ID | EN

Meningkatkan Pemahaman Toleransi Melalui Pendekatan Seni Budaya Pada Siswa di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan

CREATE_PR

Jakarta, 4 Oktober 2021 – Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Hivos) melalui program Creative Youth for Tolerance (CREATE) telah melakukan sejumlah rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas untuk meningkatkan pemahaman dan sikap atas toleransi serta pluralisme kepada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) dan sederajat. Kegiatan berlangsung sejak bulan Desember 2020 hingga Agustus 2021 dengan melibatkan 276 siswa di Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan beberapa provinsi lain. 

Program CREATE diprioritaskan di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan, karena tingginya tingkat pelanggaran kebebasan beragama di tiga wilayah tersebut. Laporan riset SETARA Institute mengenai Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (KBB) di Indonesia tahun 2020 misalnya, menyebutkan telah terjadi 180 peristiwa pelanggaran KBB, dengan 422 tindakan. Melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 327 tindakan. Jawa Barat dan Jawa Timur menjadi 2 wilayah dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia, dengan masing-masing 39 dan 23 kasus. Sedangkan di Sulawesi Selatan terjadi 8 kasus.

“CREATE mengadopsi pendekatan berbasis seni dan budaya yang inovatif untuk mempromosikan toleransi dan pluralisme di tingkat sekolah menengah. Hal ini ternyata mampu meningkatkan kapasitas dan kemauan di kalangan anak muda untuk mengelola perbedaan secara konstruktif, dan memberikan penyeimbang terhadap pesan intoleran yang diperoleh siswa dari lingkungannya,” jelas Mohamad Miqdad, Project Manager CREATE.

Penilaian dilakukan terhadap siswa saat sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan yang dilaksanakan CREATE. Para siswa dilibatkan dalam serangkaian kegiatan berupa kolaborasi dan kompetisi seni (Youth Challenge), kemah seni virtual (Virtual Art Camp) dan kemah seni anak muda (Youth Camp) dalam periode Desember 2020 hingga Agustus 2021. 

Sebanyak 154 siswa atau 55.8% dari total peserta, tercatat mengalami peningkatan sikap terhadap isu toleransi dan pluralisme setelah mengikuti serangkaian kegiatan tersebut. Hal ini ditandai dengan semakin terbukanya sikap siswa dalam mendukung isu kesetaraan gender dalam kehidupan sehari-hari, dan kesediaan untuk mendukung pemenuhan hak-hak masyarakat yang termarjinalkan.

“Mereka juga percaya bahwa memiliki teman yang berbeda agama atau kepercayaan akan membawa manfaat bagi mereka untuk mempelajari hal-hal baru. Mereka juga akan mendukung kelompok minoritas dan rentan untuk menjadi pemimpin di masyarakat, dan melindungi mereka dari pengganggu atau jenis kekerasan lainnya,” ujar Miqdad.

Miqdad menambahkan, peningkatan sikap toleransi yang signifikan pun terlihat di antara siswa perempuan dan laki-laki. Hal ini dibuktikan dengan tingkat partisipasi peserta perempuan yang tercatat lebih tinggi. Ada sebanyak 120 peserta dari total 193 peserta perempuan (62,2%) yang mengalami peningkatan sikap toleransinya, dibandingkan dengan 34 peserta dari total 83 peserta laki-laki (41,0%).

Sementara itu, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah peningkatan sikap toleransi tertinggi dengan 58 siswa (65,9%). Mengikuti Jawa Timur, 41 siswa (48,8%), dan Sulawesi Selatan, 38 siswa (34,1%). Sementara 17 siswa lainnya berasal dari Banten dan Jakarta. 

Selama kegiatan berlangsung, beberapa kendala dihadapi oleh para peserta. Misalnya, akses koneksi internet yang buruk dan ketersediaan perangkat digital yang digunakan oleh peserta. Kendala tersebut menyebabkan tingkat pemahaman materi pelatihan di kalangan siswa terganggu selama kegiatan berlangsung.

Program CREATE bertujuan untuk meningkatkan penghargaan keberagaman dan toleransi di sekolah menggunakan pendekatan berbasis seni dan budaya. CREATE dirancang untuk mengatasi tanda intoleransi yang mengkhawatirkan, serta aneka perilaku intoleran di sekolah yang dapat berkontribusi mengancam demokrasi dan penghargaan terhadap keberagaman di Indonesia. Program ini diinisiasi oleh Hivos yang terinspirasi oleh nilai-nilai humanis, bekerjasama dengan Perkumpulan Pamflet Generasi dengan dukungan dari The United States Agency for International Development (USAID).***

Publikasi ini dibuat atas dukungan dari rakyat Amerika melalui United States Agency for International Development (USAID). Isi publikasi ini merupakan tanggung jawab dari Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Hivos) dan tidak mencerminkan pandangan dari USAID atau Pemerintah Amerika Serikat.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lain

Skip to content