Mengurai Fakta di Balik Hoax Novel Baswedan

Januari 24, 2020 by admin in Rubrik Artikel
Mengurai Fakta di Balik Hoax Novel Baswedan

Kalian masih ingat gak sih soal kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan? Penyiraman air keras itu membuat mata kiri Novel kehilangan fungsi penglihatannya. Meski sudah dirawat dan diobati di Singapura, tapi kondisi matanya tidak bisa pulih seperti semula. Parahnya hingga kini kepolisian belum juga berhasil menemukan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel tersebut. Padahal kita semua tahu sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan bersama pegawai KPK lainnya telah berhasil mengungkap sejumlah kasus korupsi di Indonesia. Untungnya, meski kondisi penglihatannya tidak sama seperti dulu, Novel masih tetap mampu membantu KPK dalam mengungkap kasus korupsi yang ada.

Terkait kasus Novel Baswedan, belum lama ini juga banyak tersiar kabar bohong yang menyudutkan pihak Novel serta KPK. Kabar ini berseliweran di berbagai media, baik sosial media maupun media mainstream lainnya. Kabar bohong atau hoax ini sengaja disebarkan untuk membuat citra diri Novel dan KPK menjadi buruk di mata publik. Nah, kalian harus tahu hoax apa saja yang menyerang Novel Baswedan dan KPK ini. Jangan sampai kalian juga ikut termakan hoax yang tersebar di media itu ya.

Kasus Novel Baswedan adalah rekayasa dan Novel menggunakan softlens

Baru-baru ini tagar #TangkapDewiTanjung ramai di Twitter. Ini merupakan reaksi netizen atas adanya laporan Dewi Tanjung ke pihak kepolisian mengenai kasus Novel Baswedan yang menurutnya adalah rekayasa. Selain Dewi Tanjung, salah satu akun Twitter @TurahNyinyir juga ikut menyebarkan kabar jika Novel sebenarnya menggunakan softlens. Bahkan akun ini juga turut menyertakan gambar yang sekilas menunjukan kalau mata Novel Baswedan yang mengalami kerusakan fungsi penglihatan berubah-ubah antara mata kanan dan kirinya. Tapi, kalian percaya gak sih sama laporan Dewi Tanjung dan tweet dari akun @TurahNyinyir itu? Serius gak sih kasus Novel Baswedan ini rekayasa? Agar kita gak termakan hoax di media, kita perlu tahu kronologi penyerangan Novel Baswedan. 

Kejadian penyerangan Novel terjadi seusai dirinya melaksanakan sholat subuh di masjid sekitar rumahnya pada 11 April 2017 lalu. Saat dirinya di perjalanan pulang tiba-tiba ada dua orang pengendara motor menghampirinya dan seketika itu pula menyiramkan cairan kimia berupa air keras ke arah wajahnya. Kemudian kedua pelaku penyerangan langsung bergegas kabur. Seusai mengalami penyerangan, Novel dibawa ke RS Mitra Gading, Jakarta Utara untuk mendapat pertolongan pertama. Kemudian, dirinya dipindahkan ke RS Jakarta Eye Center (JEC), Jakarta Pusat untuk mendapatkan perawatan mata karena matanya mengalami kerusakan akibat penyiraman air keras tersebut. Setelah dirawat di RS  JEC, Novel dirujuk ke Klinik Eye & Retina Surgeons, Singapura untuk mendapatkan pengobatan terhadap matanya. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dirilis, Novel mengalami luka bakar pada bagian wajah hingga kelopak matanya. Sementara kedua matanya mengalami cedera kimiawi yang membuat ketajaman penglihatannya berkurang. Namun, mata kanannya masih bisa melihat meski berkabut sementara mata kirinya sudah benar-benar tidak bisa melihat secara total.

Lalu foto yang ada di Twitter itu bagaimana dong? Ternyata foto yang tersebar di media sosial itu adalah hasil editan. Foto Novel Baswedan dirotasi sehingga terlihat seolah cedera pada mata Novel adalah rekayasa karena letaknya yang berubah antara kedua matanya. Foto yang berada di sebelah kanan menunjukan kalau mata kanan Novel yang mengalami cedera. Foto itulah yang dirotasi oleh akun @TurahNyinyir. Sementara foto di sisi kiri adalah foto orisinil yang berasal dari potongan gambar video sebuah tayangan berita. Dari fakta tersebut, maka terbukti sudah bahwa kabar penyerangan Novel Baswedan sebagai rekayasa adalah sebuah hoax yang sengaja disebarkan untuk memperburuk citra penyidik senior KPK ini dan melemahkan langkah pemberantasan korupsi.

Novel Baswedan adalah bagian kelompok Taliban di KPK

Tuduhan lainnya terhadap Novel Baswedan dan KPK adalah adanya kelompok Taliban yang menyusup di tubuh lembaga antirasuah ini. Tunggu, sebenarnya kalian sudah tahu belum apa itu Taliban? Taliban adalah kelompok politik yang menguasai hampir seluruh wilayah Afghanistan dan menganut paham Islam konservatif. Sehingga seringkali kelompok ini membenarkan penggunakan cara-cara kekerasan dalam bertindak.

