Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /var/www/html/webpamflet/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /var/www/html/webpamflet/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /var/www/html/webpamflet/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /var/www/html/webpamflet/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36
Jejak Panjang Budak Belanda Depok - Pamflet Generasi
ID | EN

Jejak Panjang Budak Belanda Depok


Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /var/www/html/webpamflet/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Cornelis Chastelein adalah salah satu nama yang penting dalam sejarah Kota Depok. Film dokumenter berjudul Jejak Panjang Budak Belanda Depok yang berdurasi 17 menit ini menceritakan tentang sejarah kedatangan kaoem Belanda Depok di tanah Depok pada akhir abad ke-17. Berawal dari kedatangan seorang saudagar asal Belanda yang bernama Cornelis Chastelein bersama mantan budak kepercayaannya yang dikumpulkannya sewaktu ia masih bekerja untuk VOC dan didatangkan dari berbagai pulau di Indonesia, para mantan budak ini kemudian tumbuh menjadi komunitas yang terdiri dari dua belas marga yang mengelola lahan yang diwariskan oleh Cornelis Chastelein. Komunitas ini–yang sering disebut “Belanda Depok”, juga membentuk Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) untuk melestarikan situs-situs peninggalan Cornelis Chastelein.

Film ini tidak hanya menceritakan mengenai kedatangan kaoem Belanda Depok, tetapi juga mengaitkan sejarah penting tentang perkembangan Kota Depok ini dengan dinamika dan interaksi sosial di dalam masyarakat Depok dulu dan sekarang. Tema ini diangkat untuk menampilkan bagaimana komunitas “Belanda Depok” yang beragama Kristen bisa hidup berdampingan dengan umat Islam yang saat ini menjadi mayoritas di Depok. Film ini digagas oleh oleh Bapak Yusuf (Guru Sejarah), Ibu Sri Rahayu (Guru Sosiologi), dan Ibu Dewi Azizah (Guru Pendidikan Kewarganegaraan) di SMA Negeri 5 Depok.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lain

Skip to content