Tolong Ajari Aku

Seorang muda yang mengenakan baju biru dan celana putih sedang terbaring dan mengapung pasrah di atas genangan air. Ia menatap kosong ke atas langit.

Diolah dari ilustrasi sparklestroke/Canva

Ditulis oleh: Vanny 

Seorang puan duduk termenung di kursi belajarnya. Ia baru saja menyelesaikan pertemuan online yang tak kunjung selesai. Banyak kritik dan tak ada  apresiasi keluar dari setiap senior yang telah membaca naskah puan. Tidak ada yang bisa dilakukan lagi, puan hanya bisa menangis dan menangis. Serasa segala upaya telah dikeluarkan lewat setiap dialog yang benar-benar ia pikirkan tidak sebanding dengan ekspektasi para seniornya. Seruan dan perintah untuk berupaya lebih keras sudah berkali-kali puan dengar. Puisi di tisunya menjadi kesedihan yang abadi:

Aku seorang yang bodoh mengharap pembelajaran

Anda seorang yang mahir berharap kesempurnaan 

Tak bisakah ajari aku dengan perlahan 

Aku tidak membutuhkan cerita kerja kerasmu

Aku hanya butuh ajaranmu 

Memang benar, zamanmu segalanya tak pasti 

Tapi tolong untuk kali ini jangan bandingkan dengan zamanku 

Jangan mencela orang-orang di dalamnya 

Aku sudah berusaha keras

Seluruh imajinasi menjadi buram 

Hargai aku, hargai karyaku, hargai kerja kerasku

Tentang penulis

Vanny adalah seorang puan yang berusaha mencari makna hidup. Setiap pelajaran dalam hidup akan ia abadikan dalam diarynya. 

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lain

Skip to content