Jadi apa benar ada kelompok ini di tubuh KPK? Apa Novel salah satu anggota Taliban tersebut? Isu ini ramai setelah video Denny Siregar lewat Youtube menyinggung terkait penampilan dan sikap Novel yang dicirikan seperti kelompok Taliban. Label ini melekat pada Novel hanya karena cara berpakaiannya yang berubah seiring dengan kebiasaannya mengikuti banyak acara pengajian. Dalam video tersebut juga disebutkan jika Wadah Pegai KPK telah membangun sistem di KPK yang bekerja selama ini. Pasca Imam Nahrawi ditetapkan sebagai salah satu tersangka dalam kasus suap dana hibah dari pemerintah terhadap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) label KPK dan Taliban semakin lekat dan kian ramai digaungkan. Apalagi terbit instruksi serentak dari Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kepada seluruh kader di daerah untuk menyuarakan protes terhadap KPK atas penetapan tersangka Imam Nahrawi yang dianggap politis dan melanggar hukum. Ditambah massa demonstran yang melakukan aksi protes di KPK juga ikut membuat gaung itu semakin nyaring terdengar di telinga publik.

Selain itu kita perlu tahu juga bahwa Taliban merupakan kelompok ekstrimis Islam yang menggunakan kekerasan dan memaksakan ideology yang diyakininya. Sementara baik Novel maupun KPK selama ini menjalankan tugas pemberantasan korupsi sesuai dengan aturan hukum yang ada dan tidak melakukan kekerasan maupun pemaksaan selama menjalankan tugas tersebut. Sehingga tuduhan maupun label Taliban yang disematkan pada Novel dan KPK sangat tidak berdasar.

Novel Baswedan bertemu Anies Baswedan untuk membahas kasus korupsi

Wah masih ada lagi nih hoax yang menimpa Novel Baswedan. Duh, kok banyak banget hoax yang bertebaran sih. Kali ini kabar bohong itu adalah soal foto Novel Baswedan dan Anies Baswedan yang tengah duduk berdampingan di sebuah masjid. Foto tersebut dinarasikan sebagai sebuah pertemuan yang membahas mengenai perkara korupsi yang menyeret nama Anies selaku Gubernur DKI Jakarta.

Tapi nih ternyata setelah ditelusuri foto tersebut merupakan potret keakraban mereka berdua sebagai saudara ketika Novel masih dalam masa pengobatan di Singapura pada 2017 lalu. Kalian juga pasti pernah kan saat sakit dijenguk oleh saudaranya? Seharusnya hal itu tidak menjadi hal yang mengherankan. Lagipula kalau kita mau menelusuri lebih jauh, jabatan Novel di KPK adalah penyidik yang bernaung di bawah Deputi Penindakan. Sementara terkait masuknya laporan perkara korupsi akan menjadi tanggungjawab Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakt (PIPM). Laporan tersebut juga ersifat tertutup sehingga tidak akan diketahui oleh pihak di luar Deputi PIPM KPK.

Jadi sudah jelaskan konteks foto itu bukan membicarakan terkait perkara Anies yang sedang diperiksa KPK.

Novel Baswedan pergi berlibur

Masih ada lagi? Wah ternyata sebuah foto bisa dinarasikan secara liar dan berbeda oleh setiap orang yang melihatnya. Foto yang merupakan potongan video yang sempat viral di Twitter pada 25 September 2019 tersebut memperlihatkan Novel Baswedan bersama istri dan anaknya berada di bandara. Nyatanya anggota tim kuasa hukum Novel Baswedan menjelaskan bahwa keberangkat Novel beserta keluarganya adalah dalam rangka pengobatan matanya ke Singapura. Hal senada juga disampaikan oleh juru bicara KPK yang mengatakan bahwa meski sudah dioperasi, tapi Novel tetap harus rutin berobat agar penglihatannya membaik. 

Terkait dengan video yang dipotong tersebut, jurnalis Net TV yang berada di tempat kejadian dan meliput hal tersebut akhirnya ikut buka suara. Video yang ternyata direkam dua tahun lalu dinarasikan berbeda dari apa yang sebenarnya. Menurutnya tuduhan yang menyatakan bahwa kondisi wajah dan mata Novel Baswedan yang baik-baik saja tidak benar. Dirinya mengklarifikasi bahwa kondisi Novel Baswedan  saat itu tidak baik-baik saja seperti disebutkan dalam akun Twitter tersebut. Menurutnya meski perban di mata Novel dilepas tetapi sekitar mata dan keningnya terlihat bekas betadine dan bola matanya berwarna kehijauan seperti kelereng. Itu menandakan bahwa memang kondisi mata Novel memang cedera. Nah, sekarang sudah jelas kan jika Novel dan keluarga itu pergi ke Singapura untuk rutinitas pengobatan matanya bukan untuk jalan-jalan keluarga.

 

Referensi:

https://tirto.id/novel-baswedan-skenario-taliban-dibuat-untuk-memecah-kpk-eh96

https://tirto.id/pmii-terbelah-anti-kpk-taliban-vs-tolak-intervensi-imam-nahrawi-eisz 

https://www.youtube.com/watch?v=XC5hD9Wywho

https://www.tribunnews.com/nasional/2019/10/09/novel-baswedan-anies-baswedan-tak-punya-kasus-di-kpk

https://www.kompas.com/tren/read/2019/09/26/154015965/klarifikasi-foto-novel-baswedan-di-bandara?page=all

https://news.detik.com/berita/d-4775276/jurnalis-yang-videonya-diviralkan-untuk-sudutkan-novel-baswedan-angkat-bicara

Leave a Comment!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top