untuk mengangkat dan memperkenalkan mereka lewat media pecahan uang Rupiah baru ini perlu diapresiasi dengan baik. Bagaimanapun juga, negeri ini dibangun dan diperjuangkan oleh seluruh anak bangsa, mulai dari Sabang sampai Merauke. Masa iya, sih, yang dikenal dengan baik hanya pahlawan-pahlawan dari Pulau Jawa. Dengan cara ini, semoga semangat kebhinekaan tetap membara di hati kita semua, ya!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lain

Skip to content