Smart Pakem: Inovasi Pemerintah yang Tidak Smart

Desember 17, 2018 by admin in Rubrik Artikel
Smart Pakem: Inovasi Pemerintah yang Tidak Smart

Di akhir tahun ini, pemerintah bukannya mengevaluasi praktik-praktik intoleran yang terjadi di Indonesia, malah membuat aplikasi yang semakin mengancam kebebasan masyarakat dalam memeluk kepercayaan. Aplikasi yang diberi nama Smart Pakem ini, bukan hanya tidak Smart tapi juga akan semakin meruncingkan praktik diskriminasi di Indonesia.

Aplikasi ini adalah inovasi yang dibuat oleh Kejaksaan Tinggi Jakarta. Juru Bicara mereka mengatakan aplikasi ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai  aliran kepercayaan dan keagamaan di Indonesia, serta yang masuk dalam daftar sesat pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Meskipun begitu, aplikasi ini lebih terlihat hadir untuk mendiskriminasi daripada mengedukasi.

Padahal November tahun lalu, pemerintah telah memenangkan tuntutan kelompok penghayat kepercayaan untuk mengisi kolom agama di KTP dengan ‘Penghayat Kepercayaan’. Sekarang kemenangan tersebut terasa kosong belaka karena Smart Pakem malah seolah mengontrol apa yang boleh dianut oleh masyarakat.

Dan yang tidak kalah mencengangkan, aplikasi ini hanya menautkan fatwa-fatwa MUI sebagai pedoman salah satu fiturnya tanpa melibatkan lembaga keagamaan lain.

Dalam aplikasi Smart Pakem, Khusus di fitur keagamaan, kepercayaan, dan ormas, terdapat informasi mengenai daftar, nama pimpinan, wilayah, jumlah pengikut, dan penjelasan detailnya. Sementara untuk fitur laporan, tersedia lampiran berupa data diri pelapor dan subjek laporan. Namun, semua informasi yang ada tidaklah lengkap dan bisa mengedukasi masyarakat.

Bagaimana mau mengedukasi, jika semisal informasi mengenai Paguyuban Penghayat Kapribaden, ajaran singkat yang diinfokan hanya “Sujudan, sungkem, sarasehan, pembinaan warga”. Bukankah keempat ajaran itu adalah hal yang sangat umum di Indonesia?

Sebagai seorang Muslim, saya juga melakukan Sujudan ketika solat atau mengungkapkan rasa syukur. Saya juga melakukan Sungkem kepada orang tua ketika meminta maaf ataupun restu. Saya juga sering ikut Sarasehan dan Pembinaan Warga yang diadakan di daerah saya. Lalu hal baru apa yang saya bisa ketahui dari Smart Pakem itu terhadap penghayat kepercayaan?

Lembaga Studi Sosial dan Agama Jawa Tengah mengatakan bahwa sebelum Indonesia merdeka, terdapat 396 kepercayaan dan agama asli Nusantara. Namun, hingga saat ini setidaknya 60 aliran telah punah karena adanya desakan dari pemerintah dan kelompok tertentu yang tidak bisa menerima keberadaan penganut kepercayaan.

KontraS mencatat, sejak 2014 hingga 2018, setidaknya terdapat 488 peristiwa pelanggaran kebebasan beribadah dan berkeyakinan. Peristiwa pelanggaran ini terjadi akibat kebijakan yang diskriminatif dan tidak tegasnya pemerintah menghadapi kelompok intoleran.

Bukannya melakukan evaluasi dari berbagai catatan tersebut, pemerintah malah membuka kesempatan kelompok intoleran, melalaui Smart Pakem, untuk terus melakukan diskriminasi terhadap kelompok minoritas.

 

Referensi:

BBC Indonesia. 2018. Aplikasi Smart Pakem: Untuk Awasi Aliran Kepercayaan ‘Menyimpang’. Jakarta. Dapat diakses melalui https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46358219

Ign. L. Adhi Bhaskara. 2018. Aplikasi Smart Pakem dan Tren Memburuknya Kebebasan Beragama. Jakarta. Dapat diakses melalui https://tirto.id/aplikasi-smart-pakem-dan-tren-memburuknya-kebebasan-beragama-davP

Resty Woro Yanuar. 2018. With Indonesia’s ‘Heresy App’, Religious Harmony Hasn’t A Prayer. China. Dapat diakses melalui https://www.scmp.com/week-asia/politics/article/2175677/indonesias-heresy-app-religious-harmony-hasnt-prayer

Adi Renaldi. 2018. Aplikasi Ponsel Kejaksaan Ancam Kebebasan Penganut Agama Lokal dan Penghayat. Jakarta. Dapat diakses melalui https://www.vice.com/id_id/article/ev3pvm/aplikasi-ponsel-kejaksaan-ancam-kebebasan-penganut-agama-lokal-dan-penghayat

Leave a Comment!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

70-243  , 000-105  , CISM   c2010-657   PMP   300-206  , 640-692   300-115   400-201   C_TFIN52_66   1z0-808   300-115   210-060   70-463   70-412   300-320   220-902   1Z0-060   350-080   9L0-066   350-080   000-089   CCA-500   210-060   642-732   300-115   3002   70-487   JK0-022   M70-101   350-060   HP0-S42   1Z0-051   642-732   810-403   1z0-434   70-410   350-080  , 102-400   220-902   JN0-102   000-106   70-480   SSCP   1Z0-051  , MB2-704   200-120   70-532   LX0-103   400-101   220-802   70-410  , 300-206   300-208   000-104   70-534  , 70-980  , 350-018   640-916   70-488   200-310   200-125  , 70-462   300-070   70-534   70-980   JK0-022   C_TFIN52_66   2V0-621   220-901  , 200-125  , 1Z0-061   70-532  , 70-347   CRISC   000-017   350-030   PMP  , JN0-102   70-413  , 70-461   3002   EX200  , 100-101   300-208  ,

Back to Top